- Xie Wenneng menyumbang gol buat Tiongkok
- Digantikan Abduweli keluar selepas jeda
- Ivankovic menjelaskan keputusannya
AFCDemi Kalahkan Timnas Indonesia, Gelandang Tiongkok Cuma Main 45 Menit
APA YANG TERJADI?
Tiongkok kembali harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Australia 3-1 dalam matchday ketiga Grup C putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (10/10) sore WIB, di Adelaide. Pelatih Branko Ivankovic memutuskan menarik keluar satu-satunya pencetak gol Tiongkok di laga ini, Xie Wenneng, di babak kedua agar gelandang Shandong Taishan itu bugar saat melawan Indonesia.
AFCGAMBARAN BESAR
Gol Xie Wenneng sempat membawa Tiongkok mengungguli Australia di babak pertama sebelum tuan rumah membalikkan keadaan. Ivankovic kemudian menarik keluar Xie Wenneng di babak kedua untuk digantikan Behram Abduweli. Kebijakan ini mendapat kritikan dari media Tiongkok dengan menyebut pergantian itu sebuah keputusan konyol. Kendati demikian, Ivankovic mempunyai pertimbangan tersendiri saat menarik keluar Xie Wenneng.
GettyAPA YANG DIKATAKAN IVANKOVIC?
“Setelah babak pertama, otot-otot kakinya terasa tidak nyaman, jadi kami [menggantinya] agar dia pulih sesegera mungkin untuk mencegah kondisinya bertambah parah, dan dia dapat mengejar ketinggalan pada pertandingan berikutnya. Pertandingan melawan Indonesia dalam beberapa hari ke depan akan menjadi krusial,” tutur Ivankovic.
LEBIH JAUH LAGI
Ivankovic mengakui kebugaran menjadi salah satu permasalahan yang harus diatasi Tiongkok sebelum bertemu Indonesia. Kelemahan itu terlihat di pertandingan melawan Australia.
“Perubahan perlu dilakukan secara bertahap. Dari segi kebugaran fisik, jika ritme Liga Super Tiongkok lebih kuat, pemain akan memiliki lebih banyak cadangan fisik,” beber Ivankovic.
“Sebagian besar pemain lawan bermain di Eropa, di mana konfrontasi dan ritme lebih kuat, menciptakan gaya permainan yang tangguh. Waktu latihan kami singkat, pada dasarnya hanya tiga atau empat sesi latihan. Kami harus berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kebugaran fisik yang baik, bermain penuh, berlari penuh, dan menunjukkan ketangguhan kami.”