Spain FIFA World Cup 2026 ParadeGetty Images News

Diterjemahkan oleh

Bintang Formula 1: Jersey Messi Tak Boleh Dibakar, Selebrasi Spanyol "Memalukan"

Sebagian warga Argentina, termasuk Franco Colapinto, pembalap tim Alpine di Formula 1, masih sulit menerima kekalahan di final Piala Dunia melawan Spanyol.

Surat kabar "Sport" memuat pernyataan Franco Colapinto kepada jaringan ESPN, di mana ia mengkritik cara warga Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina, dan menggambarkannya sebagai hal yang "memalukan".

Ia menambahkan, "Menyebarnya kaus-kaus Spanyol selama Piala Dunia? Tiba-tiba mereka mulai mengenakannya ketika menang, dan tidak sebelum itu. Ini sungguh memalukan."

Ia melanjutkan, "Bahkan mereka tidak punya lagu-lagu untuk dinyanyikan," merujuk pada budaya nyanyian suporter di Argentina, yang terkenal dengan kemampuan menciptakan yel-yel khusus untuk momen-momen besar.

Ia juga menyebut bahwa dirinya mendengar tentang upaya membakar kaus Messi, sebelum sang jurnalis mengalihkan arah pembicaraan setelah merasa bahwa diskusi mulai mengarah ke ranah yang lebih sensitif.

  • Spain v Argentina: Final - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Ini tampak seperti perang antara Argentina dan Spanyol

    Dalam sesi media yang mempertemukan Colapinto dengan dua pembalap Spanyol, Fernando Alonso dan Carlos Sainz, jelang balapan Grand Prix Hungaria, pembalap Alpine itu kembali membahas perayaan yang dilakukan orang-orang Spanyol.

    Ia berkata, "Mereka adalah juara yang layak, tetapi saya berharap mereka sedikit memperbaiki lagu-lagu mereka. Mereka harus lebih kreatif, karena lagu-lagunya membosankan."

    Ia juga berbicara tentang ketegangan yang muncul antara suporter Spanyol dan Argentina usai pertandingan, seraya menambahkan, "Kita adalah dua negara Latin, dan itu hal yang luar biasa, tetapi ada perbedaan-perbedaan yang membuatnya seolah-olah kita adalah musuh."

    Ia melanjutkan, "Messi bermain untuk Barcelona dan memberikan banyak momen bahagia kepada suporter Spanyol, tetapi sekarang keadaannya seakan seperti perang antara dua negara, dan itu tidak baik. Saya juga tidak menganggap membakar jersey Messi adalah hal yang benar."

    Colapinto bukanlah satu-satunya orang Argentina yang mengkritik cara perayaan ala Spanyol, karena sebagian orang di Argentina menilai bahwa perayaan itu kurang bersemangat dibandingkan dengan apa yang biasa dilakukan suporter di sana. 

    Sebaliknya, banyak orang di Spanyol menegaskan bahwa gaya perayaan tersebut mencerminkan kesadaran dan pengendalian diri yang lebih besar, tanpa mengurangi nilai pencapaian atau besarnya kegembiraan atas gelar juara.

  • Iklan

    SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google