Rizky Ridho Elkan Baggott - Latihan Timnas IndonesiaTimnas Indonesia

Elkan Baggott Enggan Buka Kartu Tak Dipanggil Shin Tae-Yong & Patrick Kluivert Ke Timnas Indonesia

  • Alasan Absen Baggott Yang Masih Misterius

    Bek jangkung Elkan Baggott akhirnya kembali memperkuat ke timnas Indonesia setelah dua tahun menghilang dari daftar panggil skuad Garuda. Pemain klub Championship Inggris Ipswich Town ini secara terbuka mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali mengenakan seragam Merah Putih dalam ajang FIFA Series 2026. Kendati demikian, Baggott enggan mengungkapkan penyebab dirinya tidak masuk ke skuad Merah Putih di bawah asuhan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert di tengah pernyataan kedua pelatih itu dan manajemen tim yang menyebutkan bek berusia 23 tahun tersebut menolak pemanggilan ke timnas senior.

  • Iklan
  • Australia v Indonesia: Round Of 16 - AFC Asian CupGetty Images Sport

    Menyatakan Bangga Bisa Kembali Berseragam Merah-Putih

    Baggott terakhir kali membela timnas senior pada putaran final Piala Asia 2023 di Qatar pada Januari 2024. Dalam keterangannya kepada wartwan, Kamis (26/3), menjelang pertandingan melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Baggott mengakui ada polemik di balik layar, namun memilih untuk bungkam.


    “Ada beberapa alasan mengapa saya tidak dipanggil ke tim nasional. Beberapa akan saya simpan hari ini, dan mungkin diceritakan lain kali. Sekarang mungkin bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya,” ujar pemain bertinggi badan 196 cm itu dikutip laman Antara.


    “Saya sangat senang bisa kembali dan mewakili negara saya lagi. Ini negara saya, dan saya ingin memberikan yang terbaik serta membuat semua orang bangga. Saya merasa terhormat. Saya ingin tampil sebaik mungkin dan membuat diri saya sendiri, keluarga saya, dan orang-orang di negara ini bangga.”

  • Kualitas dan Kepemimpinan dari Inggris

    Baggott tidak pernah mendapatkan menit bermain saat Ipswich bertanding di Championship pada musim ini, dan lebih sering dimainkan di tim U-21. Namun dia sempat dimainkan dua kali ketika The Tractor Boys berlaga di Piala FA. Saat menghadapi Blackpool, Baggott hanya tampil sebagai cameo, karena cuma bermain dua menit. Sedangkan saat dikalahkan Wrexham, Baggott turun sebagai starter, dann bermain selama 73 menit.


    Selama merumput di kompetisi Inggris, Baggott mengaku banyak memetik pelajaran berharga yang siap ditularkan ke rekan-rekan setimnya. Dia merasa kini lebih matang secara taktikal maupun mentalitas sebagai seorang pemain bertahan yang dituntut untuk mengorganisasi lini belakang dengan baik.


    “Menurut saya, saya cukup vokal, dan saya bisa membantu mengatur apa yang ada di depan saya, apa yang ada di samping saya. Itu sesuatu yang saya pelajari selama beberapa tahun terakhir,” katanya.

  • Kesiapan Menghadapi Persaingan Di Skuad Garuda

    Selepas Baggott tidak dipanggil ke timnas senior, barisan belakang mengalami perubahan. Kehadiran Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk membuat persaingan di sektor pertahanan makin sengit. Baggott menyadari situasi tersebut, dan menegaskan dirinya siap menghadapi persaingan itu.


    “Ya, pasti ada lebih banyak kompetisi pada saat ini dibandingkan sebelumnya. Tapi kami adalah negara, tim nasional yang mencoba mencapai hal-hal yang lebih besar dan lebih baik. Untuk bisa melakukan itu, Anda membutuhkann kualitas pemain yang lebih tinggi,” pungkas Baggott.