Menurut kabar yang beredar, Chelsea sedang menjajaki kemungkinan untuk menunjuk mantan pelatih FC Barcelona, Xavi, sebagai manajer tetap mereka berikutnya. The Blues memang baru-baru ini kembali mencari pelatih baru, setelah Liam Rosenior dipecat dalam waktu empat bulan.
Getty Images SportDiterjemahkan oleh
'Chelsea menjadikannya kandidat impian utama yang dikaitkan dengan Ajax'
Chelsea sedang mengevaluasi situasi seputar staf pelatih setelah masa jabatan Rosenior yang singkat. Meskipun mencatatkan performa yang solid di Piala FA, secara keseluruhan musim ini berjalan sangat mengecewakan. Menurut The Independent, pemilik klub kini sedang mencari manajer tetap yang dapat memimpin tim menuju fase berikutnya dari proyek ini.
Di dalam Stamford Bridge, ada keyakinan bahwa telah terjadi kemajuan dalam menanamkan filosofi taktis yang jelas di seluruh klub. Pendekatan tersebut kini meluas dari tim utama hingga ke struktur akademi, dan Chelsea ingin manajer berikutnya melanjutkan arah tersebut.
Getty Images SportBeberapa kandidat terkemuka sedang dipertimbangkan. Menurut laporan tersebut, mantan pelatih Barcelona Xavi kini menjadi kandidat yang serius. Pelatih asal Spanyol ini dipandang sebagai sosok yang prinsip-prinsipnya selaras dengan gaya permainan proaktif dan berorientasi pada penguasaan bola yang ingin diterapkan Chelsea di seluruh jajaran klub.
Nama-nama lain juga sedang dipantau oleh dewan direksi The Blues. Mantan manajer Real Madrid Xabi Alonso, pelatih Porto Francesco Farioli, dan pelatih Como Cesc Fabregas semuanya dikaitkan dengan posisi tersebut.
Rekam jejak Xavi menjadikannya pilihan yang menarik. Pelatih berusia 46 tahun ini membawa Barcelona meraih gelar La Liga selama tiga tahun masa jabatannya di Camp Nou, sebelum meninggalkan klub tersebut pada tahun 2024.
Persaingan dan ketersediaan pemain dapat memengaruhi keputusan Chelsea. Fabregas saat ini tampil mengesankan bersama Como dan diperkirakan tidak akan meninggalkan proyeknya di Italia pada musim panas ini, sementara manajer Bournemouth, Andoni Iraola, juga dipuji karena gaya permainannya yang menekan.
Xavi dikaitkan dengan Ajax setelah kedatangan Jordi Cruijff sebagai direktur teknis. Manajer asal Spanyol itu tinggal di sebelah rumah Cruijff di Barcelona. Keduanya sering minum kopi bersama, meskipun Cruijff membantah bahwa ia pernah membicarakan kemungkinan Xavi bergabung dengan Ajax.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami



