Getty Images SportPeter McVitie
Diterjemahkan oleh
Dia tetap bertahan! Real Madrid gagal mendapatkan Dayot Upamecano setelah pemain tersebut menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang dengan Bayern Munich, mengakhiri spekulasi tentang kepergiannya
Madrid terpaksa mengubah strategi setelah Upamecano menolak tawaran.
Berita ini mengakhiri ketegangan berbulan-bulan di Munich, di mana jajaran petinggi klub telah bekerja keras untuk mencegah salah satu pilar pertahanan mereka memasuki tahun terakhir kontraknya. Dengan Real Madrid dan Paris Saint-Germain dilaporkan sedang mengincar pemain tersebut saat kontraknya mendekati masa berakhirnya pada musim panas, Bayern berhasil melewati "lubang jarum" untuk mempertahankan stabilitas pertahanan mereka. Upamecano, yang bergabung dari RB Leipzig pada 2021, telah meraih tiga gelar Bundesliga selama berada di Bavaria.
Bagi Madrid, perpanjangan kontrak ini menandai kegagalan signifikan dalam strategi transfer mereka. Florentino Perez dilaporkan telah mengidentifikasi Upamecano sebagai kandidat impian untuk memperkuat barisan belakang yang baru-baru ini dilanda cedera. Karena kontraknya hampir habis, Los Blancos berharap dapat merekrutnya tanpa membayar biaya transfer, mirip dengan akuisisi sebelumnya terhadap Antonio Rudiger dan Kylian Mbappe.
Dengan Upamecano kini tidak lagi tersedia di pasar transfer, Madrid diperkirakan akan memperkuat upaya mereka untuk merekrut Nico Schlotterbeck dari Borussia Dortmund. Pemain internasional Jerman ini menjadi prioritas baru di Santiago Bernabeu, meskipun ia kemungkinan akan mematok biaya transfer di atas €50 juta. Nasib buruk Madrid menjadi keuntungan bagi Bayern, yang berhasil mempertahankan pemain yang telah menjadi "tak tergantikan" di bawah asuhan Vincent Kompany.
Getty Images SportPindah rumah yang mengungkap rahasia
Meskipun negosiasi kontrak kadang-kadang digambarkan sebagai sulit, petunjuk penting tentang niat Upamecano muncul pada akhir tahun lalu. Laporan menyebutkan bahwa pemain asal Prancis itu pindah ke distrik Grunwald yang mewah di kota tersebut, menjadi tetangga dengan rekan setimnya Joshua Kimmich dan Leon Goretzka. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemain tersebut berniat untuk menetap dalam jangka panjang, bukan bersiap untuk pindah ke Madrid atau Paris.
Direktur olahraga Bayern, Max Eberl, sebelumnya menampik anggapan bahwa pemain tersebut mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal atau memberikan ultimatum. Menyerukan laporan-laporan tersebut sebagai "omong kosong," Eberl menegaskan bahwa dialog tetap profesional sepanjang proses. Meskipun ada rumor ketidaksepakatan mengenai klausul pelepasan sebesar €65 juta dan paket gaji sekitar €16 juta, kedua belah pihak akhirnya menemukan kesepakatan untuk memastikan sang bek tetap menjadi figur kunci di Munich.
Upamecano membidik kejayaan Eropa bersama Bayern
Sejak kedatangannya lima tahun lalu, Upamecano telah tampil dalam 180 pertandingan kompetitif untuk Bayern, membuktikan dirinya sebagai salah satu bek paling dominan secara fisik di sepak bola Eropa. Meskipun masa jabatannya diwarnai dengan momen-momen ketidakstabilan, kecepatan pemulihannya dan kemampuan bermain bolanya membuatnya menjadi pilihan yang sempurna untuk sistem garis tinggi yang digunakan oleh klub. Komitmennya mengikuti tren serupa di mana Bayern mempertahankan bintang-bintang inti mereka saat mereka berusaha untuk kembali mendominasi panggung Eropa.
“Saya sangat senang bisa tetap di Bayern dan terus bermain di tim ini. Kami memiliki tim yang hebat dan pelatih yang hebat,” katanya. “Kami memiliki tujuan besar bersama. Dalam hidup, semuanya tentang mentalitas. Saya memberikan segalanya untuk rekan setim saya, dalam setiap sesi latihan, ingin menjaga gawang tetap bersih dalam setiap pertandingan, dan ingin memenangkan sebanyak mungkin gelar bersama Bayern.”
Getty Images SportPernyataan niat dari Dewan Direksi Bayern
Perpanjangan kontrak yang sukses ini merupakan kemenangan besar bagi jajaran petinggi Bayern, khususnya Max Eberl dan Christoph Freund. Saat ini, klub sedang menghadapi "masalah kontrak" dengan beberapa pemain kunci, dan mempertahankan Upamecano mencegah terulangnya situasi di mana bintang seperti David Alaba hengkang tanpa kompensasi. Dengan mengikat seorang pemain berusia 27 tahun yang sedang berada di puncak kariernya, Bayern telah mengirimkan pesan bahwa mereka tetap menjadi klub tujuan yang mampu menahan godaan dari raksasa Premier League dan La Liga.
Perpanjangan kontrak ini memberikan jawaban definitif atas rumor "tidak berdasar" tentang adanya ketidakharmonisan komunikasi antara klub dan perwakilan pemain. Dengan berhasil melewati "titik kritis", Bayern kini dapat fokus pada masalah lain yang mendesak, termasuk masa depan Manuel Neuer dan Serge Gnabry. Namun, untuk saat ini, headline-nya jelas: Upamecano adalah pemain Bayern untuk masa depan yang dapat diprediksi, dan Real Madrid harus mencari alternatif lain.
"Dayot Upamecano adalah figur kunci lain dalam tim kami yang berhasil kami perpanjang kontraknya," kata kepala transfer Bayern, Max Eberl. "Sebuah skuad membutuhkan titik tumpu, dan kami memiliki Dayot sebagai salah satunya. Pertanyaannya seringkali bukan siapa yang Anda rekrut, tapi siapa yang Anda kembangkan. Dayot telah berkembang menjadi pemain internasional top di Bayern. Kami menantikan untuk melanjutkan perjalanan bersama."
Iklan



