- Timnas Indonesia menelan kekalahan dari Irak
- Impian skuad Garuda berlaga di Piala Dunia kandas
- Idzes bertekad meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2030
AFC
AFC
AFCMasyarakat Indonesia terpaksa harus melupakan impian mereka melihat timnas senior berlaga di Piala Dunia 2026. Itu disebabkan skuad Garuda menelan kekalahan 1-0 dari Irak dalam pertandingan terakhir mereka di Grup B putaran empat kualifikasi, Minggu (12/10) dini hari WIB, di Stadion King Abdullah Sports City Hall, Jeddah. Kapten tim Jay Idzes menegaskan, kegagalan tampil di pesta sepakbola sejagat empat tahunan itu bukan akhir dari segalanya.
Timnas senior sebetulnya mengawali pertandingan dengan baik, tetapi mereka gagal memaksimalkan peluang untuk mengungguli Irak. Zidane Iqbal akhirnya memberikan hukuman ketika dia menjebol gawang tim Merah Putih pada menit ke-76, dan itu menjadi gol penentu kemenangan Lions of Mesopotamia. Dengan demikian, timnas senior tidak berhasil meraih poin, mengingat di laga sebelumnya ditaklukkan Arab Saudi 3-2, sehingga berada di dasar klasemen.
AFCIdzes merasa kecewa dengan kegagalan tersebut, dan seperti halnya penggawa timnas senior lainnya, dia terlihat menangis. Kendati demikian, Idzes mengatakan, kegagalan berangkat ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bukan akhir dari segalanya. Idzes kini menatap Piala Dunia 2030 yang berlangsung di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
“Saya bangga dengan tim. Kami tidak menghargai diri sendiri. [Tetapi] Hidup kami tidak berakhir di sini. Kami masih di sini, untuk masa depan. Proyek ini tidak berakhir di sini. Kami akan lolos ke Piala Dunia berikutnya,” tegas Idzes dikutip laman ESPN Belanda.
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Bek klub Serie A Sassuolo ini juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit asal China Ma Ning, dan menilai sejumlah keputusan yang dikeluarka sang pengadil lapangan tidak tepat. Kepemimpinan wasit ini juga menjadi sorotan pelatih Irak Graham Arnold.
“Saya selalu berusaha menghormati organisasi dan wasit. Namun hari ini ada beberapa hal yang terjadi, yang menurut saya, tidak benar. Wasit bahkan tidak mau menjabat tangan saya setelah pertandingan. Sulit menerima keputusan seperti ini. Kami menjadi emosional,” ucap Idzes.