ANPDiterjemahkan oleh
Debut mimpi buruk! Sofyan Amrabat buka suara setelah start buruk bersama Ajax saat melawan PSV
Debut pahit-manis di Amsterdam
Menurut ESPN NL, Sofyan Amrabat menjalani debut yang telah lama dinantikan untuk Ajax pada 5 September 2026, tampil di Johan Cruijff ArenA yang penuh sesak setelah datang dengan status bebas transfer melalui kontrak dua tahun. Namun, penampilan perdana sang gelandang berakhir mengecewakan karena tim tuan rumah menelan kekalahan 3-1 dari rival mereka, PSV. Terlepas dari hasil negatif tersebut, Amrabat mengakui ia bangga bisa menginjakkan kaki di lapangan dan merasakan atmosfer yang diciptakan para suporter.
"Meskipun saya senang menjalani debut di Arena yang penuh, saya menyampaikan kekecewaan terkait hasil pertandingan," kata Amrabat saat merefleksikan penampilan pertamanya untuk klub.
Orange PicturesMenilai kebugaran dan kesiapan bertanding
Baru saja bergabung dengan raksasa Eredivisie itu setelah sempat membela Feyenoord, Manchester United, dan Fenerbahce, Amrabat menjawab pertanyaan seputar kondisi fisiknya. Setelah hampir tiga bulan tanpa pertandingan kompetitif, pemain internasional Maroko itu mengakui bahwa langsung memainkannya di starting XI adalah hal yang tidak realistis. Sebaliknya, ia memuji intensitas laga yang berlangsung jual beli serangan, sambil menegaskan bahwa ia berkembang dalam pertandingan berintensitas tinggi.
"Meski saya berlatih keras secara individu selama jeda, menjadi starter dalam pertandingan itu tidak realistis setelah hampir tiga bulan tidak bermain," jelas Amrabat, seraya menambahkan bahwa ia menikmati "pertandingan yang menarik dan berlangsung jual beli serangan."
Menangani titik-titik krusial dan integrasi tim
Pertandingan itu juga diwarnai insiden kartu merah kontroversial yang melibatkan Van Bommel, meski Amrabat memilih untuk tetap mengukur komentarnya selepas laga. Ia menyatakan bahwa insiden tersebut sepenuhnya jelas bagi semua orang yang menyaksikannya sebelum mengalihkan perhatiannya pada bagaimana tim sedang membangun kekompakan. Setelah mendapat sambutan hangat usai kedatangannya, dengan fondasi ikatan kuat keluarganya dengan sepak bola Belanda melalui saudaranya Nordin, Amrabat menegaskan bahwa skuad membutuhkan waktu untuk berkembang dan bekerja keras.
"Insiden dengan Van Bommel jelas bagi semua orang yang menonton dan berujung pada kartu merah, tetapi saya merasa sangat disambut dengan baik dan tahu tim membutuhkan waktu untuk berkembang," kata Amrabat mengenai hari-hari awalnya di Amsterdam.
Orange PicturesMenatap persaingan gelar juara ke depan
Meski skor akhir menunjukkan kemenangan 3-1 untuk PSV, Amrabat merasa pertandingan itu pada dasarnya berlangsung seimbang. Ia menilai Ajax semakin berkembang dalam laga setelah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan melewatkan peluang untuk berbalik unggul. Menatap ke depan, gelandang berpengalaman itu menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah bekerja keras dan membantu membawa klub kembali ke puncak sepakbola Belanda.
"Saya berada di sini untuk bekerja keras dan membantu tim mencapai tujuannya menjadi juara," tutup Amrabat saat ia mengalihkan fokusnya ke pertandingan-pertandingan berikutnya.
Iklan
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami




