Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FBL-FRA-FIFA-CONGRESSAFP

Diterjemahkan oleh

Cerita baru: Perez dan Mourinho meledak amarah usai Rodri kalah

Penolakan Rodri, bintang Manchester City, untuk pindah ke Real Madrid, lalu kesepakatannya belakangan dengan Barcelona, disambut buruk di kalangan atas Los Blancos.

Hal ini muncul sebagai versi baru dari reaksi Real, meski laporan-laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Los Merengues menerima penolakan Rodri dengan sangat tenang, tanpa terganggu oleh keputusan sang pemain.

Situs Foot Mercato, mengutip "AS", sebelumnya menegaskan bahwa Real Madrid memahami dan menghormati keputusan Rodri, serta mendoakan yang terbaik bagi bintang Spanyol itu di jalan yang telah ia pilih.

Namun "surat kabar Sport" menyajikan versi yang berbeda, dengan menegaskan bahwa Presiden Real, Florentino Perez, dan sang pelatih, Jose Mourinho, merasa sangat marah.

Surat kabar itu menjelaskan bahwa kemarahan Perez muncul karena tidak rampungnya sebuah transfer yang ia anggap sudah pasti, setelah dua orang kepercayaannya, Jose Angel Sanchez dan Juni Calafat, meyakinkannya. Kemarahan itu hanya sebanding dengan kemarahan besar sang pelatih, Jose Mourinho, ketika mengetahui bahwa Los Blancos kehilangan transfer Rodri.

  • Florentino PérezGetty

    Perez Ubah Sikapnya terhadap Rodri

    Perez marah atas kehilangan Rodri, seorang gelandang yang pada awalnya tidak ia rencanakan untuk direkrut, tetapi akhirnya ia diyakinkan untuk melakukannya, lalu ia mendapati dirinya menyaksikan pemain itu semakin dekat dengan Barcelona.

    Perez sama sekali tidak senang ketika nama Rodri dikaitkan dengan daftar kandidat Enrique Riquelme selama pemilihan presiden Real, hal yang membuatnya mengesampingkan pemain itu sebagai pilihan yang mungkin untuk memperkuat Los Blancos.

    Namun, baik Jose Angel Sanchez maupun Calafat bersikeras bahwa ada kesepakatan dengan pemain tersebut, yang telah tersedia bagi klub beberapa bulan sebelumnya, dan penampilan gemilang yang ia tunjukkan di Piala Dunia akhirnya meyakinkan Perez.

    Satu-satunya orang yang terus menegaskan kepada Perez bahwa Rodri bukanlah pemain yang cocok untuk Real Madrid adalah bankir asal Maroko, Anas Laghrari, tangan kanan Perez dalam urusan finansial.

    Usia pemain Spanyol itu yang mencapai 30 tahun serta cederanya di lutut merupakan argumen utama pejabat asal Maroko tersebut.

    Pada akhirnya, Perez menyetujui untuk merampungkan kesepakatan itu, dan kini ia mendapati bahwa kepindahan Rodri di detik-detik terakhir ke Barcelona telah menutupi transfer Yan Diomande dan perpanjangan kontrak Vinicius.

    Hari itu semestinya menjadi hari penting dalam agenda klub, tetapi berubah menjadi masa sulit bagi para pejabat Real Madrid, yang menyaksikan ribuan pendukung Madrid berontak terhadap klub karena membiarkan kepergian sang peraih Ballon d'Or Piala Dunia.

  • Iklan
  • Jose MourinhoGetty Images

    Kekecewaan Mourinho lebih besar dari Perez

    Namun jika kemarahan Perez terbilang penting, maka kekecewaan Mourinho jauh lebih besar. Pelatih asal Portugal itu tidak percaya dengan kabar tersebut ketika ia diberitahu bahwa Rodri menolak tawaran itu dan pindah ke Barcelona.

    Kemarahan besar Mourinho tercermin dalam lebih dari satu percakapan dengan para petinggi Real Madrid, yang juga menegaskan kepadanya bahwa tidak ada niat untuk melakukan perekrutan baru di lini tengah, karena bursa transfer tidak menyediakan pemain dengan harga yang sesuai untuk mengisi posisi tersebut.

    Oleh karena itu, Mourinho terpaksa harus mengandalkan kemampuan bertahan Tchouameni, Camavinga, dan Valverde, serta menempatkan kembali Arda Guler dan Bernardo Silva di posisi gelandang bertahan ganda.

    Sebuah skenario yang terulang untuk musim ketiga secara beruntun, setelah pada dua musim sebelumnya menghasilkan hasil yang mengecewakan. Dua musim di mana Real Madrid pulang dengan tangan hampa akibat tidak diperkuatnya lini tengah, sebuah prioritas yang sebelumnya telah diperingatkan oleh Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso.

    Mourinho sangat kecewa, karena ia menganggap Rodri akan menjadi sentuhan akhir bagi daftar transfer yang dilakukan klub pada musim panas ini. 

    Pelatih asal Portugal itu pun masih bersikeras akan perlunya merekrut seorang gelandang bertahan dan seorang bek tengah tambahan.

  • Real Madrid Training SessionGetty Images Sport

    Mourinho Tanpa Transfer di Lini Tengah

    Nyatanya, Mourinho sendiri sebelumnya telah memperingatkan Camavinga, Asensio, dan Mastantuono bahwa mereka tidak akan mendapatkan menit bermain, tetapi dua pemain pertama mengabaikan peringatannya dan bertahan di tim, sementara pemain asal Argentina itu pindah ke Fiorentina dengan status pinjaman.

    Tampaknya Camavinga kini sudah sangat memahami Real Madrid, dan ia telah memperkirakan hal ini bakal terjadi untuk musim ketiga secara beruntun, sehingga kini terbuka peluang baru di hadapannya.

    Kemarahan Perez dan Mourinho berubah menjadi keterkejutan di dalam ruang ganti, ketika para pemain sedang menantikan perekrutan Rodri.

    Bukan itu saja, mereka tidak hanya gagal mendapatkannya, tetapi justru akan melihatnya mengenakan seragam Barcelona, dalam sebuah transfer besar untuk memperkuat skuad tim asuhan pelatih Hansi Flick.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google