"Teruskan, Lanjutkan (kontrak Shin Tae-yong), STY harus tetap melatih apapun yang terjadi di Piala Asia U-23 karena tim ini sedang dibangun," ujar Sapto Haryo di Nalar TV Indonesia.
"Jika kita bicara naturalisasi, ini bukan pertama kali dilakukan, era sebelumnya juga banyak pemain yang dinaturalisasi, ternyata hasilnya tidak ada. Artinya, belum tentu pemain naturalisasi datang, dipegang orang yang belum tepat, ternyata prestasi kita tetap stagnan.
"Jadi, walaupun naturalisasi pernah kita tempuh, dua kali bahkan, cukup panjang periodenya dengan banyak pemain naturalisasi berdatangan sebelum era PSSI sekarang, tetapi tetap tidak bisa berprestasi.
"Sekarang kualitas pemain naturalisasi lebih bagus, pelatihnya bisa mengendalikan, rakyat Indonesia semua suka, semua elemen bersatu (mendukung) timnas dengan rekor-rekor menang melawan Vietnam tiga kali berturut-turut, lolos 16 Besar Piala Asia. Jadi ada beberapa faktor yang tidak bisa diraih pelatih lain, tapi bisa dilakukan oleh STY.
"Ini baru dimulai, kalau kita bicara empat tahun (STY jadi pelatih timnas Indonesia), tapi STY terpotong pandemi sehingga tidak bisa melatih terus menerus. Baru sekarang, STY benar-benar mengolah tim.
"Jadi, ini baru awal."