Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-WC-2026-SAMERICA-QUALIFIERS-BRA-TRAININGAFP
Diterjemahkan oleh

Barcelona Khawatir Kutukan Terulang: Ancelotti Ancam Versi Terbaik Raphinha

Pemain asal Brasil, Raphinha, menjadi salah satu senjata utama klub Barcelona pada musim ini, setelah ledakan produktivitas golnya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hansi Flick, pelatih Barca, berhasil menempatkan Raphinha di posisi ujung tombak untuk menutupi kepergian Robert Lewandowski dan Ferran Torres.

Berkat rencana Flick, Raphinha berubah menjadi mesin gol yang tak pernah berhenti, dengan mencetak 14 gol dalam 8 pertandingan pertama musim ini di seluruh ajang, dengan total menit bermain mencapai 626 menit.

Raphinha memuncaki daftar top skor La Liga musim ini dengan koleksi 12 gol, dan ia juga mencetak dua gol dalam kemenangan Barcelona 5-1 atas Feyenoord di Liga Champions Eropa.

Surat kabar Sport menyebutkan dalam laporannya bahwa Raphinha harus menempuh jarak 34 ribu kilometer mulai Senin mendatang untuk menjalani dua laga persahabatan bersama Brasil di Australia, dan laga ketiga di India, mengingat pada dua panggilan terakhirnya bersama timnas Brasil, ia justru berakhir mengalami cedera.

Raphinha saat ini menjalani periode yang luar biasa dari sisi produktivitas gol. Sayap asal Brasil ini belum pernah bersinar sekuat ini sebelumnya, setelah menjadi seorang penyerang yang lengkap berkat gagasan Flick, yang melihat dalam dirinya semangat, kualitas, kemampuan menyelesaikan peluang, dan hasrat yang dibutuhkan untuk bermain di posisi penyerang murni. 

Anda dapat membahas topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum Kooora

  • imago-sport-1062919031.jpgSports Press Photo

    Ketakutan akan Kutukan Jeda Internasional

    Segalanya berjalan dengan penuh kebahagiaan bagi Raphinha, tetapi ada awan yang menggantung di cakrawala. Jeda internasional pertama pada musim ini berubah menjadi ancaman nyata bagi sang winger Brasil, dan dengan demikian bagi Barcelona yang tengah menjalani musim luar biasa.

    Carlo Ancelotti menjelma menjadi bahaya besar bagi perjalanan gemilang Raphinha, yang akan terpaksa menempuh salah satu penerbangan paling melelahkan dalam kariernya demi tampil di 3 laga persahabatan bersama Brasil, yang nilai sportifnya sangat terbatas.

    Timnas Brasil akan memainkan dua laga persahabatan melawan Australia pada 25 dan 29 September, dan setelah itu akan menghadapi India dalam laga persahabatan pada 3 Oktober.

    Sport menyoroti, "Ini adalah perjalanan melelahkan yang menyebabkan kelelahan fisik luar biasa, tidak perlu, dan bisa dihindari. Pemain Barcelona itu harus menempuh 34 ribu kilometer lewat udara, atau setara dengan hampir sekali mengelilingi dunia."

    Dari sisi sportif, bermain melawan timnas-timnas berlevel sederhana tidak akan menambah apa pun bagi Raphinha, sebab timnas Australia tersingkir dari Piala Dunia 2026 di babak 32 besar melawan Mesir, sedangkan India menempati peringkat 138 dalam klasemen Federasi Internasional.

  • Iklan
  • imago-sport-1062919652.jpgSports Press Photo

    Rekam jejak berbahaya milik Raphinha

    Dalam dua kesempatan terakhir Raphinha dipanggil ke timnas Brasil, dia berakhir dengan cedera.

    Kesempatan pertama terjadi selama jeda internasional pada Maret lalu, ketika Ancelotti memanggilnya untuk menjalani tur singkat di Amerika Serikat yang mencakup dua laga persahabatan melawan Prancis dan Kroasia. Pemain Barcelona itu mengalami cedera pada babak pertama pertandingan melawan Prancis, yang berlangsung di Boston.

    Cederanya berupa robekan pada otot bisep femoris di paha kanan, yang membuatnya absen dari lapangan selama lima pekan.

    Barcelona-lah yang membayar mahal cedera tersebut. Pemain Brasil itu, yang telah melalui bulan-bulan yang sangat sulit dari sisi fisik, absen dalam laga leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, dan juga absen dalam laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, di mana Barcelona tersingkir dari kedua turnamen tersebut.

    Absennya sayap asal Brasil itu, pada fase krusial musim ini, memberikan dampak yang sangat negatif bagi tim asuhan Hansi Flick, yang meski begitu tetap berhasil meraih gelar La Liga.

    Kemudian Carlo Ancelotti kembali memanggil Raphinha untuk menjalani Piala Dunia keduanya bersama Brasil, dan pada pertandingan kedua fase grup, pemain itu merasakan sakit dan terpaksa keluar pada menit ke-38 dalam laga melawan Haiti. Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa dia mengalami cedera otot pada bagian belakang paha kanan.

    Pemain itu memulai pengobatan intensif, tetapi dia tidak mampu kembali ke lapangan setelah Brasil tersingkir dari turnamen di tangan Norwegia.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google