FBL-WC-2026-MATCH74-GER-PARAFP

Diterjemahkan oleh

Cuplikan Kimmich... Legenda Jerman itu menuding para pemain Die Mannschaft

Oliver Kahn, legenda tim nasional Jerman, menegaskan bahwa bakatlah yang membawa seorang pemain ke Piala Dunia, namun tanggung jawablah yang menentukan berapa lama ia akan bertahan di sana.

Setelah timnas Jerman tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia, kritik terhadap Die Mannschaft pun segera bermunculan.

Dalam konteks ini, Oliver Kahn menerbitkan pernyataan melalui akunnya di platform LinkedIn, di mana ia memaparkan pandangannya mengenai situasi timnas negaranya.

Surat kabar “AS” memuat pernyataan Oliver Kahn, di mana ia memulai pembicaraannya dengan mengatakan, “Diskusi mengenai pelatih nasional berikutnya tidak menyentuh inti masalah. Tiga pelatih tim nasional gagal pada titik yang sama: Joachim Löw, Hansi Flick, dan Nagelsmann. Tiga filosofi sepak bola yang berbeda.”

Mengenai kegagalan beruntun di ajang Piala Dunia, ia menegaskan, “Jika tiga pelatih dengan pendekatan berbeda selalu gagal pada titik yang sama, maka penyebabnya lebih dalam dari itu.”

Namun, Oliver Kahn tidak hanya mengkritik staf pelatih, melainkan juga melontarkan kritik langsung kepada para pemain timnas Jerman, dengan mengutip adu penalti yang kalah dari Paraguay.

Ia mengatakan, “Ada satu adegan yang lebih menggambarkan kegagalan ini daripada statistik apa pun. Ketika pertandingan memasuki babak adu penalti, terlihat Kimmich sedang mencari pemain yang akan mengambil tendangan. Bagi saya, momen itulah yang paling menggambarkan alasan di balik kegagalan ini. Tim kelas atas tidak akan mencari sukarelawan pada momen seperti itu.”

  • FC Bayern München v 1. FC Köln - BundesligaGetty Images Sport

    Para pemain tim nasional Jerman membutuhkan rasa percaya diri yang alami untuk memikul tanggung jawab

    Oliver Kahn menambahkan, “Setiap orang belajar sejak kecil untuk mengambil keputusan sulit dan menerima kesalahan. Jika Anda belum pernah belajar hal itu sebelumnya, Anda tidak akan bisa tiba-tiba menguasainya begitu mengenakan seragam tim nasional.”

    Kahn menjelaskan bahwa yang kurang dari tim nasional Jerman bukanlah bakat, melainkan “kepercayaan diri alami untuk memikul tanggung jawab pada saat-saat krusial.”

    Dia menyoroti, “Kita terlalu sibuk mendiskusikan siapa yang harus pergi, dan menaruh harapan pada penyelamat berikutnya, alih-alih bertanya pada diri sendiri mengapa kita terus mengulangi pola yang sama selama bertahun-tahun. Kami mengganti pemain dan menyebutnya sebagai perubahan, sementara kami menghindari pertanyaan yang sesungguhnya: Apakah kami benar-benar siap membayar harga yang selalu dituntut oleh penampilan di level tertinggi?”

    Ia mengakhiri pernyataannya dengan kalimat yang merangkum pandangannya tentang masalah mendasar yang dihadapi tim nasional Jerman, dengan mengatakan, “Bakat membawa Anda ke Piala Dunia, tetapi tanggung jawablah yang menentukan seberapa lama Anda akan bertahan di sana.”

  • Iklan

    SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google