Tidak boleh terpeleset lagi. Itulah tuntutan fans Inter terhadap tim kesayangan mereka. Pertandingan melawan Monza menjadi momen penting bagi Inter Milan untuk menghentikan catatan buruk di kompetisi domestik.
Satu imbang dan tiga kekalahan di empat pertandingan sebelumnya telah mendepak Inter dari zona Liga Champions. Tentunya ini bukan catatan yang bagus bagi Inter, mengingat di tiga musim sebelumnya selalu berada di dua besar, satu di antaranya berupa gelar juara.
Kemenangan atas Benfica pada leg pertama perempat-final Liga Champions telah memutus rantai buruk tersebut. Namun itu merupakan ajang berbeda. Inter harus membuktikan bila rekor buruk di Serie A juga bisa diputus dalam laga nanti.
Hanya saja, Inter tidak akan mudah melalui adangan Monza. Tim yang dipimpin mantan bos AC Milan Silvio Berlusconi ini tak ingin sekadar numpang lewat di Serie A. Mereka ingin merasakan atmosfer kompetisi tertinggi di Italia itu lebih lama.
Seperti halnya Inter, Monza juga melalui empat laga terakhirnya tanpa kemenangan. Namun Monza lebih baik, karena mendapatkan tiga imbang dan satu kekalahan. Dalam pertemuan pertama, Monza juga sukses menahan Inter 2-2. Torehan itu akan menjadi modal berharga bagi Monza kala bertamu ke San Siro.




