Kalau biasanya saya menulis untuk blog pribadi saya, sekarang tulisan ini hadir di Goal Indonesia. Ketika pertama kali ditawarin untuk menulis oleh Goal, saya sudah pasti sulit untuk menolak. Apalagi ini tidak diberikan tenggat waktu yang mepet dan saya menulis tentang apa yang saya suka, menulis tentang jersey.
Dari 20 klub yang ada di J1, mereka menggunakan aparel yang cukup beragam. Total ada sepuluh brand aparel berbeda. Ada nama-nama besar yang tentu saja kita sudah tidak asing, seperti Nike, Adidas, Puma -- yang, menurut saya, merupakan brand tiga besar dunia. Kemudian berturut-turut ada New Balance, Umbro, Mizuno, Asics, serta Penalty (legendaris sekali brand ini). Ada juga Yonex, yang kalau kita tahu, berafiliasi lebih dekat dengan badminton. Ternyata, di J-League mereka juga support untuk sepakbola. Tidak hanya satu klub, tapi mereka support untuk dua klub sekaligus, yaitu Avispa Fukuokan dan Kashiwa Reysol. Brand aparel terakhir adalah brand lokal bernama Soccer Junky. Mereka adalah sponsor klub Yokohama FC, klub tempat Shunsuke Nakamura bermain sekarang.
Sedikit tambahan di luar desain jersey, tapi ini masih berhubungan tentunya, mulai tahun ini J-League menggunakan satu type face untuk semua klub yang berpartisipasi. Kebijakan ini mengikuti liga di Eropa yang sudah lebih dulu menggunakannya, seperti Liga Primer Inggris, Ligue 1 Prancis, dan Serie A Italia -- yang juga sama-sama memulainya musim ini. Saya sendiri termasuk salah satu yg pro dengan kebijakan ini, karena membuat semua koleksi klub di liga tersebut jadi lebih rapi berkat adanya kesamaan.










