“Saya berharap tradisi juara di ajang piala berlanjut.” Kalimat itu ditegaskan pelatih Inter Milan Simone Inzaghi menjelang pertandingan final Coppa Italia melawan Fiorentina.
Inzaghi berkaca dari petualangan Inter di ajang piala dalam dua musim terakhir, di bawah komandonya. Inter tampil sebagai kampiun Coppa Italia musim lalu setelah mengalahkan Juventus di final. Mereka juga menjadi juara Piala Super Italia berturut-turut dengan menundukkan Juventus dan Milan.
Tak heran bila Inzaghi bertekad melanjutkan tradisi itu. Apalagi musim ini dibilang spesial, karena ada dua trofi yang masih diburu Inter. Selain Coppa Italia, satu lagi ajang piala yang dikejar adalah Liga Champions.
Tetapi, tidak mudah bagi Inter mewujudkan hal itu. Hal ini tak lain lawan yang akan mereka hadapi adalah Fiorentina. Fiorentina menjadi momok bagi Inter pada musim ini, karena mereka dipaksa menelan dua kekalahan dari La Viola.
Tak jauh berbeda dengan Inter, Fiorentina juga masih mempunyai dua piala yang sedang mereka kejar. Di samping Coppa Italia, Fiorentina memiliki kans mengangkat trofi di UEFA Conference League. Ditambah Fiorentina paceklik gelar dalam 22 tahun terakhir.
Kendati demikian, Inter berada dalam kondisi bugar setelah beberapa nama disimpan ketika dikalahkan Napoli di Serie A pada akhir pekan kemarin. Sebaliknya, Fiorentina mempunyai catatan tak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Tak pelak duel kedua tim akan berlangsung sengit dan seru.




