Cristiano RonaldoGetty

Diterjemahkan oleh

"Dulu aku benar-benar kurus seperti tiang" - Gelandang Bayern Munich mengapresiasi Cristiano Ronaldo sebagai "panutan" yang berperan besar dalam perkembangan fisiknya yang luar biasa

  • Rencana Cristiano Ronaldo

    Berbicara kepada Absolut Fußball, Pavlovic (21 tahun) menceritakan perubahan fisik yang luar biasa yang membantunya memperkuat posisinya di lini tengah Bayern. Ia mengakui bahwa ia tidak selalu menjadi sosok yang menonjol seperti yang dilihat para penggemar saat ini. "Dulu saya benar-benar kurus. Awalnya saya kecil, kurus, sedikit seperti tongkat. Selain itu, saya juga pemalu," ungkap pemain yang telah sembilan kali membela timnas Jerman itu, sambil menambahkan bahwa tubuhnya telah "berkembang secara signifikan".

    Untuk mencapai level elit yang dibutuhkan di Allianz Arena, Pavlovic mengambil inspirasi dari legenda Portugal, Ronaldo. Ia secara aktif fokus pada penambahan massa otot dan ketahanan untuk bersaing di jantung lapangan. "Dia adalah panutan saya secara umum. Dia adalah profesional teladan di semua aspek," jelas Pavlovic, mencatat bahwa tubuhnya kini telah berkembang secara signifikan, memberinya kepercayaan diri untuk bercanda dengan rekan setimnya.

  • Iklan
  • Aleksandar Pavlovic of FC Bayern München runs with the ballGetty Images

    Kesetiaan Seumur Hidup kepada Bayern

    Komitmennya terhadap perkembangan fisiknya telah membuahkan hasil yang signifikan, memungkinkan pemain muda ini bermain dengan keyakinan diri yang luar biasa. Posisi statusnya di tim utama Bayern telah meningkat selama tiga musim terakhir, dengan total 31 penampilan di semua kompetisi hingga saat ini. 

    "Saya sangat percaya diri. Saya ingin setiap bola, itu gaya bermain saya. Dan saya merasa lebih baik dari sebelumnya," ujarnya, sambil mengakui bahwa selalu ada ruang untuk perbaikan. Mindset ini telah menjadikannya aset vital bagi raksasa Bavaria.

    Sejak bergabung dengan klub sejak usia muda, Pavlovic menjalani kenyataan yang diidamkan jutaan anak lokal, dan ia menyambut ide menjadi pemain setia satu klub. Dengan kontrak yang berlaku hingga 2029, tetap di Munich sepanjang kariernya adalah "pasti menjadi opsi" baginya. "Saya tidak tahu apa-apa selain FC Bayern. Jika semuanya berjalan sesuai keinginan kami di sini, tidak ada alasan untuk melakukan hal lain," tegas warga asli Munich tersebut.

  • Siap untuk Der Klassiker

    Ketangguhan mental dan ikatan yang kuat dengan klub ini akan menjadi kunci saat Bayern bersiap menghadapi laga besar Bundesliga melawan Borussia Dortmund. Meskipun atmosfer di Signal Iduna Park terkenal menakutkan, Pavlovic menegaskan bahwa dia siap sepenuhnya untuk pertarungan antara dua tim teratas. "Saya mencintai Klassiker sebagai pemain sama seperti sebagai penggemar. Berlari di depan 'Sud' memang menakutkan, tapi itu tidak membuat saya gugup," ujarnya.

    Alih-alih merasa cemas, gelandang muda ini menggunakan lingkungan yang hostil sebagai motivasi untuk meningkatkan performanya. "Justru sebaliknya. Itu mendorong saya. Bahkan sejak kecil, saya tidak pernah takut dengan apa pun yang terjadi di lapangan," jelasnya. Dia mencatat bahwa permainannya selalu konsisten, menyoroti bahwa dia bahkan tidak gugup saat debut profesionalnya, yang dia anggap sebagai keunggulan signifikan.

  • Aleksandar PavlovicImago Images / kolbert-press

    Fokus pada gelar Bundesliga

    Dengan Bayern saat ini memimpin klasemen Bundesliga, fokus utama tim adalah memperlebar keunggulan mereka di puncak klasemen. Kemenangan melawan rival sengit mereka dalam Der Klassiker akan menjadi pernyataan besar dalam perebutan gelar, membuat mereka unggul 11 poin. Pavlovic menyoroti ambisi tim, mencatat bahwa motivasi di seluruh tim saat ini sangat tinggi.

    Meskipun optimis, pemain berusia 21 tahun itu segera memberikan peringatan agar tidak lengah, merujuk pada kelengahan baru-baru ini. "Sebelas poin tentu saja bagus. Namun, kami tahu bahwa kami harus tetap fokus dari awal hingga akhir di Dortmund," tegasnya. Menutup pemikirannya, ia dengan tegas mengingatkan rekan-rekannya bahwa mereka tidak boleh lengah dan kehilangan fokus seperti yang terjadi dalam pertandingan terakhir mereka melawan Eintracht Frankfurt.

0