Berita Live Scores
Vissel Kobe v Barcelona

Lima Fakta Vissel Kobe, Calon Lawan Barcelona

13.04 WIB 27/07/19
ヴィッセル神戸
Vissel Kobe menghadapi Barcelona pada laga uji coba, Sabtu (27/7).

Vissel Kobe akan menjadi lawan uji coba berikutnya bagi Barcelona, Sabtu (27/7).

Pertandingan ini terasa seperti reuni karena pertalian yang erat antara sponsor masing-masing klub serta sejumlah pemain. Sambil menantikan sajian reuni yang menarik di atas lapangan, mari simak dulu sejumlah fakta yang perlu diketahui tentang Vissel Kobe berikut ini!

SIMAK JUGA: Hasil Pertandingan Barcelona vs Chelsea

  • ヴィッセル神戸対川崎フロンターレ

    MAKNA NAMA KLUB

    Nama klub "Vissel" berasal dari kombinasi dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu "victory" (kemenangan) dan "vessel" (kapal barang). Kobe merupakan kota pelabuhan yang dibuka pada 1658 dan berkembang menjadi salah satu kota penting di Jepang yang juga sangat dikenal dengan kualitas peternakan dan daging sapinya.

    Cikal bakal Vissel Kobe dibentuk pada 1966 sebagai klub semi-profesional dengan nama Kawasaki Steel Soccer Club. Pada 1995, pemerintah kota Kobe berhasil membujuk Kawasaki untuk membentuk klub profesional yang berlaga di J-League. Setelah beberapa kali berpindah status kepemilikan, klub diakuisisi oleh perusahaan e-commerce Rakuten pada 2014. Pendiri, presiden, sekaligus CEO Rakuten, Hiroshi Mikitani, lahir dan besar di Kobe.

  • พล.ต.อ.ดร. สมยศ พุ่มพันธุ์ม่วง, Akira Nishino

    AKIRA NISHINO

    Vissel Kobe musim ini ditangani pelatih asal Jerman, Thorsten Fink. Sejak memasuki era profesional, sejumlah nama tenar pernah hadir di bangku teknik Stadion Noevir Kobe, antara lain seperti Stuart Baxter (pelatih timnas Afrika Selatan saat ini), Juan Manuel Lillo (eks pelatih Almeria dan asisten Jorge Sampaoli di timnas Cile), dan Akira Nishino, yang menangani Jepang di Piala Dunia 2018 dan baru saja diumumkan sebagai pelatih baru timnas Thailand.

    LIHAT JUGA: Jadwal Timnas Indonesia Di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022

  • Theerathon Bunmathan

    PARTNERSHIP DENGAN CHONBURI

    Nuansa Thailand juga bisa dirasakan dengan hubungan kemitraan yang dijalin dengan Chonburi FC pada 2012, meski belakangan kemitraan itu tidak berjalan terlalu aktif.

    Pada 2018, Vissel Kobe mengumumkan perekrutan Theerathon Bunmathan dengan status pinjaman dari Muangthong United. Bek kiri andalan timnas Thailand itu bermain 28 kali untuk Vissel Kobe selama satu musim kiprahnya sebelum hijrah ke Yokohama F.Marinos.

    Satu lagi kaitan Vissel Kobe dengan Thailand adalah Mike Havenaar. Mantan striker timnas Jepang berdarah Belanda itu kini dipinjamkan ke Bangkok United. Namun, pemain 32 tahun itu tak banyak memperoleh kesempatan bermain di Thai League 1.

  • Kobe Wing Stadium

    VENUE KELAS DUNIA

    Vissel Kobe bermarkas di Stadion Noevir. Nama stadion sempat beberapa kali mengalami perubahan. Saat digunakan untuk menjadi salah satu venue Piala Dunia 2002, stadion ini dikenal dengan nama Stadion Kobe Wing dengan kapasitas 40.000 tempat duduk. Mereka menjadi tuan rumah untuk tiga pertandingan, antara lain ketika Brasil menyingkirkan Belgia 2-0 pada laga babak 16 besar.

    Setelah Piala Dunia 2002, kapasitas stadion diciutkan menjadi 30.132 tempat duduk. Pembaharuan fasilitas salah satunya dilakukan dengan memasang atap yang dibuka-tutup. Selain Vissel Kobe, stadion ini juga menjadi markas untuk klub wanita INAC Kobe Leonessa (kapten juara dunia Homare Sawa pernah bermain di sini) dan klub rugby union Kobelco Steelers.

    Tahun ini, Stadion Noevir menjadi salah satu venue Piala Dunia Rugby.

  • AJANG REUNI

    Kedekatan khusus Vissel Kobe dan Barcelona sudah bukan rahasia lagi. Tidak hanya sponsor yang bertalian, tiga mantan pemain Barcelona memperkuat skuad Vissel Kobe musim ini. Mereka adalah Sergi Samper dan David Villa, menyusul Andres Iniesta yang sudah setahun lebih dahulu bergabung. Berturut-turut mereka mengenakan nomor punggung 6, 7, dan 8.

    Kehadiran para bintang dunia menumbuhkan animo suporter. Angka rata-rata jumlah suporter meningkat dari 17 ribu per pertandingan menjadi 22 ribu. Meski demikian, strategi ala "Galacticos" ini belum menambah daya saing klub dalam perebutan gelar juara J1 J-League. Prestasi terbaik mereka adalah menempati peringkat ketujuh, tiga tahun lalu. Bahkan musim ini Vissel Kobe berada di urutan ke-15 dari 18 klub peserta J-1 dengan jarak empat poin dari dasar klasemen.