Turkey-Faces-Bulgaria-QualifierAFP

Diterjemahkan oleh

Bintang Real Madrid, Arda Guler, bereaksi dengan marah atas tersingkirnya Turki dari Piala Dunia

  • Impian Turki di Piala Dunia berakhir lebih awal

    Perjalanan Turki di Piala Dunia berakhir lebih awal setelah kekalahan 1-0 dari Paraguay secara matematis mengubur harapan mereka untuk lolos ke babak gugur. Tim asuhan Vincenzo Montella tiba di turnamen ini dengan harapan yang tinggi setelah penampilan mengesankan mereka hingga mencapai perempat final Euro 2024.

    Namun, Bintang Sabit justru mengalami awal yang bencana. Kekalahan mengejutkan 2-0 dari Australia disusul dengan kekalahan tipis dari Paraguay, sehingga Turki tidak meraih satu poin pun dan tidak mencetak satu gol pun dari dua pertandingan pembuka mereka.

  • Iklan
  • guler Getty Images

    Guler meminta maaf kepada para pendukungnya

    Guler tampak sangat kecewa setelah peluit akhir dibunyikan. Pemain berusia 21 tahun ini, yang dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka dari generasi muda Turki bersama Kenan Yildiz, kesulitan menyembunyikan rasa frustrasinya saat tersingkirnya tim menjadi kenyataan. Saat berbicara kepada TRT Spor setelah kekalahan tersebut, Guler memberikan penilaian yang blak-blakan terhadap penampilan Turki dan meminta maaf kepada para pendukung.

    "Kami malu. Kami meminta maaf kepada seluruh rakyat kami," kata Guler. "Kami bermain di klub-klub besar dan kami harus menunjukkan hal itu di lapangan. Kami tidak bisa mencetak gol dalam dua pertandingan. Sepanjang karier saya di tim nasional, saya akan melakukan segala yang saya bisa agar mereka melupakan turnamen ini. Kami meminta maaf kepada rakyat kami."

  • Kurangnya efisiensi yang sudah berlangsung lama membuat Montella harus membayar harganya

    Statistik di balik tersingkirnya Turki menggambarkan gambaran suram mengenai performa mereka di depan gawang. Selama dua kekalahan tersebut, mereka melepaskan 62 tembakan—angka yang mengejutkan—tanpa mencetak satu gol pun. Menurut Opta, ini merupakan jumlah percobaan tembakan terbanyak tanpa mencetak gol dalam rentang dua pertandingan mana pun dalam sejarah Piala Dunia sejak tahun 1966. Dalam pertandingan melawan Paraguay saja, Turki menguasai bola sebesar 78,5 persen dan melepaskan 33 tembakan ke gawang, namun tak satu pun di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Australia v Türkiye: Group D - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Perhatian kini beralih ke upaya pemulihan

    Turki masih memiliki satu pertandingan tersisa di babak penyisihan grup melawan Amerika Serikat, namun hasil pertandingan tersebut tidak akan memengaruhi nasib mereka. Fokus mereka justru akan tertuju pada upaya mengakhiri turnamen ini dengan penampilan yang lebih baik dan memulihkan sedikit kebanggaan.