Maradona and Messigrok

Diterjemahkan oleh

Jenius yang nakal atau pemburu emas... Apakah Messi telah menduduki takhta Maradona?

Selama bertahun-tahun, Argentina hidup dengan satu prinsip olahraga yang intinya adalah bahwa Diego Armando Maradona adalah bintang terpenting di dunia sepak bola, dan tak ada yang menandinginya di hati para penggemar olahraga ini di negara tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, muncullah seorang pemuda bernama Lionel Messi, yang mengubah sejarah dan memecahkan berbagai rekor, hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara Piala Dunia Qatar 2022 dan semakin mendekati gelar Piala Dunia 2026.

 Prestasi mantan bintang Barcelona ini memunculkan pertanyaan yang dulu dianggap sebagai “kekafiran sepak bola” di jalanan Buenos Aires: Apakah Messi benar-benar telah mengungguli Maradona dan merebut tahtanya, ataukah kedudukan Diego akan tetap tak tergoyahkan, seberapa pun gemilangnya pencapaian “Si Kutu”?

  • maradonaChatGPT

    Maradona... Kebanggaan bangsa di kaki sang legenda

    Tak ada kata-kata yang mampu menggambarkan betapa istimewanya posisi Maradona di hati rakyat Argentina, sejak tahun 1980-an hingga setelah kematiannya pada November 2020.

    Untuk memahami nilai legenda Maradona, kita tidak perlu melihat statistik, melainkan konteks historisnya. Kemenangannya di Piala Dunia Meksiko 1986 bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan tindakan balas dendam bagi negara yang terluka setelah kekalahan dalam Perang Malvinas melawan Inggris.

     Dua golnya ke gawang Inggris merangkum kepribadian Diego, si penipu jenius dan pesulap pemberontak.

    Dan pada Piala Dunia 1990, Maradona bermain dengan apa yang bisa digambarkan sebagai “satu kaki”, di mana ia memimpin Argentina ke final Piala Dunia Italia dengan lutut bengkak dan kaki yang cedera, sebelum akhirnya tersingkir dengan terhormat di final melawan Jerman akibat tendangan penalti yang kontroversial, sehingga citranya sebagai pahlawan yang mengorbankan tubuhnya demi bendera negaranya semakin mengakar.

  • Iklan
  • Diego MaradonaGetty Images

    Mengapa orang Argentina begitu tergila-gila pada Maradona?


    Maradona memiliki tempat yang luar biasa di hati rakyat Argentina, dan semua orang selalu membicarakannya dengan penuh kebanggaan, termasuk para legenda sepak bola di negara ini, dan yang terbaru tentu saja Lionel Messi sendiri.

    Ia juga selalu disebut sebagai pahlawan legendaris, bahkan di luar lingkaran olahraga di Argentina, yang memunculkan pertanyaan penting: mengapa orang Argentina begitu mengaguminya?

    Rahasia terbesar di balik arti penting Maradona bagi rakyat Argentina adalah bahwa semua orang menganggapnya sebagai pemain yang mewakili rakyat di lapangan.

    Maradona lahir dari keluarga yang sangat miskin di kawasan Villa Fiorito, ibu kota Argentina, Buenos Aires, dan membela tim yang memiliki basis penggemar yang sangat besar, yaitu Boca Juniors.

     Maradona merasakan penderitaan rakyat Argentina, berbicara dalam bahasa mereka, dan meneriakkan slogan-slogan mereka, yang membuat mereka menempatkannya pada posisi legendaris.

    Rakyat Argentina justru lebih mencintai kekurangan Maradona daripada kelebihannya, terutama pernyataan-pernyataannya yang kritis terhadap FIFA, sikap politiknya yang revolusioner, bahkan kecanduannya pada narkoba, serta kehidupannya yang kacau di luar lapangan.

     Semua hal ini, yang dikecam oleh banyak penggemar sepak bola di berbagai negara di dunia, tidak mengurangi cinta orang-orang Argentina kepadanya, melainkan menjadikannya sosok yang mirip dengan mereka dalam kesedihan dan kebahagiaan mereka.

  • Argentina v France: Final - FIFA World Cup Qatar 2022Getty Images Sport

     Messi... Bahasa angka yang tak kenal ampun


    Jika Maradona telah menorehkan kisah-kisah epik penuh emosi dan prestasi olahraga, maka Lionel Messi mengubah sejarah melalui angka-angka dan penampilan gemilangnya yang tak pernah pudar.

    Messi telah membawa Argentina ke final Piala Dunia sebanyak tiga kali, di mana timnya menjadi runner-up pada 2014, menjuarai turnamen pada 2022, dan kini hanya selangkah lagi dari gelar juara pada 2026.

    Dengan demikian, Messi akan bertanding di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam kariernya, sebuah prestasi yang tidak pernah dicapai oleh Maradona yang hanya bermain di final dua kali.

    Selain itu, Messi juga berhasil mencapai apa yang tidak pernah dicapai Maradona sepanjang kariernya, yaitu memenangkan Copa América dua kali.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Maradona MessiSocial

    Apa yang kurang dari Messi di hati rakyat Argentina?


    Terlepas dari semua prestasi tersebut, ada yang berpendapat bahwa Messi tidak memiliki keunggulan besar yang dimiliki Maradona, yaitu tumbuh besar di Argentina serta memiliki ikatan langsung dengan rakyat dan para penggemar melalui penampilannya bersama Boca Juniors.

    Messi meninggalkan Argentina saat masih berusia 13 tahun untuk pindah ke Barcelona, dan ia tidak pernah bermain untuk klub besar Argentina yang sangat populer seperti Boca atau River Plate.

    Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Spanyol, dan saat ini di Amerika Serikat, sehingga menurut sebagian orang ia merupakan produk budaya Eropa, bukan anak dari lingkungan rakyat Argentina seperti halnya Maradona.

    Selain itu, kepribadian Messi tenang, introvert, mengutamakan stabilitas keluarga, menghindari konflik, dan sama sekali menjauhi kontroversi serta pernyataan-pernyataan provokatif.

    Gaya hidup ideal ini menjadikan Messi ikon global, namun juga membuatnya kehilangan karisma rakyat yang luar biasa di Argentina—karisma yang dulu digunakan Diego untuk menggerakkan massa melalui pernyataan-pernyataannya yang tegas dan sikap-sikap pemberontaknya, yang sangat selaras dengan karakteristik masyarakat Argentina.

  • FBL-WC-2026-MATCH70-JOR-ARG-FANSAFP

    Apakah Messi telah menggantikan posisi Maradona?


    Jawaban atas pertanyaan ini tidak sama bagi semua orang. Di luar Argentina, tampaknya mantan bintang Barcelona ini lebih diunggulkan, mengingat prestasinya secara statistik melampaui Maradona, dan keunggulannya ini akan semakin terukir jika ia berhasil menjuarai Piala Dunia pada Minggu mendatang.

    Sedangkan di dalam Argentina, hal ini belum pasti, mengingat hubungan orang Argentina dengan Maradona, yang digambarkan sebagai hubungan spiritual, yang dibangun atas kelemahan manusiawi dan kemenangan nasional di saat-saat terpuruk.

     Sementara hubungan mereka dengan Lionel Messi tetaplah hubungan yang penuh rasa hormat dan kebanggaan, kepada sang pesulap yang telah membawa kejayaan bagi mereka, serta mengubah wajah sejarah sepak bola mereka.

    Di antara kebanggaan atas prestasi Messi—yang dibesarkan di luar negeri dan memiliki kepribadian yang tenang serta jauh dari kontroversi—dan ikatan spiritual dengan sang pemberontak Maradona, putra dari permukiman miskin Argentina, pertanyaan tentang siapa bintang utama di mata orang Argentina akan tetap ada, dan jawabannya akan tetap berbeda-beda sesuai dengan preferensi masing-masing penggemar kedua legenda tersebut.