Oliver Kahn, legenda tim nasional Jerman, menegaskan bahwa bakatlah yang membawa seorang pemain ke Piala Dunia, namun tanggung jawablah yang menentukan berapa lama ia akan bertahan di sana.
Setelah timnas Jerman tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia, kritik terhadap Die Mannschaft pun segera bermunculan.
Dalam konteks ini, Oliver Kahn menerbitkan pernyataan melalui akunnya di platform LinkedIn, di mana ia memaparkan pandangannya mengenai situasi timnas negaranya.
Surat kabar “AS” memuat pernyataan Oliver Kahn, di mana ia memulai pembicaraannya dengan mengatakan, “Diskusi mengenai pelatih nasional berikutnya tidak menyentuh inti masalah. Tiga pelatih tim nasional gagal pada titik yang sama: Joachim Löw, Hansi Flick, dan Nagelsmann. Tiga filosofi sepak bola yang berbeda.”
Mengenai kegagalan beruntun di ajang Piala Dunia, ia menegaskan, “Jika tiga pelatih dengan pendekatan berbeda selalu gagal pada titik yang sama, maka penyebabnya lebih dalam dari itu.”
Namun, Oliver Kahn tidak hanya mengkritik staf pelatih, melainkan juga melontarkan kritik langsung kepada para pemain timnas Jerman, dengan mengutip adu penalti yang kalah dari Paraguay.
Ia mengatakan, “Ada satu adegan yang lebih menggambarkan kegagalan ini daripada statistik apa pun. Ketika pertandingan memasuki babak adu penalti, terlihat Kimmich sedang mencari pemain yang akan mengambil tendangan. Bagi saya, momen itulah yang paling menggambarkan alasan di balik kegagalan ini. Tim kelas atas tidak akan mencari sukarelawan pada momen seperti itu.”



