- Arnold mundur dari kursi pelatih Australia
- Popovic ditunjuk sebagai penggantinya
- Menjanjikan permainan Socceroos lebih dinamis
X/@@Socceroos'Harus Dinamis' – Tony Popovic Sebut Permainan Australia Datar Saat Ditahan Indonesia
APA YANG TERJADI?
Kekalahan dari Bahrain dan hasil imbang melawan Indonesia membuat Graham Arnold memutuskan mundur dari kursi pelatih Australia. Mantan pelatih Melbourne Victory kemudian ditunjuk mengisi posisi yang ditinggalkan Arnold. Popovic menyebutkan 'permainan Australia datar' di dua pertandingan awal Grup C putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026, dan ia akan berusaha mengubahnya.
GAMBARAN BESAR
Kekalahan dan hasil imbang membuat Australia berada dalam ketidakpastian untuk merebut tiket otomatis ke Piala Dunia 2026, mengingat ada Jepang dan Arab Saudi yang menjadi rival utama mereka di Grup C. Australia selanjutnya akan menghadapi tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yakni Tiongkok dan Jepang. Popovic tidak menginginkan permainan datar di dua laga pertama terulang lagi di pertandingan berikutnya.
Getty ImagesAPA YANG DIKATAKAN POPOVIC?
“Di dua pertandingan terakhir permainan kami sedikit datar. Mungkin kami bisa sedikit lebih dinamis, kami bisa mengoper bola lebih cepat, kami bisa memasukkan lebih banyak pemain ke dalam kotak penalti. Saya yakin kami bisa mendapatkannya kembali, dan melakukannya dengan lebih baik ke depannya,” beber Popovic.
“Kami perlu lebih terhubung sebagai tim dengan dan tanpa bola, [bermain] dengan energi dan gairah, dan dengan kecepatan dan tipe permainan dinamis yang saya yakini akan dinikmati para pemain.”
LEBIH JAUH LAGI
Popovic mengakui tak mudah untuk mendapatkan tiket otomotis. Kendati demikiann, pelatih berusia 51 tahun ini meyakini bisa membawa Socceroos lolos, meski harus bermain buruk.
“Kami harus menang. Kami harus selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan, tetapi lolos kualifikasi tidaklah mudah. Tidak apa-apa menang dengan cara yang buruk. Tetapi itu bukan berarti Anda berencana bermain seperti itu,” ujar Popovic.
“Saya tidak akan pernah puas ketika kami menang, dan kami tidak bermain dengan baik. Kami akan puas dengan kemenangan itu, tetapi kami harus memastikan gaya permainan kami menjadi lebih baik. Kami harus selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.”