FBL-ITA-SERIE A-FIORENTINA-INTERAFP

Diterjemahkan oleh

BordoCam Fiorentina vs Inter, protes dari kubu Inter: "Itu handball, Colombo!"

Pada pekan ke-30 Serie A, Fiorentina menjamu Inter, sebuah pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1.


Pertandingan ini menjadi ajang perebutan poin penting, baik bagi Fiorentina yang masih terjerat dalam perjuangan menghindari degradasi, maupun bagi Inter yang harus menanggapi performa Milan dan Juventus untuk mempertahankan keunggulan mereka atas para pesaing terdekat dalam perburuan gelar Scudetto. Pada akhirnya, gol dari Pio Esposito dan Cher Ndour memastikan skor akhir 1-1.


Format BordoCam dari DAZN, yang dipandu oleh Davide Bernardi, mengajak kita untuk menghidupkan kembali momen-momen penting pertandingan dari pinggir lapangan, sambil menganalisis reaksi para pemain utama.


  • PROTES VANOLI

    Di awal pertandingan, Inter membuka skor pada menit pertama melalui gol yang dicetak oleh Pio Esposito. Aksi yang berujung pada keunggulan Nerazzurri bermula dari lemparan ke dalam yang dilakukan Dumfries, yang eksekusinya memicu protes dari Paolo Vanoli.


    Pelatih Fiorentina itu langsung merasa bahwa pemain sayap asal Belanda itu telah mengembalikan bola ke dalam permainan dengan kaki masih berada di dalam lapangan, hingga ia berteriak, "Itu di dalam! Itu di dalam, oh!". Setelah gol Inter, Vanoli sendiri menemui wasit Colombo sambil berkata, "Lemparan ke dalam itu dilakukan dengan kaki masih di dalam lapangan."


    Rekaman DAZN kemudian memang menunjukkan bahwa ujung kaki Dumfries berada di dalam area lapangan, namun peraturan hanya menganggapnya pelanggaran jika seluruh kaki berada di dalam.


  • Iklan
  • GOL BARELLA YANG DIBATALKAN

    Pada menit ke-7, Inter kembali mencetak gol berkat tendangan Barella yang membentur pemain lawan, namun wasit menganulir goltersebut karena posisi offside sebelumnya. Kolarov, yang pada kesempatan itu menggantikan Chivu yang sedang menjalani skorsing di bangku cadangan, setelah gol dianulir itu menoleh ke arah bangku cadangannya sambil bertanya, "Offside siapa?".


    Pertanyaan yang sama juga dilontarkan Barella dan Pio Esposito kepada wasit ("Tapi siapa?"), namun seperti yang terlihat dalam tayangan ulang, justru gelandang Inter itulah yang berada di belakang garis pertahanan lawan.


  • PROTES INTER

    Satu menit kemudian, saat menerima umpan silang dari sisi kiri, Pongracic menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti Fiorentina. Barella berteriak kepada wasit, "Itu handball, Colombo!"


    Kolarov, beberapa saat kemudian, mendekati wasit keempat yang mengonfirmasi bahwa insiden tersebut telah ditinjau ulang, lalu berbalik ke bangku cadangan dan bertanya kepada Palombo, "Itu tangan atau bukan? Itu tangan atau bukan?"


  • CHIVU BERBICARA DARI TRIBUN

    Karena sanksi larangan bertanding, Cristian Chivu menyaksikan pertandingan dari tribun Stadion Franchi. Pelatih berkomunikasi dengan Kolarov melalui Angelo Palombo, yang di bangku cadangan terhubung langsung dengan ruang pelatih Chivu, dan setiap kali ia berdiri untuk mendekati pinggir lapangan dan memberikan instruksi.



  • "BERI TEKANAN!"

    Setelah awal yang sangat baik, performa Inter mulai menurun seiring berjalannya waktu, dan Fiorentina mulai menguasai lapangan serta menciptakan sejumlah peluang. Perintah Kolarov kepada para pemain di lapangan sangat jelas: "Tingkatkan tekanan! Lebih banyak tekanan!".


    Setelah peluang gol lain yang tidak dimanfaatkan oleh Kean, Kolarov berdiskusi dengan rekan-rekannya di bangku cadangan, Palombo dan Cecchi, untuk menganalisis posisi para gelandang Fiorentina: Zielinski lah yang harus melakukan tekanan. Beberapa saat kemudian, Kolarov sendiri berujar kepada Barella: "Untuk Brescianini, Zielo yang harus maju."



  • "PENYERANG HARUS KEMBALI!"

    Di awal babak kedua pun, Fiorentina-lah yang tampil lebih agresif. Palombo di bangku cadangan berdebat dengan Chivu di tribun penonton; jarak antar pemain tim mulai melebar, dan Cecchi memanggil Kolarov: "Koki, para penyerang harus kembali ke belakang! Mereka tidak boleh berhenti."


    Kolarov menyampaikan pesan itu kepada Marcus Thuram, tetapi juga kepada Dimarco ia berkata, "Katakan kepada lini tengah bahwa kita harus lebih sering masuk ke area pertahanan lawan."



  • KEKECEWAAN INTER

    Setelah gol penyama kedudukan 1-1 yang dicetak oleh Ndou, Frattesi menggaruk-garuk kepalanya dan Barella pun tak menyembunyikan rasa frustrasinya. Kolarov, setelah menendang sebotol air, dengan gerakan yang tegas mengajak rekan-rekannya untuk maju dan menaikkan posisi tim. Inter hanya mampu menciptakan satu peluang besar pada menit ke-95, namun De Gea menggagalkan upaya Esposito dengan penyelamatan gemilang sebelum akhirnya merayakan gol tersebut.