Getty/GoalBrahim Diaz, Andreas Pereira & 15 Pemain Yang Mungkin Tidak Anda Kenal Jalani Musim Yang Hebat
Getty ImagesAgustin Alvarez (Penarol)
Dengan Luis Suarez dan Edinson Cavani memasuki senja karier, Uruguay menyerukan generasi baru pemain menyerang untuk muncul dan mengambil kepemimpinan tim nasional.
Agustin Alvarez terlihat seperti itu, dengan striker berusia 20 tahun itu mencetak gol dalam debut internasionalnya lawan Bolivia pada September.
Panggilan itu datang pada tahun luar biasa dia memimpin lini untuk Penarol, dengan Alvarez, yang kabarnya menjadi target dari Real Madrid, mencetak 20 gol dari 32 pertandingan untuk klub Montevideo sejak awal 2021.
Getty ImagesJulian Alvarez (River Plate)
Julian Alvarez menjalani debutnya di River Plate sebagai seorang remaja pada 2018, namun sang striker kini mulai memenuhi harapan.
Dengan tujuh gol dan empat assist dari 11 pertandingan liga pada musim ini - termasuk dua gol untuk mengalahkan Boca Juniors di Superclasico - Alvarez masuk ke dalam skuad Argentina dan kini dikait-kaitkan dengan sejumlah klub Eropa ketika ia bersiap untuk memasuki tahun terakhir di dalam kontraknya.
Getty ImagesAntony (Ajax)
Setelah membantu Brasil meraih emas di Olimpiade, Anthony kembali ke aksi klub di Ajax dan mulai menunjukkan performanya pada musim 2021/22.
Winger berusia 21 tahun itu bermain-main dengan para bek pekan demi pekan untuk Ajax, dan meski jumlah gol dan assist-nya mungkin tidak menarik, performanya perlu mendapat perhatian.
Pada kenyataannya, Manchester City, Barcelona, dan Bayern Munich konon tertarik untuk mengontrak mantan bintang Sao Paulo itu.
Getty ImagesAnastasios Bakasetas (Trabzonspor)
Trabzonspor merupakan salah satu dari hanya dua tim tidak terkalahkan yang tersisa di Super Lig Turki pada musim ini, dan banyak di antaranya bergantung pada performa striker bintang mereka, Anastasios Bakasetas.
Kapten Yunani dalam performa yang terinspirasi sejak tiba di Alanyaspor pada Januari, dan sejauh ini memiliki lima gol dan enam assist hanya dalam 12 penampilan pada musim ini.
Meski terlihat masih muda di usia 28 tahun, Bakasetas tentu saja pantas mendapatkan lebih banyak promosi sensasional daripada yang dia dapatkan saat ini di luar Eropa timur.
Getty ImagesNicolo Barella (Inter)
Salah satu pahlawan kemenangan Italia di Euro 2020 yang tidak terkenal, Barella terus naik menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia tanpa ada orang di luar tanah airnya yang benar-benar menyadarinya.
Pemain berusia 24 tahun itu sudah memiliki lima assist dalam tujuh pertandingan Serie A - dua lebih banyak dari siapa pun - sementara delapan peluang besar diciptakannya, menurut Opta, hampir dua kali lima dari jumlah terbaik berikutnya di kompetisi.
Getty ImagesBrahim Diaz (AC Milan)
Manchester City antusias tentang Brahim Diaz seperti halnya Phil Foden ketika pemain asal Spanyol itu muncul dari akademi klub Liga Primer Inggris itu, namun perlu beberapa waktu bagi sang playmaker untuk mengembangkan potensinya.
Setelah juga gagal membuat nilai di Real Madrid, pemain berusia 22 tahun itu tampaknya telah menemukan rumah untuk dirinya sendiri di AC Milan, dengan Brahim kini dianggap sebagai salah satu talenta menyerang yang dinamis di Serie A.
Dengan empat gol - dua di antaranya adalah pemenang - dan dua assist pada musim ini, Rossoneri menemukan pemain yang serangan mereka bisa dibangun untuk tahun-tahun mendatang.
Getty ImagesArthur Cabral (FC Basel)
Kebanyakan penyerang hanya bisa bermimpi mencetak 20 gol dalam satu musim penuh, jadi untuk mencapai tonggak itu pada awal Oktober menunjukkan bahwa Arthur Cabral melakukan banyak hal di Basel.
Striker berusia 23 tahun itu juga mencatatkan enam assist dari 17 pertandingan di semua kompetisi sejauh musim ini, dan hanya gagal mencetak gol dalam empat kesempatan.
Kepindahan ke salah satu dari lima liga top Eropa kini terlihat tidak terelakkan bagi striker Brasil itu.
Getty ImagesArnaut Danjuma (Villarreal)
Ada kejutan ketika Villarreal membayar €25 juta (£21,3 juta/$29 juta) untuk mengontrak Arnaut Danjuma dari klub Championship, Bournemouth, tapi tanda-tanda awal menunjukkan itu sebagai bagian dari bisnis yang terinspirasi.
Kembali dengan mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan mendapat sambutan hangat internasional Belanda di Spanyol, sementara penghancurannya atas Diogo Dalot di Liga Champions menjadi ilustrasi yang bagus untuk bagaimana ia mengatasi sebagian besar bek sayap lawan sejak bergabung dengan tim Unai Emery.
Getty ImagesRicardo Gomes (Partizan)
Ketika Ricardo Gomes terakhir kali di Partizan, ia mencetak 20 gol liga pada musim 2018/19 sebelum meninggalkan raksasa Serbia itu untuk pindah ke Uni Emirat Arab.
Tapi, sekarang kembali ke Beograd setelah singgah sebentar di Turki, Gomes sepertinya akan melampaui kembalinya dari empat musim lalu dan bahkan berpotensi membuat dirinya pindah ke liga Eropa yang lebih mapan.
Pemain timnas Cape Verde berusia 29 tahun itu sudah mencetak 17 gol dari 19 pertandingan sejauh musim ini, dan juga memberi tiga assist untuk rekan-rekan setimnya.
Getty ImagesAmine Gouiri (Nice)
Amine Gouiri sudah lama dianggap sebagai salah satu pemain muda paling berbakat di sepakbola Prancis, dan kini pemain berusia 21 tahun itu tampaknya akan bersinar dalam 12 bulan ke depan.
Setelah tampil mengesankan untuk Nice selama musim pertamanya bersama klub setelah kepergiannya dari Lyon pada 2020, sang striker tampaknya telah membawa pemainnya ke level berikutnya kali ini.
Pemain internasional U-21 itu memiliki liam gol dan tiga assist dari delapan pertandingan sejauh musim ini, dengan performa Gouri membantu Nice untuk terdorong menuju ke tempat di Liga Champions musim depan.
Getty ImagesPaul Onuachu (Genk)
Ada kemungkinan bahwa jika Anda tidak mengikuti sepakbola Belgia dan Nigeria secara cermat, Anda tidak menyadari eksploitasi mencetak gol Paul Onuachu, tapi pemain berusia 27 tahun itu tampil meledak di Genk dalam dua musim terakhir.
Setelah mencetak 29 gol liga pada musim 2020/21, bintang Super Eagles itu memulai musim baru dengan performa yang sama, mencetak sembilan gol dalam banyak pertandingan Liga Jupiler untuk tim Belgia, dan juga menambah dua gol lagi di kompetisi Eropa.
Getty ImagesLorenzo Pellegrini (Roma)
Ada alasan mengapa Roma sangat ingin mengikat Lorenzo Pellegrini dengan kontrak baru, sesuatu yang mereka capai awal Oktober menyusul start yang fantastis dari pemain timnas Italia itu pada musim ini.
Pellegrini, yang berusia 25 tahun, mencetak tujuh gol dan membuat dua assist di semua kompetisi untuk Giallorossi sejauh musim ini ketika ia muncul sebagai pemimpin di lapangan dari revolusi Jose Mourinho di Roma.
Ia mempertahankan performa bagusnya dengan mencetak gol untuk Italia lawan Spanyol dalam kekalahan semi-final UEFA Nations League, Rabu (6/10).
Getty ImagesAndreas Pereira (Flamengo)
Meski tidak memiliki masa depan di Manchester United, Andreas Pereira memastikan dirinya masih bisa memikat klub-klub elite dengan performanya ketika dipinjamkan ke Flamengo sejauh ini.
Pemain berusia 25 tahun itu dalam performa yang luar biasa untuk tim Brasil sejak tiba di akhir musim panas, dengan mencetak dua gol dan menampilkan sejumlah aksi yang membantu Flamengo mencapai final Copa Libertadores.
Potensi penangguhan enam pertandingan domestik karena secara tidak sengaja melanggar aturan karantina bisa menghentikan perkembangannya, tapi Pereira telah menunjukkan cukup banyak bahwa dia bukan pemain gagal yang diyakini beberapa fans di Old Trafford.
Getty ImagesNico Schlotterbeck (Freiburg)
Nico Schlotterbeck mungkin tidak menjadi nama yang familiar di luar Jerman, tapi penampilannya pada awal musim untuk Freiburg menunjukkan itu tidak akan lama lagi sampai dia menjadi salah satu bek tengah terbaik di sepakbola Eropa.
Secara luas dianggap sebagai bek yang luar biasa di Bundesliga sejauh musim ini, pemain berusia 21 tahun itu diganjar dengan panggilan pertamanya ke skuad senior Jerman setelah memainkan peran kunci dalam keberhasilan timnas di Kejuaraan Eropa U-21 pada musim panas ini.
Getty ImagesSandro Tonali (AC Milan)
Banyak yang diharapkan dari Sandro Tonali ketika ia bergabung ke AC Milan pada musim panas 2020, tapi 'Andrea Pirlo baru' itu tidak selalu dalam performa terbaiknya selama musim pertamanya di San Siro.
Hal-hal tampak meningkat bagi dia pada musim 2021/22, karena setelah mencetak gol pertamanya untuk AC Milan dengan tendangan bebas yang menakjubkan lawan Cagliari di pekan-pekan pembuka musim, ia berkembang menjadi salah satu gelandang paling lengkap di Serie A.
Pemanggilan kembali ke skuad Italia diharapkan, bahkan jika ia kehilangan tempat di susunan pemain Azzurri untuk putaran final UEFA Nations League.
Iklan