PSIM JogjaVan der Avert merasakan gempa bumi untuk pertama kalinya
PSIM Yogyakarta merekrut Jop van der Avert pada bursa transfer paruh musim untuk menambah kekuatan di sektor pertahanan. Berkarir di Indonesia menjadi petualangan pertama bek berusia 25 tahun itu, atau yang kedua di benua Asia. Walau begitu, Van der Avert mendapatkan pengalaman mengagetkan setelah satu pekan berada di Indonesia, dia merasakan gempa bumi yang membuat dirinya terbangun di malam hari, dan nyalinya sempat menciut.
Sempat ingin mengakhiri karirnya di Indonesia
“Saya ketakutan. Awalnya, Anda mengantuk dan berpikir, 'Apakah saya benar-benar terjaga?' Namun, bangunan berguncang dari sisi ke sisi. Saya segera berlari keluar, dan seluruh penghuni apartemen berada di luar,” ujar mantan penggawa FC Dordrecht ini kepada laman BN DeStem.
Untuk sesaat, ia berpikir petualangannya di Indonesia akan singkat dengan mengatakan sambil tertawa: “Tentu saja, saya berpikir: cukup, cukup. Mereka bisa saja mulai mencari saya di reruntuhan. Untungnya, tidak terlalu buruk. Sekarang ini hanya menjadi sebuah cerita yang bagus.”
Adaptasi berjalan mudah berkat keberadaan Van Gastel
Chungbuk Cheongju FC tidak memperpanjang kontrak Van der Avert yang selesai pada November 2025 sampai akhirnya tiba tawaran dari PSIM. Van der Avert mengaku tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi, karena klub tersebut juga ditangani pelatih asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, yang secara kebetulan juga berasal dari Brabant, dan memiliki sejarah dengan NAC dan Willem II.
“Saat itu sudah liburan musim dingin. Saya sudah terbiasa bermain dengan intensitas penuh di bulan Desember, jadi setelah dua minggu liburan, saya mulai berlatih sendiri untuk menjaga kebugaran,” kata Van der Avert.
“Tidak ada yang membuat saya berpikir, 'Ini dia.' Sampai Indonesia menjadi pilihan. Anda mencari informasi tentang klub tersebut, dan Anda langsung melihat ada manajer asal Belanda.”
“Kami tidak saling mengenal. Saya hanya pernah bermain melawannya sekali dengan FC Dordrecht (dan menang) ketika dia menjadi pelatih NAC. Apa yang saya lihat darinya sekarang: orang yang sangat baik dan pelatih yang bagus. Sangat bagus jika seorang pelatih memiliki taktik yang kuat, tetapi saya juga berpikir bagaimana seseorang berinteraksi dengan Anda itu penting. Van Gastel sangat santai dan mudah bergaul.”
Menjalani laga pertama di kandang pada pekan depan
Van der Avert telah menjalani debutnya bersama PSIM pada akhir pekan kemarin ketika bermain imbang 2-2 melawan Persik Kediri. Dia akan merasakan laga kandang pertamanya kala PSIM menyambut kedatangan Bali United di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2) malam WIB.
Iklan

