Audero CremoneseGetty Images

Diberondong Lima Gol, Emil Audero Akui Superioritas Juventus

  • Juventus FC v US Cremonese - Serie AGetty Images Sport

    Kekalahan terbesar Cremonese pada musim 2025/26

    Emil Audero mendapatkan malam yang tidak menyenangkan pada musim 2025/26. Itu terjadi setelah gawangnya harus kebobolan banyak gol ketika digasak Juventus dengan skor 5-0 di Stadion Allianz, Selasa (13/1) dinni hari WIB. Audero mengakui Juventus tampil superior dalam pertandingan tersebut, dan menjadi kekalahan terbesar yang didapat Cremonese pada musim ini. Kiper timnas Indonesia itu juga menyebutkan masih banyak hal yang harus diperbaiki agar tim menjadi lebih baik.

  • Iklan
  • Cremonese melalui enam laga beruntun tanpa kemenangan

    Gawang Audero sudah dibobol Bremer pada menit ke-11, dan Jonathan David menggandakannya selang empat menit kemudian, sebelum gol Kenan Yildiz di menit ke-35 membawa Bianconeri unggul 3-0 di babak pertama. Gol bunuh diri Filippo Terracciano membuat Cremonese makin terpuruk pada menit ke-48, dan Weston McKennie menggenapi kemenangan di menit ke-64. Hasil itu membuat Cremonese melalui enam laga beruntun dengan dua imbang dan empat kekalahan.

  • Emil Audero - CremoneseUS Cremonese

    Audero menilai Juventus superior di pertandingan ini

    “Itu pertandingan yang tak biasa. Babak pertama berakhir 3-0, karena beberapa situasi yang berbau keberutungan. Saya memikirkan penalti yang berhasil saya selamatkan, tetapi kemudian tidak berhasil mengamankan karena bola rebound. Gol kedua yang berasal dari peluang mencetak gol kami. Jelas, dengan defisit seperti itu, pertandingan menjadi perjuangan berat,” tutur Audero dilansir laman resmi klub.

    “Lawan lebih superior, dan mereka menunjukkannya. Namun di babak pertama kami menunjukkan tekad untuk bermain. Kami perlu meningkatkan fase transisi negatif; kami perlu lebih baik dalam menghentikan serangan balik, dan membalas dengan cepat.”

    “Pada saat yang sama, kami perlu lebih klinis ketika memiliki peluang yang menguntungkan. Itu pertandingan yang sulit untuk dinilai, meski ada beberapa area yang perlu ditingkatkan. Mari kita lupakan ini secepat mungkin, karena kita memiliki pertandingan penting di depan.”

  • Audero mempertanyakan hukuman penalti untuk Cremonese

    Cremonese sebetulnya punya peluang untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-24 saat wasit menunjuk penalti, karena Terracciano dilanggar Manuel Locatelli. Tetapi sang pengadil membatalkan keputusannya setelah melihat video assistant referee (VAR).

    Audero enggan mengomentari hal itu, dan memilih memberikan pendapatnya tentang hukuman penalti buat Cremonese, karena Federico Baschirotto dianggap handball.

    “Saya belum melihatnya lagi, [tetapi] mendengarkan rekan-rekan setim saya, sepertinya penalti itu [harus] diberikan. Lebih dari penalti itu sendiri, saya fokus pada penalti yang diberikan kepada kami. Baschirotto handballl, tetapi itu dalam situasi yang tak menguntungkan, mengenai lengan yang berlawanan dengan kaki. Mungkin aturan tersebut perlu dipertimbangkan kembali,” imbuh Audero.

0