Koopmeiners JuventusGetty

Dihajar Galatasaray 5-2 Di Liga Champions, Bintang Juventus Teun Koopmeiners: Kami Bisa Comeback Di Leg Kedua!

Article continues below

Article continues below

Article continues belo

  • Petaka di Istanbul

    Juventus harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Galatasaray dalam laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions. Meski sempat menunjukkan taji di babak pertama, Bianconeri justru luluh lantak di paruh kedua dan pulang dengan kekalahan telak 5-2. Hasil ini menjadi tamparan keras bagi lini pertahanan Si Nyonya Tua yang tampil jauh di bawah standar.

    Pahlawan tak terduga muncul dalam diri Teun Koopmeiners yang mencetak dua gol perdananya musim ini sekaligus gol pertamanya di kompetisi Liga Champions. Brace tersebut sempat membawa Juventus unggul 2-1 sebelum turun minum, memberikan secercah harapan bagi tim tamu. Namun, keunggulan tersebut sirna seketika saat memasuki babak kedua yang penuh bencana bagi skuad asuhan Luciano Spalletti.

    “Saya pikir kami memainkan babak pertama yang bagus. Kami mencetak dua gol luar biasa. Kami sempat berdiskusi di ruang ganti bahwa kami harus menjaga penguasaan bola lebih lama, namun jalannya babak kedua benar-benar tidak baik,” ujar Koopmeiners kepada Sky Sport Italia.

  • Iklan
  • Cabal red card Galatasaray JuventusGetty Images

    Pertahanan Juventus benar-benar rapuh

    Kekalahan ini semakin diperparah dengan hilangnya pilar-pilar penting di lini belakang. Gleison Bremer terpaksa ditarik keluar lebih awal karena diduga mengalami cedera otot, sebuah kehilangan besar yang langsung merusak stabilitas pertahanan Juventus. Tanpa komando Bremer, barisan belakang Bianconeri tampak rapuh dan mudah ditembus oleh agresivitas serangan tuan rumah.

    Nasib buruk berlanjut di babak kedua ketika Juan Cabal diusir keluar lapangan oleh wasit. Masuk sebagai pemain pengganti, Cabal hanya bertahan selama 20 menit sebelum menerima kartu merah yang meninggalkan timnya bermain dengan sepuluh orang. Ketimpangan jumlah pemain inilah yang dimanfaatkan secara brutal oleh Galatasaray untuk memberondong gawang Juventus dengan rentetan gol tambahan.

    Statistik menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi tim asal Turin tersebut. Juventus tercatat telah menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Lebih mengkhawatirkan lagi, gawang mereka telah kebobolan sebanyak 13 gol dalam periode tersebut.

  • Koopmeiners yakin Juventus bisa bangkit di leg kedua

    Berbicara mengenai performa pribadinya, Koopmeiners mengakui bahwa dirinya merasa nyaman dengan peran yang diberikan pelatih, namun pencapaian individu tidak ada artinya di tengah kekalahan tim. Ia merasa telah memenuhi target pribadi untuk lebih produktif di depan gawang, tetapi kegagalan tim menjaga keunggulan menghapus semua kegembiraan tersebut.

    “Saya merasa baik di posisi ini. Saya pikir saya bisa berkontribusi dengan gol dan saya telah berjanji pada diri sendiri untuk mencetak lebih banyak gol. Saya melakukannya di babak pertama, tapi kami seharusnya bisa berbuat lebih banyak di babak kedua,” ungkap sang pemain.

    Mantan pemain Atalanta tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk merayakan gol-gol indahnya saat ini. Ia merasa tanggung jawab kolektif harus ditingkatkan jika Juventus ingin tetap bertahan di kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Menurutnya, performa di babak kedua adalah murni kesalahan yang harus segera diperbaiki.

    “Saya memulai dengan baik bersama pelatih ini, saya mencetak dua gol penting di babak pertama, tapi saya tidak bisa merasa senang. Karena tidak ada yang berarti ketika Anda melihat apa yang terjadi di babak kedua. Kami mencetak dua gol, tapi kami butuh setidaknya tiga gol di laga berikutnya. Kami harus meningkatkan diri dan mencetak setidaknya tiga gol; itu mudah."

  • FBL-EUR-C1-GALATASARAY-JUVENTUSAFP

    Apa selanjutnya?

    Juventus tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan ini karena jadwal padat telah menanti di depan mata. Fokus tim kini harus segera dialihkan kembali ke kompetisi domestik Serie A dengan laga kandang melawan Como, Sabtu (21/2) malam WIB.

    Setelah menghadapi Como, perhatian akan kembali tertuju pada laga hidup mati di Liga Champions. Juventus dijadwalkan akan menjamu Galatasaray di Turin pertengahan pekan depan untuk melakoni leg kedua.

0