Suwarso Hartono ComoGOAL

'Cuma Buat Syuting TV' – Mirwan Suwarso Ungkap Alasan Sebenarnya Pengusaha Indonesia Beli Como

  • Cagliari Calcio v Como 1907 - Serie AGetty Images Sport

    Pengusaha Indonesia Membeli Como pada 2019

    Como menjadi tim paling mengejutkan di Serie A 2025/26. Setelah hanya diprediksi sebagai tim 'numpang lewat' ketika menyandang status promosi pada musim lalu, Como kini menjelma menjadi salah satu tim yang ikut meramaikan perebutan tiket ke Liga Champions 2026/27. Torehan ini berbanding terbalik dengan rencana awal pembelian klub tersebut oleh pengusaha Indoesia, Hartono bersaudara, pada 2019. Presiden klub Mirwan Suwarso mengungkapkan, pembelian Como awalnya ditujukan untuk lokasi syuting saluran TV di Indonesia.

  • Iklan
  • Pengaruh Fabregas Mengubah Nasib Como

    Hartono bersaudara membeli Como saat klub ini masih berlaga di Serie D, mengingat lokasi mereka berada di sebelah danau di kawasan Lombardy yang sangat terkenal, sehingga dinilai layak untuk menjadi lokasi syuting film dokumenter tentang sepakbola Italia. Semua itu berubah ketika Como berlaga di Serie B, dan kedatangan Cesc Fabregas sebagai pemilik saham minoritas. Mantan bintang  Arsenal, Chelsea, dan Barcelona Cesc Fabregas memberikan masukan kepada Hartono bersaudara untuk lebih serius mengembangkan Como sebagai klub. Como pun promosi ke Serie A 2024/25, dan berhasil menempati peringkat 10 klasemen akhir.

  • Como 1907 v Atalanta BC - Serie AGetty Images Sport

    'Kami Membeli Klub Untuk Lokasi Syuting TV'

    Ketika ditanya sejak awal pengusaha Indonesia membeli Como karena ingin dijadikan sebagai klub papan atas di Italia, Mirwan kepada Rivista Undici mengungkap alasan sebenarnya.

    “Sebenarnya, tidak. Sebelum Covid, kami membeli klub ini semata-mata untuk digunakan sebagai lokasi syuting TV: kami ingin membuat film dokumenter tentang sepakbola Italia untuk saluran TV Indonesia kami. Tidak lebih dari itu,” beber Mirwan.

    “Di Serie B, kami menyadari proyek ini telah menjadi terlalu besar, dan mahal untuk tetap menjadi acara TV sederhana. Sampai saat itu, saya mengikuti pertandingan dari Indonesia, tetapi kami tidak dapat melanjutkan seperti itu. Itulah sebabnya, pada tahun 2023, saya pindah ke London, tempat kami memiliki kantor, untuk mengambil alih klub secara pribadi. Saat ini, saya bolak-balik antara Como dan Inggris untuk akhirnya mengubah tim menjadi bisnis yang menguntungkan.”

    Ketika disinggung siklus tiga tahun dalam sepakbola, Mirwan menyatakan: “Sejujurnya saya tidak tahu. Kami bekerja dengan rencana bisnis lima tahun dan hanya mencoba mengikutinya langkah demi langkah. Como adalah kota kecil, tempat kami mengembangkan semuanya dari awal. Secara paradoks, ini membantu kami. Tetapi titik balik sebenarnya adalah kedatangan Cesc: bahkan di akhir karirnya, dia mendorong kami ke level yang lebih tinggi dan mempercepat seluruh proses.”

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Cesc Fabregas ComoGetty Images

    Penggabungan DNA Tim & Perusahaan

    Fabregas pun ditunjuk sebagai pelatih saat Como ketika mereka mulai berlaga di Serie A. Mirwan mengungkapkan cara berpikir Fabregas terkait sebuah tim dan struktur olahraga ternyata sejalan dengan ide dirinya dan Hartono bersaudara dalam mengelola sebuah perusahaan.

    “Kami tidak mempekerjakannya (Fabregas) dengan ide itu (sebagai pelatih). Bahkan, dia datang hampir secara kebetulan: saya bahkan tidak bertemu dengannya secara langsung; panggilan telepon sederhana sudah cukup,” jelas Mirwan.

    “Tetapi kemudian kami menemukan bagaimana cara berpikirnya. Dia berbicara kepada kami tentang membangun tim dan menciptakan struktur olahraga dengan metode yang ketat. Dia memikirkan tim seperti yang kami lakukan di tingkat perusahaan: pendekatannya di lapangan sangat mencerminkan DNA perusahaan yang sedang kami ciptakan. Menggabungkan keduanya adalah hal yang wajar, dan hasilnya membuktikan bahwa kami benar.”