Shin Tae-yong - Timnas IndonesiaPSSI

Ini Baru Awal! Lanjutkan Kontrak Shin Tae-Yong! - Sapto Haryo Sebut STY Meraih Hal Yang Tidak Bisa Digapai Pelatih Timnas Indonesia Lain

  • Indonesia cetak sejarah di kandang Vietnam
  • Menang pertama kali dalam dua dekade
  • Sapto Haryo apresiasi tinggi kinerja STY
  • APA YANG TERJADI?

    Timnas Indonesia meraih kemenangan bersejarah di Mỹ Đình National Stadium dengan memutus rekor tak pernah menang dalam 20 tahun menghadapi Vietnam.

    Gol-gol dari Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen dan Ramadhan Sananta membuat Garuda berpotensi lolos ke Piala Asia 2027 sekaligus melangkah ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Hasil tersebut disambut sangat meriah dengan loyalis Merah Putih semakin mengelukan nama Shin Tae-yong yang menjadi nahkoda Garuda.

    Senada dengan pengamat sepakbola, Sapto Haryo, yang menilai kinerja STY sangat layak diganjar dengan kontrak baru, terlebih lagi dengan masa efektif sang pelatih dalam mengelola timnas Indonesia sebenarnya baru saja dimulai mengingat pandemi Covid-19 yang sempat melanda seluruh dunia.

  • Iklan
  • APA YANG DIKATAKAN?

    "Teruskan, Lanjutkan (kontrak Shin Tae-yong), STY harus tetap melatih apapun yang terjadi di Piala Asia U-23 karena tim ini sedang dibangun," ujar Sapto Haryo di Nalar TV Indonesia.

    "Jika kita bicara naturalisasi, ini bukan pertama kali dilakukan, era sebelumnya juga banyak pemain yang dinaturalisasi, ternyata hasilnya tidak ada. Artinya, belum tentu pemain naturalisasi datang, dipegang orang yang belum tepat, ternyata prestasi kita tetap stagnan.

    "Jadi, walaupun naturalisasi pernah kita tempuh, dua kali bahkan, cukup panjang periodenya dengan banyak pemain naturalisasi berdatangan sebelum era PSSI sekarang, tetapi tetap tidak bisa berprestasi.

    "Sekarang kualitas pemain naturalisasi lebih bagus, pelatihnya bisa mengendalikan, rakyat Indonesia semua suka, semua elemen bersatu (mendukung) timnas dengan rekor-rekor menang melawan Vietnam tiga kali berturut-turut, lolos 16 Besar Piala Asia. Jadi ada beberapa faktor yang tidak bisa diraih pelatih lain, tapi bisa dilakukan oleh STY.

    "Ini baru dimulai, kalau kita bicara empat tahun (STY jadi pelatih timnas Indonesia), tapi STY terpotong pandemi sehingga tidak bisa melatih terus menerus. Baru sekarang, STY benar-benar mengolah tim.

    "Jadi, ini baru awal."

0