Dalam skenario ideal, klub mana pun lebih memilih menyeimbangkan antara proses penjualan dan pembelian, agar tidak memberi kesan adanya kebutuhan mendesak, baik saat menjual pemainnya maupun saat mendatangkan nama-nama yang dibutuhkan.
Namun sifat bursa transfer yang dijalankan Real Madrid musim panas ini menjadikan perekrutan sebagai prioritas, dengan harapan transaksi-transaksi ini juga dapat membantu menentukan pemain-pemain yang keluar dari rencana tim.
Ada berkas-berkas yang masih terbuka di semua lini. Di lini pertahanan, kebutuhan untuk mendatangkan bek tengah baru (di samping seorang gelandang) masih tetap ada, tetapi hal itu mengharuskan kepergian Raul Asencio terlebih dahulu.
Muncul pula spekulasi seputar kemungkinan kepergian Alvaro Carreras, seiring kesadarannya akan besarnya minat yang tertuju kepadanya, terutama dari klub-klub Liga Premier Inggris.
Meski demikian, penjualan terbesar yang diperkirakan justru terpusat di lini-lini lainnya, karena hal itu bisa menjadi awal dari fase pergantian dan pembaruan setelah dua musim mengecewakan yang tidak menghadirkan satu gelar pun bagi tim.
Pergerakan bursa terkait Tchouameni dan Eduardo Camavinga pun berjalan ke arah ini, meski dengan latar belakang yang berbeda.
Yang pertama dikabarkan telah memperpanjang kontraknya hingga tahun 2031, tetapi bukan berarti tidak ada peminat atas jasanya di Inggris, dan ia memiliki posisi tawar yang kuat. Adapun rekan senegaranya, Camavinga, tampak lebih dekat untuk pergi cepat atau lambat setelah musim yang buruk.
Meski begitu, angka-angka yang beredar, yang melampaui 70 juta euro, mencerminkan pembengkakan harga di bursa.