Dalam sambutannya, Prapanca merasa bersyukur Persija tetap hadir dan terus menyala hingga di era saat ini. Ia memberikan ucapan terima kasihnya kepada para pemain dan pengurus di masa lalu, atas kerja keras mereka membawa Macan Kemayoran di level saat ini.
“Dalam sejarahnya, Persija tidaklah sekadar sebuah klub sepak bola. Persija berdiri dan mengawali kiprahnya pada 1928 sebagai sebuah simbol dari pergerakan, persatuan, dan perjuangan. Seiring berkembangnya zaman, walau dalam konteks yang tentu saja berbeda. Namun api semangat tersebut terus menyala hingga sekarang,” ucap Prapanca.
"96 tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Banyak halangan dan rintangan yang telah Persija hadapi dan taklukkan, hingga sampai di titik di mana Persija berdiri saat ini. Oleh karena itu, kami harus berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada para pemain dan para pengurus Persija di masa lalu. Karena tanpa kerja keras dan dedikasi mereka, Maka Persija tidak akan menjadi sebesar dan sesolid sekarang,” ujarnya.
“Tak lama lagi, Persija akan berusia satu abad. Saya bersama seluruh jajajaran manajemen, tengah berusaha menyiapkan sesuatu yang revolusioner untuk menandai satu abad Si Macan Kemayoran. Mohon doa dari para hadirin dan seluruh keluarga besar Persija, agar mimpi tersebut dapat kami wujudkan. Untuk pendukung kami, the Jakmania, kami ucapkan terima kasih karena telah dengan setia berada di belakang kami dalam apa pun keadaannya,” jelasnya.