Manchester United v Wolverhampton Wanderers - Premier LeagueGetty Images Sport

Cari Penerus Ruben Amorim, Manchester United Dekati Pelatih Bundesliga Ini

  • Man United jajaki pelatih Bundesliga

    United telah memulai pekerjaan persiapan awal untuk penunjukan permanen mereka berikutnya, dengan laporan yang muncul dari Jerman bahwa klub telah menghubungi manajer Dortmund Kovac. Menurut Sky Sport, pelatih berusia 54 tahun itu dipandang sebagai kandidat kuat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kepergian Ruben Amorim, karena klub ingin beralih dari kepemimpinan sementara ke solusi jangka panjang.

    Manajemen Setan Merah, khususnya melalui direktur teknik Christopher Vivell, menjaga jalur komunikasi yang "pendek" dengan Kovac. Vivell, yang sangat mengenal pasar Jerman, diyakini sebagai penggerak utama di balik penyelidikan tersebut. United dilaporkan telah "menanyakan tentang situasi Kovac," yang menandakan bahwa mereka serius mempertimbangkannya untuk posisi kosong di Old Trafford.

    Kovac saat ini menikmati masa kerja yang sukses bersama Dortmund, di mana kontraknya berlaku hingga 2027 setelah perpanjangan baru-baru ini. Namun, pendekatan proaktif United menunjukkan bahwa mereka sedang mencari pelatih Eropa berpengalaman yang dapat membawa disiplin dan struktur kembali ke klub. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Kovac masuk dalam daftar kandidat, dengan gaya disiplinnya yang menarik bagi para pengambil keputusan yang ingin menstabilkan klub setelah periode yang penuh gejolak.

  • Iklan
  • Borussia Dortmund v FC St. Pauli - BundesligaGetty Images Sport

    Daya tarik Liga Primer

    Daya tarik Liga Primer tetap menjadi faktor penting dalam perencanaan karier Kovac. Meskipun ia sepenuhnya berkomitmen pada perannya saat ini di Dortmund, sumber lain menunjukkan bahwa kepindahan ke Inggris adalah "target impian" manajer tersebut di masa depan. Sang manajer "sangat mungkin membayangkan" keterlibatan di Inggris, sebuah sentimen yang akan membangkitkan minat pihak-pihak seperti United saat mereka mencari pengganti permanen.

    Setan Merah bukanlah satu-satunya raksasa Inggris yang melirik mantan bos Bayern Munich tersebut. Terungkap bahwa Kovac baru-baru ini menjadi topik diskusi di Chelsea. Setelah pemecatan Enzo Maresca, The Blues secara internal membahas manfaat penunjukan Kovac sebelum mengambil arah yang berbeda.

    Ketertarikan berkelanjutan dari Inggris ini menyoroti penghargaan tinggi yang diberikan kepada Kovac. Sementara para pengamat Jerman sering memperdebatkan nilai artistik sepakbola pragmatisnya, pendekatannya yang jelas dan berorientasi pada hasil dipandang jauh lebih baik oleh para eksekutif Liga Primer. Dengan Dortmund mengunjungi Inggris untuk pertandingan Liga Champions melawan Tottenham pekan ini, sorotan pada Kovac akan semakin intensif sekali lagi.

  • Apa yang membuatnya gagal tukangi Spurs?

    Reputasi Kovac atas integritas dan loyalitasnya sudah terdokumentasi dengan baik, dibuktikan dengan sebuah pengungkapan mengenai penolakan tawaran dari Tottenham, empat setengah tahun lalu. Saat itu, Spurs baru saja berpisah dengan Jose Mourinho dan menempatkan Kovac di urutan teratas daftar keinginan mereka untuk mengambil alih kendali di London Utara.

    Kala itu, Pelatih asal Kroasia tersebut melatih Monaco, setelah membawa mereka ke final Coupe de France melawan Paris Saint-Germain. Meskipun ada tawaran konkret dari Tottenham, Kovac menolaknya. Alasannya berakar pada prinsip pribadinya: ia ingin memenuhi kontraknya dengan Monaco dan menolak untuk meninggalkan proyek di tengah jalan.

    Sifat kejamnya, "terima kasih" yang diterimanya atas loyalitas ini adalah pemecatan dari Monaco hanya enam bulan kemudian. Sementara itu, Tottenham terpaksa mencari alternatif, dan akhirnya menunjuk Nuno Espirito Santo. Meskipun pintu itu tertutup, hal itu menunjukkan kekuatan karakter yang tampaknya menarik bagi manajemen United saat ini karena mereka mencari kepemimpinan yang stabil dan berprinsip untuk membimbing klub ke depan.

  • Manchester United v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Kesuksesan Dortmund membungkam para kritikus

    Untuk saat ini, Kovac tetap "terintegrasi dengan kuat" di Dortmund. Masa jabatannya ditandai dengan kesuksesan olahraga, dengan klub saat ini berada di posisi kedua Bundesliga dan berada di jalur yang tepat untuk lolos ke Liga Champions. Manajemen BVB jelas menghargai kontribusinya, dengan memperpanjang kontraknya enam bulan lalu untuk menangkis minat klub lain.

    Meskipun demikian, narasi seputar Kovac di Jerman seringkali kontras dengan persepsinya di luar negeri. Diskusi domestik seringkali berpusat pada estetika permainannya, tetapi mentalitas pragmatis dan berorientasi kemenangan inilah yang justru menarik minat dari Liga Primer.

    Meskipun ia tidak memiliki rencana langsung untuk memutuskan hubungannya dengan Dortmund, prospek melihat Kovac di bangku pelatih Liga Primer tampaknya tinggal menunggu waktu. Bagi United, mengetahui bahwa manajer berpengalaman seperti itu terbuka untuk tantangan tersebut memberikan pilihan berharga saat mereka berupaya menunjuk manajer tetap untuk memimpin setelah era Amorim.

0