Getty
Getty1Raja Assist Akram Afif
Tak cuma Almoez Ali, Akram Afif juga menunjukkan sinarnya sebagai bintang baru Qatar.
Pemain berusia 22 tahun tersebut menjalankan perannya dengan sempurna sebagai striker bayangan sepanjang turnamen. Sang penggawa Al Sadd mengukuhkan namanya sebagai raja assist.
Afif, yang pernah direkrut klub La Liga Spanyol, Villarreal pada 2016 lalu, menorehkan total sepuluh assist dan menjadi yang terbanyak dalam Piala Asia tahun ini.
Getty2Kebobolan Paling Sedikit
Nyaris sempurna. Lagi, secara statistik Qatar memang pantas menjadi juara karena selain menjadi tim paling produktif, mereka juga paling sedikit kebobolan.
Sejak fase grup dimulai hingga laga puncak, pasukan Al Annabi hanya sekali melihat gawang mereka kebobolan, itu pun baru terjadi oleh Jepang lewat Takumi Minamino yang berhasil mereka kalahkan.
Kemasukan satu gol dari total tujuh pertandingan yang telah dimainkan selama edisi 2019 jelas merupakan prestasi apik yang mengiringi kampanye juara Qatar.
Getty Images3Total Gol Terbanyak
Tak banyak yang meragukan kelayakan juara Qatar karena memang secara statistik mereka memang memiliki barisan penyerang paling subur sepanjang gelaran Piala Asia tahun ini berjalan.
Total 19 gol dibukukan anak asuh Felx Sanchez dari tujuh laga, mulai dari fase grup hingga partai final, di mana mereka sukses mengangkat trofi setelah menaklukkan raksasa Asia, Jepang 3-1.
Jumlah itu membuat Qatar menjadi tim paling produktif di turnamen kali ini. Tapi untuk rekor sejarah secara keseluruhan Piala Asia, mereka masih kalah dari Jepang yang punya 21 gol pada edisi 2000.
Getty4Rekor Gol Almoez Ali
Almoez Ali menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Qatar memecahkan sejarah dengan meraih trofi Piala Asia 2019. Striker berusia 22 tahun tersebut menutup turnamen sebagai topskor dengan koleksi sembilan gol.
Jumlah tersebut membuat nama pemain kelahiran Sudan masuk buku sejarah Piala Asia, memecahkan rekor gol terbanyak satu turnamen yang pernah dibukukan oleh legenda Iran, Ali Daei dengan delapan gol pada edisi 1996 silam.
Sebuah pencapaian yang sangat cemerlang mengingat Piala Asia tahun ini di Uni Emirat Arab (UEA) sebenarnya merupakan debut turnamen bagi Ali bersama Qatar.
Iklan