GFX Leroy Sane Pep GuardiolaGetty/GOAL

"Dia Tidak Cuma Melatih!" - Leroy Sane Ungkap Dampak Besar Pep Guardiola Dalam Kariernya

  • Sane memuji pengaruh Guardiola dalam sepakbola modern

    Pemain internasional Jerman tersebut memuji mantan bosnya karena telah sepenuhnya mengubah pemahamannya tentang olahraga ini saat ia bersiap untuk menghadapinya di Etihad Stadium, Kamis (29/1) dini hari WIB. Setelah menghabiskan empat tahun yang penuh trofi di Manchester sebelum pergi pada tahun 2020, pemain berusia 30 tahun itu percaya bahwa pengaruh Guardiola auh melampaui sekadar instruksi pelatihan.

    Berbicara kepada BBC Sport, Sane menggambarkan Guardiola sebagai "arsitek sepakbola modern yang sesungguhnya." Sane menegaskan bahwa pendidikan intensif yang ia terima di Etihad Campus mengubahnya dari talenta mentah menjadi penyerang elite yang mumpuni dan mampu bersaing di level tertinggi.

    "Pep menunjukkan kepada Anda olahraga yang sama sekali berbeda," jelasnya. "Tuntutan taktisnya tanpa henti, tetapi dia tidak hanya melatih saya - dia mengembangkan saya. Saya meninggalkan bimbingannya sebagai pemain yang jauh lebih lengkap daripada yang pernah saya bayangkan."

    Bintang Galatasaray itu juga mencatat bahwa pelatih "benar-benar memprogram ulang otak sepakbola saya," sebuah proses yang berpuncak pada kemenangannya meraih penghargaan PFA Young Player of the Year selama musim 2017/18. Ia menggambarkan penghargaan dan kemenangan gelar tersebut sebagai momen di mana ia "benar-benar tiba di panggung dunia," kenangan yang tetap terukir dalam benaknya saat ia bersiap untuk kembali ke rumah lamanya.

  • Iklan
  • Galatasaray SK v Samsunspor - Trendyol Süper LigGetty Images Sport

    Bersiap hadapi tekanan Etihad Stadium

    Meskipun pertemuan ini penuh emosi, konteks olahraganya sangat serius. Di bawah format Liga Champions yang baru, kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif, dengan raksasa Turki saat ini mengumpulkan sepuluh poin di fase liga yang diikuti 36 tim menjelang putaran terakhir pertandingan, sementara City belum memastikan tempat di babak 16 besar. Sane mengakui bahwa ia berharap pertandingan akan lebih santai saat kembali ke barat laut Inggris, tetapi realitas klasemen menunjukkan pertarungan sengit.

    "Saya akui, ketika undian keluar, saya berharap City mungkin sudah mengamankan tempat delapan besar mereka pada saat kami bertemu," ujar Sane. "Tapi sekarang ini adalah pertandingan penting dan krusial bagi kedua tim. Menghadapi mereka di Etihad ketika segalanya dipertaruhkan bagi mereka? Tidak ada yang lebih intens dari itu."

  • Man City terus berevolusi

    Kembali ke Manchester telah menyoroti betapa banyak perubahan yang terjadi sejak kepergiannya. Skuad telah mengalami perombakan signifikan, dengan ikon-ikon dari era keemasan klub baru-baru ini telah pindah ke klub lain. Sane menunjukkan bahwa hanya segelintir mantan rekannya - Rodri, Phil Foden, Bernardo Silva, dan John Stones - yang tersisa dari musim terakhirnya di klub.

    Merefleksikan kepergian legenda seperti Kevin De Bruyne dan Ilkay Gundogan, penyerang tersebut mengatakan: "Ini menunjukkan bahwa di klub seperti City, evolusi tidak pernah berhenti. Legenda seperti Kevin atau Ilkay pindah karena terkadang Anda membutuhkan sosok baru setelah memenangkan segalanya. Tapi jangan salah: di City, tekanannya konstan. Jika Anda tidak tampil di level tertinggi setiap pekan, klub dibangun untuk terus maju - dengan atau tanpa Anda."

  • Galatasaray SK v Genclerbirligi SK - Trendyol Süper LigGetty Images Sport

    Galatasaray bakal habis-habisan

    Sejak meninggalkan Liga Primer dan kemudian Bundesliga, Sane telah menemukan semangat baru di Istanbul. Ia berbicara dengan penuh semangat tentang energi kota yang "menakjubkan" dan kualitas Super Lig yang diremehkan, menunjukkan bahwa Galatasaray telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa.

    Mengutip penampilan melawan Liverpool dan Atletico Madrid sebagai bukti, sang penyerang yakin akan kemampuan timnya saat ini. Ia percaya bahwa atmosfer yang penuh semangat di Turki telah mempersiapkan mereka untuk perjalanan tandang kali ini.

    "Dalam pertarungan 90 menit, apa pun mungkin terjadi," pungkasnya. "Jika kita tidak percaya kita bisa menang, lebih baik kita tetap di Turki. Jika kita mencapai level terbaik kita malam itu, kita bisa bersaing dengan siapa pun."

    City, yang saat ini berada di peringkat ke-11, masih memiliki peluang untuk finis di delapan besar dan mengamankan tempat di babak 16 besar, sementara Galatasaray berada di peringkat ke-17 dan akan berupaya meraih kemenangan untuk melaju ke babak play-off gugur sebagai tim unggulan.

0