Getty Images
Getty ImagesIndonesia Di Asian Games
Goal Indonesia telah merangkum beberapa fakta menarik dari keikutsertaan timnas Indonesia sejak Asian Games 1951 hingga masa diberlakukannya kebijakan penggunaan pemain U-23 mulai Asian Games 2002 Busan, Korea Selatan. Berikut ulasannya:
Goal / Abi YazidPartisipasi Perdana
Indonesia langsung ikut serta ketika cabang sepakbola dimainkan pertama kali pada Asian Games 1951 New Delhi, India. Namun, ketika itu Indonesia langsung gugur di babak pertama setelah dikalahkan tuan rumah India dengan skor 3-0. Kala itu, cabang sepakbola Asian Games hanya diikuti enam tim.
Asian Games 2018 akan menjadi partisipasi kali kesepuluh bagi tim sepakbola Indonesia. Setelah turut serta secara beruntun sejak Asian Games dimulai 1951, Indonesia hanya tampil sekali (1986) pada kurun waktu 1974 hingga 2002. Merah-Putih kemudian kembali tampil dua kali dalam tiga edisi terakhir Asian Games.
PSSIPencapaian Terbaik
Prestasi terbaik Indonesia di Asian Games adalah mendapatkan medali perunggu Asian Games 1958 Tokyo, Jepang. Pada perebutan medali perunggu atau tempat ketiga, Indonesia yang ketika itu dilatih Tony Pogacnik menaklukkan India dengan skor telak 4-1. Sedangkan prestasi terburuk adalah tidak lolos dari fase grup pada Asian Games 1962 (Jakarta, Indonesia) dan 2006 (Doha, Qatar).
Getty ImagesTuan Rumah
Sebelum 2018, Indonesia pernah sekali menjadi tuan rumah Asian Games, yaitu pada 1962 di Jakarta. Sayang, saat itu timnas Indonesia yang tergabung di Grup A bersama Vietnam Selatan, Malaya (Malaysia), dan Filipina, gagal lolos dari fase grup. Tim asuhan Toni Pocagnik hanya berada di posisi ketiga di bawah Vietnam Selatan dan Malaya.
Seluruh pertandingan cabang sepakbola dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Berkebalikan dengan 2018 karena tidak ada pertandingan sepakbola yang dimainkan di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia itu. Sepakbola akan dimainkan di Bekasi, Cikarang, Cibinong, dan Bandung.
Goal / Abi YazidPelatih Asing
Luis Milla akan menjadi pelatih asing keempat yang mendampingi Indonesia di kancah Asian Games. Tiga nama sebelumnya adalah Choo Seng Quee (Singapura, 1951), Tony Pogacnik (Yugoslavia, 1954, 1958, 1962), dan Foppe de Haan (Belanda, 2006).
Tiga pelatih lain berasal dari dalam negeri, yaitu Ernest Alberth Mangindaan (1966, 1970), Bertje Matulapelwa (1986), dan Aji Santoso (2014).
GettyRekor Penampilan
Bagaimana dengan rekor penampilan Indonesia?
Indonesia telah tampil 36 kali dengan rekor 14 kemenangan, 15 kekalahan, dan tujuh kali mengalami hasil imbang. Merah-Putih telah melesakkan 67 gol dan berbanding dengan 70 kali kebobolan.
Goal / Abi YazidPencetak Gol
Striker Indonesia Ferdinand Sinaga mencetak rekor individual dengan menjadi topskor Asian Games 2014. Total Ferdinand mencetak enam gol sepanjang perhelatan turnamen di Incheon, Korea Selatan, kala itu. Empat gol sekaligus dicetak Ferdinand ketika Indonesia mengalahkan Timor Leste 7-0 pada laga perdana Grup E. Dua gol lainnya dicetak ke gawang Maladewa pada penampilan kedua Indonesia. Sayangnya, Ferdinand gagal menambah koleksi gol pada dua berikutnya menghadapi Thailand di laga terakhir grup dan Korea Utara di babak 16 besar.
PSSITim Pertiwi
Fakta lain yang tidak boleh diabaikan adalah partisipasi timnas pertiwi Indonesia pada Asian Games 2018. Inilah penampilan perdana Indonesia di cabang sepakbola putri dalam sejarah partisipasi turnamen. Secara keseluruhan, 11 tim berpartisipasi di cabang ini pada Asian Games 2018 yang sekaligus merupakan jumlah terbanyak sejak sepakbola putri dipertandingkan pada 1990.
Farabi FirdausyJadwal Pertandingan
Jadwal pertandingan Indonesia di Asian Games 2018 dapat disimak di sini.

SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

