Sebagai direktur teknis Ajax, Jordi Cruijff akan menghadapi tugas yang sangat berat dalam beberapa minggu ke depan. Ia diharapkan dapat melakukan perombakan besar-besaran pada skuad dan mendatangkan pemain baru yang dapat langsung memberikan kontribusi berarti.
Setahun yang lalu, Ajax berada dalam situasi yang serupa dengan saat ini: skuad yang tidak seimbang dan terlalu sedikit pemain yang benar-benar memiliki level yang diharapkan. Perbedaan utamanya adalah bahwa saat itu dipilih John Heitinga yang belum berpengalaman sebagai pengganti Francesco Farioli. Cruijff, yang mulai menjabat pada 1 Februari, kini memilih pelatih berpengalaman asal Spanyol, Míchel.
Bagi Ajax, musim lalu adalah musim yang sebaiknya segera dilupakan. Tim asal Amsterdam ini finis di peringkat kelima yang memalukan dan akhirnya memastikan tiket ke babak kualifikasi Conference League melalui babak play-off. Sepanjang musim, baik Heitinga maupun Fred Grim dipecat, sementara kebijakan transfer klub juga mendapat kritikan tajam.
Marijn Beuker dan Alex Kroes mendatangkan, antara lain, Oscar Gloukh, Raúl Moro, dan Ko Itakura ke Amsterdam dengan biaya yang cukup besar, namun tak satu pun dari mereka benar-benar mampu membuat perbedaan. Moro bahkan sudah hengkang lagi pada jeda musim dingin. Kesepakatan peminjaman gelandang Liverpool, James McConnell, pun berakhir dengan kegagalan.
Voetbalzone merangkum pilihan-pilihan penting yang harus diambil Míchel dan Cruijff musim panas ini untuk memastikan Ajax dapat memperkecil jarak dengan juara nasional PSV pada musim depan.






