- Venezia ditaklukkan Inter di kandang
- Idzes ditempatkan sebagai bek tengah
- Menjadi pemimpin di barisan pertahanan
AFPJay Idzes: Menyenangkan Bisa Duel Lawan Lautaro Martinez
Getty Images SportAPA YANG TERJADI?
Bek Jay Idzes kembali harus mencicipi kekalahan setelah sdibekap Inter Milan 1-0 di Penzo, Minggu (12/1) malam WIB. Terlepas dari kekalahan yang diderita timnya, Idzes mengungkapkan perasaannya bisa bertarung dengan sejumlah bintang barisan penyerangan Inter di laga tersebut. Walau begitu, Idzes menganggap dirinya bukan sebagai pemimpin di barisan belakang di saat musim Michael Svoboda sudah berakhir akibat cedera.
GAMBARAN BESAR
Idzes kembali menjalankan peran bek tengah di pertandingan ini, posisi yang sebelumnya diisi Svoboda. Gol tunggal kemenangan Inter tercipta pada menit ke-16 melalui sepakan Matteo Darmian. Saat itu, Idzes sudah berusaha menutup ruang tembak Darmian saat menerima bola muntah, tetapi tidak berhasil.
Venezia FCAPA YANG DIKATAKAN IDZES?
“Semua tim di Serie A punya pemain [depan] yang sangat kuat. Setiap minggu saya harus menghadapi pemain yang sangat kuat, dan itu tantangan buat saya,” ujar bek timnas Indonesia tersebut.
“Hari ini (Minggu malam) saya harus menghadapi pemain seperti Lautaro [Martinez], [Mehdi] Taremi, [Marcus] Thuram, [Marko] Arnautovic. Senang bisa berduel dengan pemain seperti itu. Saya mencoba menikmatinya dan memberikan segalanya.”
LEBIH JAUH LAGI
Penampilannya dalam memimpin barisan belakang Venezia mendapat pujian, dan sejumlah media di Italia memberikan penilaian bagus terhadap sang pemain, mengingat Svoboda sudah tidak bisa bermain lagi. Kendati demikian, Idzes bersikap merendah ketika ditanya tentang hal itu.
“Saya pikir saya adalah pemain yang dapat melakukan banyak peran. Ada banyak yang absen dan ini berdampak, dan peran saya tidak penting. Tetapi fakta saya berguna bagi tim, tidak ada yang lebih penting daripada tim, dan saya menyadari hal itu,” tutur Idzes.
“Kami punya banyak pemimpin di tim ini, Svoboda adalah salah satunya. Kami punya perpaduan yang bagus antara pemain muda dan yang lebih berpengalaman seperti [Joel] Pohjanpalo dan [Francesco] Zampano. Saya bukan satu-satunya yang punya banyak pengalaman, dan yang terpenting adalah tim yang kami punya.”



