20241013-japan-training-moriyasu(C)Masahiro Ura

Hajime Moriyasu Tegaskan Jepang Tak Anggap Remeh Timnas Indonesia

  • Jepang gagal menang untuk kali pertama
  • Melakoni dua laga tandang pada November
  • Moriyasu tetap hati-hati di kualifikasi
  • APA YANG TERJADI?

    Pelatih Jepang Hajime Moriyasu tidak ingin memandang remeh timnas Indonesia dan China dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada bulan depan. Moriyasu berkaca dari kegagalan Jepang mendulang poin penuh setelah bermain imbang 2-2 melawan Australia dalam matchday keempat Grup C, Selasa (15/10) malam WIB, di Saitama.

  • Iklan
  • Japan v Australia - FIFA World Cup Asian 3rd Qualifier Group CGetty Images Sport

    GAMBARAN BESAR

    Setelah menemui jalan buntu sepanjang babak pertama, Australia membuka keunggulan terlebih dulu melalui bunuh diri Shogo Tanihguchi pada menit ke-58. Tim Samurai Biru bisa menyamakan kedudukan akibat gol bunuh diri Cameron Burgess di menit ke-76. Hasil imbang itu merusak catatan sempurna Jepang di tiga laga sebelumnya.

  • 20241014-japan-interview-moriyasu(C)Kenichi Arai

    APA YANG DIKATAKAN MORIYASU?

    Jepang akan bertandang ke Jakarta untuk menghadapi Indonesia. Di lain sisi, mereka mempunyai catatan bagus saat melawan China, mengingat Jepang menggunduli tim Naga Emas tujuh gol tanpa balas bulan lalu.

    “Saya tidak menganggap kualifikasi Piala Dunia adalah jalan yang mudah. Karena itu, saya ingin terus menempuh jalan yang sulit ini selangkah demi selangkah, dan lolos ke Piala Dunia,” ujar Moriyasu mengenai dua pertandingan bulan depan.

  • KEBOBOLAN MENYAKITKAN

    Di lain sisi, Jepang untuk pertama kalinya kebobolan setelah melalui enam laga putaran dua dan tiga sebelumnya menorehkan hasil impresif.

    “Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan pertahanan kami. Itu adalah gol bunuh diri, jadi itu adalah kebobolan yang menyakitkan,” kata Moriyasi.

    “Tetapi itu bukanlah kebobolan yang membuat kami kehilangan pijakan secara keseluruhan. Jadi saya ingin para pemain terus melakukan apa yang telah mereka lakukan dengan percaya diri, dan mengubah taktik.”

0