Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
IJSL 2026Istimewa

Menuju Generasi Emas, IJSL Gelar Kompetisi Perdana Tingkat Sekolah Dasar Se-Jabodetabek

IJSL menggelar kompetisi sepak bola antarsekolah dasar di wilayah Jabodetabek kategori U-9 dan U-11, yang berlangsung di Lapangan Sintetis Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang.

Kompetisi yang akan berlangsung dari 19 September hingga 31 Oktober 2026 ini digelar setiap hari Sabtu dan diikuti 70 sekolah dari wilayah Jabodetabek serta Karawang. Tercatat sebanyak 30 tim SD ambil bagian di kategori U-9, sedangkan 40 tim lainnya berlaga di kategori U-11.

  • IJSL 2026Rizkaart Cendradiputra (GOAL)

    Sistem Kompetisi

    Ketua Penyelenggara IJSL Donny Octaviano menjelaskan, kompetisi yang berlangsung selama dua bulan ini digelar beberapa tahap. Kategori U-11 memiliki 40 tim yang dibagi ke dalam empat grup, sementara U-9 diikuti 30 tim yang terbagi dalam tiga grup. Setiap tim menjalani pertandingan dengan durasi 2x15 menit.

    Donny mengatakan, kompetisi ini tidak semata-mata mengejar gelar juara, karena pemain masih berada pada usia sekolah dasar, perkembangan anak menjadi perhatian utama.

    ”Kami bukan turnamen yang mementingkan mereka meraih pencapaian. Memang pencapaian penting, tapi untuk umur segini perkembangan itu yang lebih penting. Apresiasi untuk anak-anak ini agar terus tumbuh dan berkembang. Jadi mereka tidak lagi mengutamakan bahwa kalau kami kalah, kami bukan pemenang,” tutur Donny kepada media.

  • Iklan
  • IJSL 2026Istimewa

    Menuju Generasi Emas

    Sementara itu, Program Director IJSL Indra Sjafri mengatakan, kompetisi antarsekolah dasar menjadi langkah awal IJSL untuk memperluas pembinaan sepak bola usia dini. Jabodetabek dipilih sebagai wilayah pilot project sebelum konsep tersebut dikembangkan ke daerah lain di Indonesia.

    "Untuk event ini, kita bikin antar-SD dan event ini diikuti 70 sekolah. Apakah nanti dari event pertama ini kita akan memperbesar? Nanti kita lihat. Cuma kita inginnya nanti antar-SD ini dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Tentu nggak bisa langsung sekaligus," ungkap Indra.

    "Makanya IJSL membuat pilot project dulu untuk Jabodetabek. Tahun ini memang belum semua ikut dan mudah-mudahan berjalan lancar. Dan saya yakin, dari anak-anak SD ini, kalau di 2045 kan merekalah generasi emas, yang menjadi cikal bakal bagian dari generasi itu," tambahnya.

  • IJSL 2026Istimewa

    Dua Kelompok Umur

    Mantan Direktur Teknik PSSI itu menjelaskan, pemilihan kelompok usia U-9 dan U-11 berkaitan dengan pembinaan pemain di level grassroot. Kelompok usia tersebut merupakan tahap awal sebelum pemain masuk ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

    "Untuk kategori usianya, usia 9 dan 11, jadi usia-usia di bawah 12 tahun atau grassroot. Mungkin ada pertanyaan, kenapa membuat dua kategori usia? Jadi, youth development itu dibagi tiga pengelompokan umur: 12 tahun ke bawah, 13–15 tahun, dan 16–19 tahun," tutur Indra lagi.

    "Usia 13–15 sudah ada untuk tim nasional U-15 dan U-17. Setelah itu usia 16–19, kompetisi usia muda untuk tim nasional U-20. Kita mengambil yang lebih bawah lagi. Kenapa? Kalau kelahiran yang 12 tahun ke bawah ini, pas di 2045 nanti usia-usia emasnya. Jadi kita mulai lebih awal, tentu lebih baik," bebernya.


  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • IJSL 2026Rizkaart Cendradiputra (GOAL)

    Lima Faktor Utama

    Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu menambahkan, pembinaan pemain usia dini membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai infrastruktur, kurikulum, pelatih berkualitas, tahapan pembinaan, hingga kompetisi yang berkesinambungan.

    ”Lima hal untuk anak-anak kita supaya bisa berkembang. Infrastrukturnya harus bagus untuk dia berlatih, kurikulumnya juga harus bagus. PSSI punya tanggung jawab. Ketiga, pelatih-pelatih yang menangani juga harus cukup dan berkualitas. Yang keempat, tahapan pengembangannya tadi. Jangan terburu-buru. Saat dia grassroot, bina secara bagaimana cara membina pemain-pemain grassroot. Begitu juga dengan usia 13–15 dan 16–19. Dan terakhir, sediakan kompetisi yang bagus untuk dia," pungkasnya.

    Kompetisi IJSL antarsekolah dasar ini diharapkan menjadi ruang kompetisi yang sehat bagi pemain usia dini sekaligus membuka peluang pengembangan liga antarsekolah dasar ke wilayah lain di Indonesia.