Secara khusus kepada media, pria yang akrab disapa coach Justin itu menilai, kekuatan dua raksasa Amerika Selatan yakni Argentina dan Brasil sudah menurun, sehingga bakal kesulitan menghadapi tantangan dari negara-negara Eropa, seperti Portugal, Inggris, Prancis, juga Spanyol.

Wakil Amerika Selatan Dinilai Melempem, Coach Justin Prediksi Dua Negara Eropa Bertemu Di Final Piala Dunia 2026
AFPApa Yang Dikatakan?
"Saya lihat Argentina ini menurun, apalagi Lionel Messi mungkin, belum tentu juga bisa main 90 menit. Dan Messi berapa kali main di MLS, sudah bukan Messi yang kita kenal, temponya sudah lambat. Brasil juga sudah bukan Brasil seperti 15-20 tahun lalu. Kalau tim ini bermain 20 tahun yang lalu, masuk skuad saja tidak," ujarnya saat ditemui di acara Media Gathering Lay’s x FIFA World Cup 2026, di Plaza Senayan, Jakarta.
"Jadi saya tidak melihat tim Amerika Latin akan perform di Piala Dunia. Justru Eropa. Tim kayak Portugal, Spanyol, belum Inggris, yang selalu ingin 'it's coming home'. Jadi saya lihat bener-bener tim Eropa yang akan perform," imbuhnya.

Kejutan Kuda Hitam
Selain bicara peluang juara, Justin juga menyebut dua tim kuda hitam yang penampilannya patut dinantikan. Mereka adalah Uzbekistan dan Ekuador. Menurutnya, menarik atau tidaknya sebuah kejuaraan, bergantung kepada sejauh mana tim kuda hitam melaju.
"Kalau tim underdog ini perform, akan jadi seru. Feeling saya, animonya akan meningkat. Jadi tergantung awal-awal match seperti apa. Untuk yang saya pantau itu Uzbekistan sama Ekuador. Kalau Jepang kita kan sudah tahu mainnya seperti apa. Iran kita sudah tahu. Belanda semua sudah tahu lah. Yang enggak tahu itu ya, Ekuador seperti apa, Uzbekistan seperti apa," jelasnya.

Cemilan Saat Nobar
Menyongsong gelaran Piala Dunia 2026, Justin menyambut baik kembali hadirnya Lay’s ke pasar Indonesia, yang menurutnya menjadi cemilan wajib saat nonton bareng Piala Dunia 2026.
"Pada saat saya bekerja siaran dari studio, selalu semua ada, dari minuman dan makanan. Jadi saya senang sekali Lays balik lagi ke Indonesia. Sehingga kita bisa menikmati Lays tidak hanya di Piala Dunia ini, tapi juga ke depannya," ujarnya.
Sementara itu di waktu yang sama, Lay's meluncurkan kemasan Edisi Spesial berwajah Lionel Messi dan Kartu Panini Edisi Terbatas, agar menambah keseruan nonton bola yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat lokal.
“Sepak bola memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang-orang. Melalui partnership Lay’s dengan FIFA World Cup 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang lebih seru dan berkesan. Di setiap momen nobar, Lay’s hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, tapi sebagai elemen penting yang menghidupkan suasana," ungkap Hanussa Hamzah, Senior Marketing Manager PepsiCo Indonesia.