FBL-GER-BUNDESLIGA-WOLFSBURG-DORTMUNDAFP

Diterjemahkan oleh

"Dia tidak bisa menjelaskannya" - Nico Schlotterbeck dan Niko Kovac marah pada wasit setelah bek Borussia Dortmund mendapat kartu merah saat berada di bangku cadangan selama kekalahan melawan Atalanta

  • Kartu merah yang aneh

    Pemecatan mendadak tersebut membingungkan baik para pemain di lapangan maupun penonton yang terkejut di tribun, karena tidak ada pemicu yang jelas untuk hukuman yang begitu berat. Bagi seorang bek yang biasanya dikenal karena ketenangannya, pemandangan Schlotterbeck yang bingung berjalan sendirian di lorong saat pertandingan Eropa yang krusial hampir berakhir, menggambarkan malam yang penuh kekacauan. Insiden aneh tersebut membuat para penggemar dan penyiar panik mencari jawaban secara real-time. Masih terguncang oleh kekalahan telak dan keputusan wasit yang membingungkan, pemain internasional Jerman itu kemudian menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas eliminasi tim yang pahit dan pengusirannya yang sama sekali tidak dapat dimengerti.

  • Iklan
  • FBL-EUR-C1-ATALANTA-DORTMUNDAFP

    Schlotterbeck meluruskan fakta.

    Untuk memastikan reputasinya tetap terjaga dan mencegah narasi palsu menyebar, Schlotterbeck menggunakan platform Instagram-nya untuk memberikan penjelasan rinci tentang apa yang terjadi di pinggir lapangan. Ia menjelaskan bahwa tindakannya merupakan respons terhadap perilaku bangku cadangan Atalanta selama periode tegang dalam pertandingan. "Pertama-tama, kami sebagai tim – dan secara pribadi – sangat terkejut. Setelah seolah-olah sepuluh pemain Atalanta berdiri bersamaan dan berteriak keras, saya berdiri," tulis wakil kapten Dortmund. Ia menegaskan bahwa intervensinya berada dalam batas-batas perilaku sportif, meskipun wasit memutuskan untuk mengusirnya karena apa yang tampaknya merupakan pertukaran kata-kata minor.

    Bek tersebut juga menjelaskan bahwa tidak ada niat jahat atau kata-kata kasar dalam insiden tersebut, membuat keputusan wasit semakin sulit diterima oleh raksasa Bundesliga. "Saya mengatakan kepada mereka untuk duduk kembali. Itu saja. Tanpa hinaan, tanpa ketidakhormatan, atau hal lain," tambah Schlotterbeck. Ketidakjelasan dari tim wasit tetap menjadi sumber frustrasi utama bagi pemain tersebut, yang mengklaim bahwa bahkan wasit pun tidak dapat membenarkan keputusan tersebut. "Wasit tidak dapat menjelaskan kepada saya mengapa saya mendapat kartu merah, bahkan setelah pertandingan. Saya hanya ingin mengklarifikasi itu," katanya mengakhiri.

  • Kovac membela pemain andalannya.

    Pelatih kepala Dortmund, Niko Kovac, juga sangat marah, dengan tegas membela pemainnya sambil mempertanyakan standar wasit yang ditampilkan di Italia. Ketika ditanya tentang insiden tersebut oleh media Jerman Ruhr24, Kovac menampik gagasan bahwa telah terjadi pelanggaran serius. "Bagi saya, itu sama sekali tidak ada... Tidak ada perkelahian sama sekali, tidak ada apa-apa," kata manajer Kroasia itu dengan tegas. Kovac tampaknya percaya bahwa wasit telah bereaksi berlebihan terhadap gerakan sederhana ke tepi area teknis daripada agresi yang sebenarnya. Manajer itu menyarankan bahwa kartu merah mungkin merupakan penerapan aturan yang kaku mengenai zona pelatih, meskipun bahkan dia sendiri tidak yakin dengan teori itu mengingat beratnya hukuman.

    "Itu mungkin satu-satunya alasan, tapi Anda harus bertanya kepada wasit di sana karena saya belum menerima penjelasan dalam bentuk itu," tegas Kovac. Ketidakjelasan komunikasi dari tim wasit telah meninggalkan rasa pahit bagi Dortmund, yang merasa menjadi korban keputusan yang tidak masuk akal dalam pertandingan knockout Eropa yang penuh tekanan.

  • Atalanta BC v Borussia Dortmund - UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second LegGetty Images Sport

    Dampak dari keluarnya yang kacau

    Saat ini, keputusan sepenuhnya berada di tangan wasit dan UEFA untuk memberikan penjelasan resmi terkait kartu merah yang diberikan, yang akan mengakibatkan Schlotterbeck dikenai sanksi larangan bermain dalam pertandingan Eropa mendatang. Insiden tersebut telah menodai malam yang sudah sulit bagi BVB, yang kesulitan mengendalikan tim Atalanta yang bermain agresif dan memanfaatkan kelemahan pertahanan mereka. Meskipun skor 4-1 mencerminkan kegagalan tim untuk tampil maksimal pada malam itu, meskipun menang 2-0 di leg pertama, rasa ketidakadilan terkait kartu merah menjadi fokus utama pembahasan pasca-pertandingan di Jerman. 

    Tim Hitam dan Kuning kini harus fokus kembali pada tugas domestik, namun dampak dari kegagalan di Liga Champions ini kemungkinan akan terus berlanjut saat klub mencari kejelasan mengenai keputusan wasit. Bagi Schlotterbeck, frustrasi karena tidak dapat berkontribusi di lapangan diperparah oleh perasaan "sangat hancur" karena dihukum atas apa yang dia anggap sebagai pelanggaran yang tidak ada. Dengan wasit dilaporkan tidak dapat membenarkan keputusannya kepada pemain, Dortmund kini bertanya-tanya bagaimana keputusan krusial seperti itu dapat diambil dengan begitu sedikit transparansi dalam kompetisi klub teratas Eropa.

0