Getty Images SportJay Idzes Tegaskan Pemain Timnas Indonesia Mampu Menerjemahkan Hal Baru Yang Dibawa John Herdman
Timnas IndonesiaAdaptasi Cepat di Bawah Kendali Herdman
Kapten timnas Indonesia Jay Idzes menyambut antusias era baru di bawah kendali pelatih John Herdman, dan memberikan penilaian positif terkait proses transisi skuad Garuda dari dua arsitek sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Meski mencatatkan satu kemenangan atas Saint Kitts dan Nevis serta kekalahan dari Bulgaria dalam ajang FIFA Series 2026, Idzes melihat adanya progres yang signifikan dalam pemahaman taktik antar pemain di lapangan. Bek Sassuolo tersebut percaya rekan-rekannya memiliki kualitas untuk beradaptasi dengan filosofi permainan yang dibawa sang juru taktik baru.
Idzes Tammpil Sebagai Starter Di Dua Laga
Dalam dua pertandingan tersebut, Herdman melakukan rotasi pemain serta mempertahankan enam nama sebagai starter, yakni Idzes, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Ole Romeny, dan Ramadhan Sananta. Melihat performa tim secara keseluruhan, Idzes mengakui masih ada ruang untuk perbaikan di berbagai lini. Kekalahan dari Bulgaria menjadi pelajaran berharga efektivitas dalam menyerang dan konsistensi dalam bertahan harus terus diasah jika ingin bersaing di level internasional yang lebih kompetitif.
Getty Images SportGairah Sang Pelatih Jadi Suntikan Motivasi
Idzes menilai kehadiran pelatih berusia 50 tahun itu dianggap memberikan warna baru yang dibutuhkan untuk membangkitkan mentalitas bertanding tim nasional. Kini seluruh pemain dituntut untuk tetap sinkron dengan ide-ide progresif Herdman guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan- besar di kalender FIFA berikutnya.
“Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek,” tutur Idzes.
“Dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat. Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya.”
Momen Emosional Kembali Memakai Jersi Garuda
Bagi Idzes, kembalinya dia ke skuad Garuda bukan sekadar soal teknis di lapangan, melainkan juga obat rindu setelah absen selama lima bulan sejak laga terakhir di Arab Saudi. Kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026 tetap menjadi luka, namun berkumpul kembali dengan rekan setim menjadi langkah awal untuk membangun mimpi yang lebih besar menuju edisi 2030.
“Saya rasa yang paling penting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026. Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersi ini lagi, saya sangat merindukannya,” beber sang kapten.
Iklan