Cover_Jersey J-LeagueJ-League, Vissel Kobe

Ikan Paus Di Jersey! - Serba-Serbi Uniknya Jersey J.League Musim 2021

Kalau biasanya saya menulis untuk blog pribadi saya, sekarang tulisan ini hadir di Goal Indonesia. Ketika pertama kali ditawarin untuk menulis oleh Goal, saya sudah pasti sulit untuk menolak. Apalagi ini tidak diberikan tenggat waktu yang mepet dan saya menulis tentang apa yang saya suka, menulis tentang jersey. 

Dari 20 klub yang ada di J1, mereka menggunakan aparel yang cukup beragam. Total ada sepuluh brand aparel berbeda. Ada nama-nama besar yang tentu saja kita sudah tidak asing, seperti Nike, Adidas, Puma -- yang, menurut saya, merupakan brand tiga besar dunia. Kemudian berturut-turut ada New Balance, Umbro, Mizuno, Asics, serta Penalty (legendaris sekali brand ini). Ada juga Yonex, yang kalau kita tahu, berafiliasi lebih dekat dengan badminton. Ternyata, di J-League mereka juga support untuk sepakbola. Tidak hanya satu klub, tapi mereka support untuk dua klub sekaligus, yaitu Avispa Fukuokan dan Kashiwa Reysol. Brand aparel terakhir adalah brand lokal bernama Soccer Junky. Mereka adalah sponsor klub Yokohama FC, klub tempat Shunsuke Nakamura bermain sekarang. 

Sedikit tambahan di luar desain jersey, tapi ini masih berhubungan tentunya, mulai tahun ini J-League menggunakan satu type face untuk semua klub yang berpartisipasi. Kebijakan ini mengikuti liga di Eropa yang sudah lebih dulu menggunakannya, seperti Liga Primer Inggris, Ligue 1 Prancis, dan Serie A Italia -- yang juga sama-sama memulainya musim ini. Saya sendiri termasuk salah satu yg pro dengan kebijakan ini, karena membuat semua koleksi klub di liga tersebut jadi lebih rapi berkat adanya kesamaan.

  • Jersey Nike JLeagueJLeague/Getty Images

    Dua brand besar tanpa bespoke design...

    Mulai dari dua brand besar di dunia yaitu Nike dan Adidas. Klub-klub yang mereka sponsori tidak ada yang benar-benar mendapatkan “bespoke design”, karena memang desain-desain tersebut sudah ada atau dipakai lebih dulu oleh klub lain (biasanya di Eropa). Saya bisa berikan contoh, jersey kandang Kashima Antlers yang menggunakan grafis yang sama dengan Woflsburg. Contoh lainnya, jersey kandang Sanfrecce Hiroshima yang menggunakan grafis yang sama seperti yang ada di jersey kandang Eintracht Frankfurt. Tetapi terlepas dari itu, jersey-jersey klub J-League ini selalu memberikan warna tersendiri bagi fansnya dan bagi para kolektor yang menikmatinya. 

    Satu lagi klub yang disponsori Nike adalah Urawa Reds Diamond. Seperti nama klubnya, di jersey kandang Urawa ada grafis yang seperti diamond pattern yang berulang. Penjelasannya adalah “wemakili struktur berlian, material alami terkeras di dunia yang seperti struktur dari atap stadion Urawa, untuk menyampaikan kekuatan dan kecemerlangan tim dari setiap pemain”

  • Iklan
  • GFX jersey adidas JLeagueVegalta Sendai/adidas

    Lanjut...

    Lanjut ke Adidas. Ada dua klub yaitu Vegalta Sendai dan Yokohama Marinos. Untuk masalah grafis di jersey, tidak banyak berbeda dengan Nike. Dua klub ini juga menggunakan grafis yang sudah lebih dulu dipakai oleh klub lain. Grafis pada jersey Vegalta pernah hadir di jersey Tigres tahun 2019, sedangkan grafis di jersey kandang Yokohama sama seperti grafis yang ada di jersey tandang Real Madrid musim 2019/20. Kedua klub ini menggunakan fitur miadidas, yang memang disediakan Adidas supaya lebih mudah dalam proses merancangnya. Makanya jangan heran kalau grafis-grafis yang digunakan sama dengan beberapa klub yang juga disponsori oleh Adidas. 

    Berbeda dengan jersey pemain yang bisa dibilang bukan desain terbaru, jersey kiper yang diberikan Adidas justru adalah jersey dengan desain terbaru, malah kalau saya tidak salah, jersey kiper terbaru ini baru kali pertama muncul dan dikenakan.

  • GFX jersey Puma JLeague 1Shimizu S-Pulse/JLeague

    Langkah lain...

    Puma mengambil langkah lain dari Nike dan Adidas. Mereka tidak segan memberikan desain terbarunya untuk klub-klub mereka di Jepang. Kalau biasanya klub-klub Eropa terlebih dahulu yang memakai desain paling update dari suatu brand, kalau Puma ini terbalik. Klub-klub mereka di Jepang berkesempatan mengenakannya terlebih dahulu, mendahului klub-klub jagoan Puma di Eropa seperti AC Milan, Borussia Dortmund, dan lainnya.

    Puma menjadi aparel dengan jumlah klub paling banyak. Ada empat klub yaitu Cerezo Osaka, Kawasaki Frontale, Oita Trinita, dan Shimizu S-Pulse. Semua klub ini menggunakan desain template terbaru daru Puma untuk 2021. Semua klub Puma baik jersey pemain dan kiper menggunakan desain yang sama, yang membedakan hanya warna. Biasanya kiper mempunyai desainnya sendiri, tapi tahun ini mungkin saja kebijakannya baru.

    Jersey klub Puma yang selalu menarik perhatian saya adalah Shimizu, karena menghadirkan peta dunia di bagian depan jersinya. Meski demikian, musim ini sedikit berubah, karena petanya walaupun tetap hadir, porsinya berubah secara grafis dan tidak sejelas musim-musim sebelumnya. Eksekusi grafisnya menjadi titik-titik, yang tentu saja tetap bagus. Warna oranye dari Shimizu ini khas sekali. Dipadupadan dengan aksen navy, membuat jersey ini jadi yang terbaik untuk saya dari semua koleksi jersi klub-klub Puma untuk J-League 2021. Jersey tandang putih dan jersey kiper navy dominan. Semua menggunakan pattern grafis chevron yang terinpirasi dari daun teh. 

    Klub favorit kedua, adalah Cerezo Osaka dengan warna pinknya. Dengan grafis subtle berwarna pink tone on tone, yang mewakili bunga-bunga, karena di Osaka ada festival bunga tahunan. Pinknya Cerezo juga mendapatkan aksen navy seperti oranyenya Shimizu. Jersey tandangnya berwarna putih dan kiper berwarna hitam.

  • GFX jersey Puma JLeague 2Kawasaki Frontale/Oita Trinita

    Ikan paus di jersey...

    Dua lainnya dari Puma adalah Kawasaki Frontale dan Oita Trinita. Kawasaki juga akan berpartisipasi di Liga Champions Asia, maka dari itu selain jersey reguler untuk J-League, Puma juga menyiapkan set lain yang akan khusus dikenakan di LCA (modelnya sama seperti Dortmund di Eropa). Semua jersey kandangnya dominan biru muda, sedangkan jersey tandangnya dominan putih dengan jersey kiper utama berwarna hijau. 

    Oita Trinita cukup menarik desainnya. Satu hal yang paling menarik adalah adanya grafis ikan paus di bagian depan jerseynya. Dipadu padan dengan garis-garis repetisi dari huruf V yang (seperti biasa) artinya "victory", namun di sini muncul berulang arahnya. Ada yang dari atas ke bawah dan sebaliknya.
  • GFX jersey Yonex JLeagueKashiwa Reysol/Avispa Fukuoka

    Identik dengan badminton...

    Sebelum kita masuk ke brand sepakbola tradisional lainnya, saya mau bahas Yonex lebih dulu. Brand yang di Indonesia lebih identik dengan olahraga badminton, di Jepang mereka ternyata sponsor untuk dua klub sepakbola, Avispa Fukuoka dan Kashiwa Reysol. 

    Avispa Fukuoka adalah klub promosi. Musim kemarin J-League tidak ada yang degradasi, tapi tetap ada promosi. Jadi yang tadinya 18 klub, musim ini menjadi 20 klub. Avispa menggunakan warna navy untuk jersey kandangnya, dan putih untuk tandang. Hadir dengan lima garis di bagian depan jersey, dengan satu yang mencolok dan lebih besar sendiri hadir ditengah berwarna turquoise. Warna turquoise sendiri menurut penjelasannya berarti melambangkan keinginan dan masa depan klub. Empat garis lainnya melambangkan keterkaitan antara klub, fans, pemegang saham, dan masyarakat Kota Fukuoka.

    Beranjak ke Kashiwa Reysol. Oh iya, dua klub ini menggunakan template yang sama. Apa yang dilakukan Yonex ini memang sudah lumrah digunakan oleh apparel-apparel global lainnya. Desain dari jersey Kashiwa ini mengangkat tema saat mereka juara J-League pertama kali di tahun 1972. Detail desainnya adalah penggunaan pin stripes kontras di bagian depan jersey. Pin stripes hitam hadir baik di jersey kandang yang berwarna kuning maupun di jersey tandang putih.

  • 20210126_YokohamaFC(C)J.LEAGUE

    Logo unik...

    Kemudian ada brand yang saya sendiri baru tahu sekarang, Soccer Junky. Sponsor apparel untuk klub Yokohama FC. Logo aparelnya unik, gambar anjing. Logonya selain hadir di dada kanan depan, juga hadir di kedua lengan dengan warna monokrom. Desain dari klub Yokohama ini mirip-mirip dengan Kashiwa, masih menggunakan detail pin stripes di kedua panel, depan, dan belakang. Jersey kandang biru muda, tandang putih, dan pink untuk jersey kipernya. Semua menggunakan desain yang sama hanya berbeda warna saja.
  • GFX jersey NB JLeagueFC Tokyo/Sagan Tosu

    Tema kontras...

    New Balance menambah klubnya tahun 2021 ini dengan berkerjasama dengan FC Tokyo (yang sebelumnya menggunakan Umbro). FC Tokyo akan menemani Sagan Tosu yang sudah bekerjasama dengan New Balance terlebih dahulu. 

    Menggunakan template terbaru dari New Balance, dua klub ini hadir dengan tema yang kontras. Kalau Sagan Tosu, yang menurut saya, hadir dengan warna-warna dan grafis yang cukup berani (lha iya, wong jersey kandangnya saja warnanya pink dan biru muda), FC Tokyo ini di musim pertamanya bersama New Balance cenderung bermain lebih aman tapi subtle. Saya pertama lihat jersey kandang Tokyo seperti hanya garis-garis vertikal saja, tapi ternyata ada detail camouflage di dalamnya.

    Untuk jersey tandangnya, FC Tokyo menggunakan grafis yang hampir identik dengan apa yang diberikan New Balance untuk Athletic Bilbao. Jersey kipernya pun sama dengan yang digunakan oleh klub-klub New Balance di Eropa, yang paling sering saya lihat adalah jersey kipernya FC Porto.

  • GFX jersey Mizuno JLeagueTokushima Vortis/Nagoya Grampus/Consadole Sapporo

    Cukup mencengangkan...

    Mizuno diwakili tiga klub untuk gelaran J-League 2021. Mereka adalah Tokushima Vortis, Nagoya Grampus, dan Hokkaido Consadole Sapporo. Untuk saya pribadi, jersey Consadole Sapporo adalah yang terbaik dari Mizuno.

    Padahal, ini adalah tahun pertama mereka bekerjasama karena kemarin Consadole masih menggunakan Kappa. Tapi walaupun baru pertama, apa yang disajikan Mizuno ini cukup mencengangkan dalam artian positif. Desain ini adalah hasil koordinasi klub yang diwakili Yosuke Aizawa sebagai Creative Director klub dan, tentu saja, pihak apparel. Untuk jersey kandang dan tandangnya menggunakan tema besar “checkerboard”. Hadir lebih besar di jersey tandangnya yang berwarna hitam, dan hadir sebagai pemanis di jersey kandangnya yang menggunakan garis vertikal merah hitam seperti AC Milan. Checkerboard ini sendiri memiliki arti bahwa klub dan suporter bersatu untuk menginspirasi pemain. 

    Jersey ketiga mereka berwarna putih dan menampilkan pattern khas dari wilayah mereka berada, Sapporo yang berada di Pulau Hokkaido. Peletakan pattern tidak full body, tapi justru itu yang membuat kekaguman saya bertambah, karena ini pasti dikonsep betul sehingga pattern itu bisa hadir dan tampil secara maksimal walaupun porsinya tidak full

    Klub kedua Mizuno adalah Nagoya Grampus, yang musim lalu berhasil masuk ke posisi tiga klasemen akhir. Jersey mereka yang baru sudah dipakai pada pertandingan terakhir musim lalu. Didominasi warna merah dengan grafis garis-garis oranye yang memang seperti memancarkan sinar matahari, jersey ini memang di situ letak menariknya. Karena template yang dipakai cukup sederhana dan tidak neko-neko. Grafis yang sama juga muncul di jersey tandang dan kiper. Jersey tandangnya berwarna putih, kipernya lime green dan navy. 

    Ketiga, Tokushima Vortis. Klub yang mungkin paling tidak familiar untuk saya, tapi grafis yang hadir di jersey mereka ini keren lho. Maknanya juga bagus, jadi grafis pada jersey ini Ini terinspirasi oleh selat Naruto dengan pusaran air khasnya. Selat Naruto menghubungkan Tokushima dan Pulau Awaji. Jerseynya sendiri berwarna biru dengan aksen hijau untuk kandang, putih dengan aksen abu, dan navy untuk tandang. Kiper masih dengan grafis yang sama, warnanya hitam, pink, dan hijau muda dengan aksen hijau di ujung bawah kanan bagian depan.

  • GFX jersey Asics Umbro JLeagueVissel Kobe/Gamba Osaka

    Tiga brand, tiga klub...

    Kemudian untuk bagian penutup, ada tiga brand apparel yang masing-masing diwakili oleh satu klub. Ada Asics dengan Vissel Kobe -- ya benar, ini adalah klubnya Andres Iniesta. Lalu, ada Umbro dengan Gamba Osaka yang selalu keren. Dua klub Osaka ini setiap musim selalu berkompetisi dalam menyajikan jersey-jersey yang keren, Gamba dan Cerezo. Terakhir, ada brand legendaris, Penalty, dengan Shonan Belmare. 

    Jersey Vissel Kobe yang sekarang tidak jauh berbeda dengan desain musim sebelumnya. Hanya, sekarang motif diamond-nya jauh lebih kecil. Jersey kandangnya berwarna marun dan jersey tandangnya hitam. Keduanya sama-sama tampil dengan aksen putih. Blok besar di dada muncul, gunanya supaya sponsor Rakuten bisa mendapatkan visibilitas maksimal. 

    Jersey ketiga berwarna putih. Kiper hijau dan biru. Desainnya sama dengan jersey kandang dan tandangnya. Hanya, kemunculan patterndiamond di ketiga jersey ini lebih subtle. Berbeda dengan kandang dan tandang yang motif diamond-nya kontras dan jelas sekali terlihat.

    Gamba Osaka bersama Umbro kembali memunculkan jersey yang bagus dengan grafis khasnya yang berani. Grafis tersebut dikombinasikan dengan lima grafis vertikal berwarna hitam, yang muncul di bagian depan maupun belakangi. Grafis tersebut bukan tanpa arti, yang menandakan Gamba Osaka yang kuat dan bersatu. 

    Jersey tandang dan kiper masih menggunakan template yang sama, meski grafis pada jersey tandangnya berbeda. Grafis pada jersey kiper mengikuti jersey kandang, yang berubah menjadi warna merah, kuning, dan hijau. Garis vertikal tetap muncul, tetapi jadi subtle di semua jersey ini -- ada pengecualian, hanya ada pada jersi kandangnya.

  • 20210126_Shonan(C)J.LEAGUE

    Non-stop football...

    Terakhir, ada Shonan Belmare dengan Penalty. Klub ini berbasis di Hiratsuka, Tokyo. Klub ini berafiliasi dengan lautan. Nama Bellmare sendiri berasal dari frase dari bahasa Italia, bello dan mare, yang berarti “laut yang indah”. Maka ada warna-warna khas laut yang dipakai oleh klub ini. 

    Jersey kandangnya berwarna hijau dengan bumbu biru dan putih. Hadir dengan grafis yang seperti ombak. Grafis tersebut mengekspresikan kesatuan klub, non-stop football, dan gelombang tak terbatas yang kembali ke pantai Shonan. Klise sih, tapi memang seperti itu. Grafis di sebuah jersey pasti ada ceritanya, dan tidak hanya jualan produk. Cerita seperti inilah dikombinasikan dengan konsep yang kuat yang bisa sangat membantu dalam penjualan sebuah produk. 

    Jersey kiper ada tiga buah. Pertama, berwarna biru, persis sama dengan jersey kandangnya hanya warnanya yang berubah. Karena warna biru ini melambangkan laut. Dua warna lain adalah pink dan hitam. Grafisnya sama dengan jersey tandang yang berwarna putih. Template masih sama semua, tapi grafisnya saja yang berbeda.

    *Penulis adalah desainer yang salah satu hasil karyanya adalah jersey terbaru timnas Indonesia

0