Sunderland
Sunderland
SunderlandXhaka kembali menjadi pusat permainan saat Swiss menundukkan Aljazair 2-0 di babak 32 besar Piala Dunia. Meski gol dicetak Breel Embolo dan Dan Ndoye, kapten Swiss itu mengendalikan tempo pertandingan dan memastikan timnya tampil solid sepanjang laga.
Laga tersebut juga menjadi momen spesial bagi gelandang berusia 33 tahun itu karena menandai penampilan internasionalnya yang ke-150. Klubnya, Sunderland, turut menyoroti pencapaian tersebut melalui media sosial saat Swiss memastikan tempat di babak 16 besar.
Xhaka mencatat 85 sentuhan, melepaskan 70 umpan dengan akurasi 87 persen, serta memenangi mayoritas duel individunya. Kemenangan itu juga mengakhiri penantian panjang Swiss untuk meraih kemenangan fase gugur Piala Dunia pertama sejak 1938.
SunderlandPerforma Xhaka mendapat pujian dari pundit BBC Sport, Sue Smith, yang menilai pengalaman sang kapten menjadi fondasi penting bagi perjalanan Swiss di turnamen ini. Ia menyoroti kemampuan Xhaka mengendalikan ritme permainan sekaligus membimbing para pemain muda di sekelilingnya.
Smith mengatakan: "Saya menyebut Granit Xhaka berulang kali dan itu karena dia yang menentukan tempo, dialah yang memutuskan kapan harus mempercepat dan kapan harus memperlambatnya. Memiliki pemain berpengalaman seperti dia di dalam tim serta talenta muda yang menjanjikan di sekitarnya, ini adalah tim yang akan berpikir mereka bisa terus melaju."
Swiss selanjutnya akan menghadapi Kolombia di BC Place, Vancouver, pada babak 16 besar. Kolombia datang dengan performa meyakinkan setelah memuncaki grup dan mengalahkan Ghana 1-0 di babak 32 besar. Tim asuhan Nestor Lorenzo baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sementara ancaman kreativitas James Rodriguez dan kecepatan Luis Diaz akan menguji organisasi permainan Swiss.
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
SunderlandLaga di Vancouver diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim datang dengan susunan pemain yang relatif mapan. Pertarungan antara Xhaka dan James Rodriguez diperkirakan menjadi aspek paling menentukan dalam perebutan kendali permainan.
Bagi Swiss, kemenangan akan memperpanjang pencapaian bersejarah mereka di turnamen ini. Sementara itu, Kolombia berusaha mempertahankan konsistensi yang telah membawa mereka melaju dengan pertahanan kokoh dan serangan yang efisien.