Mauro ZijlstraILeague

Jalani Debut Di Persija Jakarta, Mauro Zijlstra Ungkap Perbedaan Besar Sepakbola Indonesia & Belanda

Article continues below

Article continues below

Article continues belo

  • Momen debut Zijlstra

    Pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/26 antara Bali United FC melawan Persija Jakarta menjadi panggung bersejarah bagi Mauro Zijlstra. Penyerang Timnas Indonesia tersebut akhirnya mencicipi atmosfer sepakbola Indonesia untuk pertama kalinya. Dalam laga yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Persija berhasil meraih kemenangan tipis 1-0.

    Zijlstra masuk ke lapangan pada menit ke-75 untuk menggantikan Gustavo Almeida. Meski hanya mencatatkan waktu bermain sekitar 16 menit, kehadirannya di lini serang memberikan dimensi baru bagi strategi Macan Kemayoran dalam mempertahankan keunggulan. Debut ini terasa kian manis karena bertepatan dengan keberhasilan tim mengamankan poin penuh di kandang lawan yang dikenal angker.

    "Senang bisa melakukan debut saya untuk klub yang indah ini dan mengamankan tiga poin," ungkap Mauro Zijlstra selepas laga.

  • Iklan
  • Perbedaan Super League dan Eredivisie

    Melangkah dari kompetisi Eredivisie di Belanda menuju Super League memberikan tantangan tersendiri bagi pemain berusia 21 tahun tersebut. Zijlstra secara jujur mengakui adanya perbedaan kultur sepakbola yang cukup mencolok, terutama dalam hal intensitas fisik. Di Indonesia, ia merasakan dinamika permainan yang menuntut stamina ekstra karena transisi yang berjalan sangat cepat dan tanpa henti.

    Ekspektasi tinggi tentu menyertai kehadirannya, mengingat statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia U-23. Namun, transisi dari gaya main Eropa yang cenderung taktis ke gaya Indonesia yang eksplosif membutuhkan waktu penyesuaian. Zijlstra menekankan bahwa ia mulai memahami karakter rekan setimnya serta tuntutan fisik yang diinginkan oleh jajaran pelatih.

    "Kesempatan yang bagus bisa menjalani debut dengan Persija. Di sini lebih banyak berlari selama pertandingan," jelas striker tersebut mengenai perbedaan signifikan yang ia rasakan. Ia menilai bahwa frekuensi lari dan duel fisik di liga Indonesia jauh lebih intens dibandingkan pengalaman sebelumnya di Belanda.

  • Masih perlu adaptasi

    Pihak manajemen dan staf kepelatihan menyadari bahwa sang pemain belum berada dalam fisik terbaiknya. Pelatih kepala Mauricio Souza bahkan sempat memarkirnya saat Persija menelan kekalahan pahit 0-2 dari Arema FC pada laga sebelumnya guna memberikan waktu persiapan yang lebih matang.

    "Mauro baru menjalani laga pertamanya. Dia belum maksimal dan itu pasti bagi debutan karena dia masih dalam proses beradaptasi dengan cuaca dan ritme tim," ujar asisten pelatih Ricky Nelson.

    Zijlstra sendiri merasa sangat bangga meski hanya bermain dalam durasi singkat, seraya berjanji untuk terus meningkatkan performanya di sesi latihan mendatang. 

    "Saya akan terus bekerja keras untuk mencapai level yang diharapkan oleh pendukung Persija dan memberikan kontribusi gol di laga-laga selanjutnya."

  • Apa selanjutnya?

    Setelah kemenangan penting di Bali, Persija kini akan bersiap untuk pertandingan melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2) malam WIB. Zijlstra jelas akan berharap untuk kembali mendapatkan menit bermain, apalagi dia akan tampil di hadapan The Jakmania.

0