Pemain asal Brasil, Raphinha, menjadi salah satu senjata utama klub Barcelona pada musim ini, setelah ledakan produktivitas golnya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hansi Flick, pelatih Barca, berhasil menempatkan Raphinha di posisi ujung tombak untuk menutupi kepergian Robert Lewandowski dan Ferran Torres.
Berkat rencana Flick, Raphinha berubah menjadi mesin gol yang tak pernah berhenti, dengan mencetak 14 gol dalam 8 pertandingan pertama musim ini di seluruh ajang, dengan total menit bermain mencapai 626 menit.
Raphinha memuncaki daftar top skor La Liga musim ini dengan koleksi 12 gol, dan ia juga mencetak dua gol dalam kemenangan Barcelona 5-1 atas Feyenoord di Liga Champions Eropa.
Surat kabar Sport menyebutkan dalam laporannya bahwa Raphinha harus menempuh jarak 34 ribu kilometer mulai Senin mendatang untuk menjalani dua laga persahabatan bersama Brasil di Australia, dan laga ketiga di India, mengingat pada dua panggilan terakhirnya bersama timnas Brasil, ia justru berakhir mengalami cedera.
Raphinha saat ini menjalani periode yang luar biasa dari sisi produktivitas gol. Sayap asal Brasil ini belum pernah bersinar sekuat ini sebelumnya, setelah menjadi seorang penyerang yang lengkap berkat gagasan Flick, yang melihat dalam dirinya semangat, kualitas, kemampuan menyelesaikan peluang, dan hasrat yang dibutuhkan untuk bermain di posisi penyerang murni.
Anda dapat membahas topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum Kooora







