Juventus v Galatasaray A.S. - UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second LegGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

"Ini akan seperti balas dendam" - Victor Osimhen mengungkapkan pemikirannya tentang kemungkinan pertandingan melawan Liverpool di babak 16 besar Liga Champions

  • Juve terkejut: Osimhen mencetak gol di menit-menit akhir untuk mempertahankan harapan tetap hidup.

    Raksasa Istanbul tampaknya akan melaju ke babak 16 besar setelah kemenangan 5-2 di leg pertama di Istanbul, hingga comeback yang gigih dari Juventus membuat tim Italia itu mencetak tiga gol tanpa balas untuk menyamakan skor agregat menjadi 5-5. Namun, Osimhen mencetak gol penentu di waktu tambahan, disusul gol Barış Alper Yılmaz, untuk memastikan kemenangan agregat 7-5 dan menjaga mimpi Eropa Cimbom tetap hidup. Kini, prospek perjalanan ke Anfield atau pertemuan dengan Tottenham semakin mendekat.

  • Iklan
  • FBL-EUR-C1-JUVENTUS-GALATASARAYAFP

    Osimhen menantikan atmosfer Anfield.

    Galatasaray telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik musim ini, setelah mencatat kemenangan bersejarah 1-0 atas Liverpool asuhan Arne Slot pada fase liga. Osimhen menjadi pahlawan kemenangan pada kesempatan itu, mencetak gol penalti pada babak pertama di Istanbul, namun ia tidak meremehkan betapa sulitnya pertemuan kedua, terutama saat bermain tandang.

    Berbicara kepada CBS Sports tentang kemungkinan menghadapi Liverpool atau Spurs, Osimhen jujur tentang preferensinya. "Jujur saja, menghadapi Liverpool sekarang akan seperti balas dendam," jelas striker tersebut. "Siapa pun yang kita hadapi sekarang… Saya tidak akan banyak bicara, tapi saya ingin menghindari Liverpool. Tapi jika mereka datang, ya, kita akan berjuang, tapi itu tidak akan mudah."

  • Tantangan bagi elit Eropa

    Penyerang berusia 27 tahun itu menyadari bahwa babak gugur Liga Champions tidak memberikan ruang untuk kesalahan. Meskipun ia mengungkapkan keinginan untuk menghindari lawan tertentu, ia dengan cepat menyoroti bahwa kualitas yang mendalam dalam kompetisi tahun ini membuat setiap undian menjadi sulit.

    Osimhen menyoroti perubahan lanskap sepak bola Eropa sebagai alasan untuk berhati-hati. "Maksud saya, ini Liga Champions, tidak ada tim yang mudah. Kita bisa melihat bagaimana Bodo/Glimt yang sedang naik daun tampil bagus di turnamen ini. Jika ingin menang, kita juga harus menghadapi tim-tim besar dan membuat pernyataan untuk diri sendiri. Kami sudah bertemu Liverpool, tapi kami belum bermain di Anfield. Jika kami bertemu mereka, itu akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Saya pikir kami siap untuk itu, tentu saja tidak akan mudah, tapi kami punya semangat juang," tambahnya.

  • Galatasaray-Istanbul-vs.-Liverpool-FC-UEFA-Champions-LeagueAFP

    Undian babak gugur pada hari Jumat sudah di depan mata.

    Dengan undian yang dijadwalkan pada pagi hari Jumat, para penggemar Galatasaray dengan antusias menanti apakah mereka akan dihadapkan pada raksasa Inggris lainnya. Tim Turki ini telah membuktikan diri sebagai "pembunuh raksasa" musim ini, namun laga dua leg melawan Liverpool yang sedang bangkit dan ingin membalas kekalahan mereka pada September lalu akan menjadi ujian terberat mereka hingga saat ini.

    Fokus Osimhen tetap pada semangat kolektif di ruang ganti Galatasaray, yang terlihat jelas dalam penampilan tangguh mereka melawan Juventus. Baik itu kembali ke London Utara untuk menghadapi Tottenham atau kunjungan bersejarah ke Anfield, penyerang Nigeria ini yakin timnya memiliki ketahanan mental untuk menciptakan kejutan besar lainnya di panggung terbesar sepak bola.

0