koki ogawaGetty Images

Gaya Main Rekan Calvin Verdonk Diyakini Bisa Acak-Acak Pertahanan Timnas Indonesia

  • Ayase Ueda absen memperkuat Jepang
  • Koki Ogawa menjadi andalan di lini depan
  • Doan sudah memahami karakter permainan Ogawa
  • APA YANG TERJADI?

    Kehilangan Ayase Ueda di barisan depan Jepang tidak membuat gelandang Ritsu Doan merasa khawatir saat menghadapi timnas Indonesia dalam matchday kelima Grup C putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Doan menilai Koki Ogawa akan menjadi pengganti yang tepat untuk membongkar tembok pertahanan skuad Garuda pada laga, Jumat (15/11) nanti.

  • Iklan
  • GAMBARAN BESAR

    Ueda harus menepi hingga tahun depan akibat cedera kaki atas yang membuatnya tak masuk ke dalam skuad Jepang. Tumpuan kini ditujukan kepada Ogawa yang telah melesakkan lima gol buat NEC Nijmegen pada musim ini. Ogawa juga sudah mencetak dua gol di putaran tiga kualifikasi dengan status sebagai pemain pengganti. Penyerang berusia 27 tahun ini pun berpeluang berhadapan langsung dengan rekannya di NEC, Calvin Verdonk.

  • ritsu doan-japan-202406(C)Getty Images

    APA YANG DIKATAKAN DOAN?

    “Terkadang serangan sederhana itu efektif. Koki meminta banyak permainan sederhana, seperti menyuruhnya bergerak maju sebelum menerobos, dan dia memiliki sedikit naluri sepakbola Eropa,” ujar Doan dikutip laman Soccer Digest.

    “Saya pikir saat Indonesia muncul dengan serangan balik berbahaya yang menjadi bagian taktik mereka, kita akan benar-benar membutuhkan kekuatan dia [untuk mencegahnya lebih dini].”

  • LEBIH JAUH LAGI

    Doan menambahkan, ia mempunyai pemahaman yang mendalam dengan Ogawa, karena sudah bersama dengan sang penyerang sejak di tim nasional kelompok umur.

    “Dia sudah bermain cukup lama, jadi saya tahu karakteristiknya. Dia memiliki karakteristik yang berbeda dari Ayase, dan dia memiliki insting yang bagus untuk hal-hal di dalam kotak penalti, jadi saya percaya padanya,” beber Doan.

    “Sangat penting juga bagi penyerang lain untuk mengetahui karakteristik rekan setimnya, karena mereka memiliki sedikit waktu latihan. Jadi, mereka perlu berkomunikasi satu sama lain dan menyelesaikan tugas.”

0