GFXID Pemain Asing Top J.LeagueJ.League

Deretan Pemain Asing Top Yang Pernah Bermain Di J.League

  • Lukas Podolski - J.LeagueJ.League

    1Lukas Podolski

    Lahir pada 4 Juni 1985, penggawa timnas Jerman. Ia memiliki garus keturunan sepakbola dari ayahnya dan bola tangan dari ibunya, keluarganya hijrah dai Polandia ke Jerman ketika ia masih berusia dua tahun. Podolski bergabung dengan akademi Koln pada 1995 dan pada 2003 ia promosi ke tim utama serta melakoni debut profesional. Setelah itu, ia terpilih masuk skuat Jerman dan reputasinya menjadi populer. Bayern Munich merekrutnya pada 2006, dan berperan dalam juara Bundesliga selama stu kali, bermain hampir di seluruh kompetisi termasuk Piala Dunia 2006 sebelum pensiun dari pentas internasional pada 2017. Ia pulang ke Koln pada 2009 sebelum hijrah ke Arsenal, Inter Milan dan Galatasaray dan pada 2017 merapat ke Vissel Kobe.

  • Iklan
  • Leonardo - J.LeagueJ.League

    2Leonardo

    Lahir pada 5 September 1969 di Brasil. Ia bergabung dengan akademi Flamengo pada usia 15 tahun dan melakoni debut profesional saat berusia 17 tahun. Pada 1990, ia pindah ke Sao Paulo dan berperan dalam kemenangan di liga sebanyak dua kali. Pada 1991, ia hijrah ke Valencia lalu pulang ke Sao Paulo. Pada Piala Dynia 1994 di Amerika Serikat, ia memainkan perannya dalam tim yang menjadi juara, namun mendapat hukuman atas kejadian yang dikenal dengan nama ‘balas dendam grup’. Setelah Piala Dunia 1994, ia diajak Zico untuk memperkuat Kashima Antlers dan menjadi playmaker andalan di sana. Selepas itu, ia bermain untuk Paris Saint-Germain, AC Milan, Sao Paulo dan Flamengo sebelum pensiun pada 2003. Sejauh ini, ia menjajal karier sebagai instruktur latihan pemain depan.

  • Ramon Diaz - J.LeagueJ.League

    3Ramon Diaz

    Lahir pada 29 Agustus 1959 di Argentina. Di awal kariernya, ia terkenal dengan julukan sebagai aset berharga bagi Argentina bersama dengan Diego Maradona, dan menjadi topskor Piala Dunia U-10 2979. Tapi ia tak bisa meneruskan reputasi itu bersama skuat senior Argentina, meski menunjukkan bakat besarnya bersama River Plate, Fiorentina dan Inter Milan. Mulai 1989, ia bermain untuk AS Monaco sebelum pulang ke River Plata pada 1991 dan dua tahun berikutnya ia menjajal J.League dengan membela Yokohama F.Marinos. Dalam musim debutnya bagi Yokohama, ia mengemas 28 gol dari 32 penampilan, menjadikan namanya sebagai topskor dan tercatat dalam sejarah liga. Selepas pensiun, ia menjadi manajer sejumlah tim dan namanya dikenal sebagai pesepakbola hebat asal Argentina.

  • Michael Laudrup - J.LeagueJ.League

    4Michael Laudrup

    Lahir pada 15 Juni 1964 di Denmark. Ia bergabung dengan akademi Brondby saat belia dan menjadi pemain terbaik Denmark pada 1982. Tahun berikutnya, Laudrup pindah ke Juventus dan membantu timnya memenangkan Serie A musim 1985/86 bersama Michel Platini. Pada 1989, ia hijrah ke Barcelona dan sukses meraih empat titel beruntun La Liga Spanyol dan trofi Liga Champions. Pada 1994, ia membuat sensasi selepas gabung Real Madrid dan membawa timnya memenangkan gelar liga. Sebagai pemain timnas Denmark, ia menjadi andalan utama. Laudrup bergabung dengan Vissel Kobe saat masih di liga utama Jepang (JFL) lama sebelum membantunya promosi ke J1.

  • Fredrik Ljungberg - J.LeagueJ.League

    5Fredrik Ljungberg

    Lahir pada 16 April 1977 di Swedia. Pada 1998, bakatnya muncul saat bermain bagi Halmstads BK di Swedia dan diambil Arsenal dengan memecahkan rekor transfer sepakbola Swedia saat itu. Ia menjadi penggawa inti Arsenal yang kala itu sedang berada dalam era keemasan, sukses memenangkan dua trofi Liga Primer Inggtris, tiga kali Piala FA dan mejadi pemain ternama di pentas internasional. Selepas 2007, ia bergabung dengan West Ham United, Seattle Sounders serta Chicago Fire di Amerika Serikat, lalu Celtic sebelum berkostum Shimizu S-Pulse pada 2011. Ia hanya bermain delapan kali bagu Shimizu, tapi membuat fans Jepang antusias dengan reputasnya sebagai pemain ternama yang bermain di J.League. Setelah keluar dari Shimizu, ia bermain untuk Mumbai City di India, lalu penisun. Bersama timnas Swedia, ia mencatatkan 75 penampilan.

  • Hristo Stoichkov - J.LeagueJ.League

    6Hristo Stoichkov

    Lahir pada 8 Februari 1966 di Bulgaria. Stoichkov terpantau oleh klub sepakbola lokal negaranya ketika masih berusia 10 tahun dan melakukan debut profesional bagi FC Hebros pada 1982. Pada 2984, ia pindah ke salah satu klub terbesar Bulgaria, CSKA Sofia dan selama berada di sana ia memenangkan banyak gelar termasul titel liga tiga kali dan sukses menjadi topskor sebanyak dua kali. Setelah 1990, ia pindah ke Barcelona dan Parma sebelum kembali ke CSKA Sofia. Ia berkontribusi pada titel juara Barcelona di La Liga Spanyol musim 1990/91 dan trofi Liga Champions semusim berikutnya. Pada 1998, ia bergabung dengan Kashiwa Reysol dan selama dua musim di sana ia membukukan empat gol secara beruntun dan menunjukkan kualitasnya. Stoichkov mengemas enam gol bagi Bulgaria di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat dan menjadi topskor.

  • Hulk - J.LeagueJ.League

    7Hulk

    Lahir pada 25 Juli 1986 di Brasil. Hulk meneken kontrak profesionalnya bersama EC Vitoria ketika masih berusia 16 tahun, sebelum ditransfer ke Kawasaki Frontale ketika berusia 18 tahun. Dalam musim keduanya di Jepang, pada 2006, ia dipinjamkan ke Tokyo Verdy di J2 dan sukses mengemas 37 gol dari 42 penampilan. Pada 2008, ia menarik minat Porto dan rekam jejaknya tak lantas dilupakan publik sepakbola Jepang. Hulk kemudian menjadi talenta top dunia dan bermain untuk Porto dan juga Zenit St Petersburg di Rusia. Bersama timnas Brasil, ia mengikuti Olimpiade London 2012 dan juga Piala Dunia 2014. Saat ini ia berkostum Shanghai SIPG di Tiongkok, sejak 2016.

  • Pierre Littbarski - J.LeagueJ.League

    8Pierre Littbarski

    Lahir pada 14 April 1960 di Jerman, ia memulai karier di Koln dan menjadi salah satu pemain yang terkenal dengan akan akselerasi giringannya di Bundesliga. Pada 1981, ia terpilih masuk ke skuat nasional Jerman Barat yang menjadi runner-up di Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko dan sukses memenangkan Piala Dunia 1990 di Jerman Barat. Setelah lama membela Koln, pada 1993, ia hijrah ke JEF United Ichihara Chiba dan bermain di sana selama dua tahun sebagai pengatur serangan lincah, mengemas 10 gol dari 63 penampilan. Littbarski sempat pensiun pada 1994 sebelum kembali bermain untuk tim divisi dua, Brummel Sendai selama dua tahun, lalu menjadi manajer Yokohama FC dan Avispa Fukuoka. Sekarang ia bertugas sebagai pencari bakat VfL Wolfsburg.

  • Patrick Mboma - J.LeagueJ.League

    9Patrick Mboma

    Lahir pada 15 November 1970 di Kamerun. Keluarganya bermigrasi ke Prancis ketika ia masih berusia dua tahun dan kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 1990. Namun, di sana ia tak pernah mendapat kesempatan bermain dan kerap menjalani masa pinjaman ke klub lain. Mboma lantas pindah ke Gamba Osaka pada 1997. Dengan kemampuan fisiknya yang luar biasa, serta kecepatan dan kekuatan tubuh, ia mengemas banyak gol, membukukan 25 gol dari 28 penampilan dalam musim debutnya di J.League. Ia mendapat trofi sebagai topskop dan juga masuk ke skuat terbaik J.League tahun tersebut. Setelah bermain di Piala Dunia 1998 Prancis, ia pindah ke Italia untuk bermain bersama Cagliari. Pada Olimpiade Sydney 2000, ia bermain sebagai salah satu penggawa senior dan membantu Kamerun meraih medali emas. Setelah itu, ia bermain untuk Parma, Sunderland dan Al Ittihad sebelum sempat kembali ke J.League pada 2003 untuk memperkuat Tokyo Verdy dan Vissel Kobe.

  • Park Ji-Sung - J.LeagueJ.League

    10Park Ji-Sung

    Lahir pada 25 Februari 1981 di Korea Selatan. Ia tak terlalu dikenal di awal karier sebelum mengembangkan kemampuannya ketika berada di Universitas Myongju dan terpilih sebagai anggota skuat Korea Selatan U-23. Berkat dorongan manajer, ia bergabung dengan Kyoto Sanga dan menunjukkan kualitasnya dalam musim keduanya ketika klub berada di J2. Pada 2003, ia berperan dalam kemenangan timnya di Piala Emperor. Etos kerja bagusnya di Jepang diakui dan pada 2002 direkrut PSV Eindhoved yang kala itu dilatih Guus Hiddink, yang pernah menangani Korea Selatan di Piala Dunia 2002. Park membantu PSV memenangkan dua gelar Eredivisie Belanda selama tiga musim di sana. Pada 2005, ia pindah ke Manchester United dan merasakan empat gelar Liga Primer Inggris dan satu trofi Liga Champions. Lalu ia menghabiskan karier di QPR, pulang ke PSV sebelum pensiun pada 2014.

  • Dragan Stojkovic - J.LeagueJ.League

    11Dragan Stojkovic

    Lahir pada 3 Maret 1965 di Serbia. Ia melakoni debut profesionalnya bagi FK Radnicki Nis, sebelum bermain untuk Red Star Belgrade pada 1986. Saat itu ia merupakan pemain muda penuh harapan dan di Piala Dunia 1990 Italia, ia bermain untuk skuat Yugoslavia dengan mengenakan kostum nomor 10, bermain dengan penuh kreativitas dan membawa timnya mencapai babak delapan besar. Pada tahun yang sama, Stojkovic pindah ke Olympique Marseille di Prancis dan menjadi salah satu pesepakbola top. Ia kemudian bergabung dengan Nagoya Grampus pada 1994, di sana ia memikat fans dengan permainan elegan dan sukses membantu rim meraih gelar Piala Emperor kedua. Setelah pensiun sebagai pemain, ia menjadi manajer Grampus pada 2008. Dalam tahun ketiganya sebagai manajer, ia sukses memenangkan titel J.League 2010 dan melanjutkan kepemimpinannya hingga 2013. Sekarang ia menjadi pelatih klub Tiongkok, Guangzhou R&F.

  • Dunga - J.LeagueJ.League

    12Dunga

    Lahir pada 31 Oktober 1963 di Brasil. Ia bergabung dengan akademi Internacional yang terletak tak jauh dari Ijui, lokasi di mana ia dilahirkan dan tumbuh, menandai debut profesionalnya pada 1980. Dunga bermain untuk sejumlah klub top Brasil seperti Corinthians, Santos, Vasco da Gama sebelum hijrah ke Italia pada 1987. Ia merupakan anggota skuat nasional Brasil sejak 1982 dan kapten timnya di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat. Ia merupakan seorang gelandang bertahan yang memiliki jiwa kepemimpinan kuat saat mengantarkan negaranya menjadi kampiun Piala Dunia. Pada 1995, ia pindah ke Jubilo Iwata, saat itu ia bergabung dengan tim yang sedang memasuki era keemasan dan memberikan kontribusi bagi hadirnya titel J.League 1997. Dunga memenangkan penghargaan sebagai pemain terbaik di J.League dan masuk ke dalam skuat terbaik liga pada musim tersebut dan juga berikutnya.

  • Diego Forlan - J.LeagueJ.League

    13Diego Forlan

    Lahir pada 19 Mei 1979 di Uruguay, ia berada di lingkungan keluarga pesepakbola sejak kecil. Forlan merupakan cucu dan mantan pelatih dan penggawa tim nasional Uruguay, Pablo Forlan. Ia berlatih di klub tenar, Penarol dan Danubio di awal karienya sebelum bergabung dengan Independiente di Argentina. Ia lantas pindah ke Manchester United pada 2001. Sepanjang karier, ia memiliki reputasi sebagai striker kelas dunia dan bermain untuk sejumlah tim seperti Villarreal, Atletico Madrid dan Inter Milan. Di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, ia mengemas lima gol dam menerima trofi Sepatu Emas FIFA. Forlan berkontribusi besar bagi negaranya saat menjuarai Copa America 2011. Ia lantas bergabung dengan Cerezo Osaka pada 2014 dan bermain selama satu setengah tahun.

  • Zico - J.LeagueJ.League

    14Zico

    Lahir pada 3 Maret 1953, sebagai mantan penggawa tim nasional Brasil. Ia masuk ke akademi Flamengo di Rio de Janeiro ketika berusia 14 tahun. Karena memiliki postur yang ramping, ia mendapat julukan sebagai ‘Zico’ (yang berarti ‘kurus’). Zico berkembang drastis dengan teknik super dan kemampuan luar biasanya, menjadi salah satu pemain berharga di Flamengo. Ia kerap disebut sebagai ‘Pele Putih’ dan bermain di tiga Piala Dunia bagi Brasil dengan nomor punggung 10. Ia pindah dan bermain untuk Udinese di Italia sebelum sempat pulang ke Brasil dan pensiun. Tapi ia kembali aktif bermain saat bergabung dengan klub Sumitomo Konzoku Kogyo Shyuku, yang saat itu menjadi kontestan divisi dua Jepang pada 1991. Ia menjadi salah satu pilar awal berdirinya Kashima Antlers hingga memasuki era keemasan sebelum memutuskan pensiun untuk kedua kali pada 1994. Pada 2002, ia menjadi manajer timnas Jepang serta membantu Samurai Biru ketika tampil di Piala Dunia 2006.

  • Gary Lineker - J.LeagueJ.League

    15Gary Lineker

    Lahir pada 30 November 1960, sebagai mantan penggawa tim nasional Inggris. Lineker memulai kariernya di Leicester City dan mengemas 24 gol pada musim 1984/85. Semusim berikutnya, ia mencetak 30 gol bagi klub barunya, Everton dan menjadi topskor selama dua musim beruntun. Ia kemudian bergabung dengan Nagoya Grampus Eight (sekarang Nagoya Grampus) pada 1993 ketika berusia 32 tahun. Gajinya di J.League saat itu menjadi yang terbesar, meski hanya bermain sebanyak 18 kali dan mengemas empat gol selama dua tahun sebelum memasuki masa pensiun. Ia memulai karier timnas sejak 1984 dan bermain 80 laga bagi Inggris. Ia merupakan andalan Inggris di Piala Dunia 1986 Meksiko dan 1990 Italia, dan menjadi top skor di turnamen Meksiko. Selepas gantung sepatu, ia bekerja sebagai komentator populer di sebuah media Britania Raya.

0