Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Julian AlvarezGetty Images

Diterjemahkan oleh

Barcelona Balas Kejijikan Atletico: Kalian Sudah Melewati Garis Merah

Ketegangan antara Barcelona dan Atletico Madrid meledak karena Julian Alvarez, pada Kamis malam di Monaco, saat pengundian fase liga Liga Champions Eropa.

Surat kabar "Sport" menyebutkan bahwa Miguel Angel Gil Marin, CEO Atletico Madrid, adalah orang pertama yang meningkatkan intensitas pernyataan terhadap klub Katalan tersebut. 

Beberapa menit kemudian, Rafa Yuste membalas dengan kekuatan yang sama untuk membela sikap Barcelona dalam persoalan yang berpusat pada masa depan Julian Alvarez ini.

Orang pertama yang melepaskan tembakan adalah CEO Atletico Madrid. Gil Marin muncul melalui kanal Movistar+ dengan pesan bernada keras terkait situasi penyerang Argentina itu.

Ia mengatakan, "Julian memang sedang menderita, karena ada orang-orang yang mencurahkan upaya mereka untuk menipu dan membingungkannya. Saya menyesal, karena saya mengenalnya dengan baik, ia adalah pemain dan pribadi yang hebat, tetapi ia berada dalam kondisi kebingungan total."

Kemudian pejabat itu mengarahkan anak panahnya langsung ke Barcelona, setelah Joan Laporta berulang kali menegaskan secara terbuka bahwa klub Katalan itu masih siap untuk mencoba merekrut penyerang Argentina tersebut.

Gil Marin mengatakan, "Ini membuat kami semakin marah, karena kami merasa jijik dengan kepalsuan Barcelona serta ketiadaan etika dan profesionalismenya."

Ia menambahkan, "Kami tidak bisa berbuat lain selain menegaskan bahwa kami tidak akan bernegosiasi dengan Barcelona dalam kondisi apa pun. Sebagai direktur umum dan penanggung jawab utama pengelolaan klub, saya mendapat dukungan dari semua pihak. Pemain itu tidak akan dijual kepada Barcelona."

  • 훌리안 알바레스 (Julian Alvarez)Getty Images

    Rafa Yuste tidak mundur

    Respons Barcelona tak datang terlambat. Rafa Yuste, wakil presiden klub, berbicara kepada media yang sama dari Monako, dan meluapkan kemarahannya atas tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Gil Marin kepadanya.

    Yuste berkata, "Yang mengejutkan saya adalah, meski ia mengenalnya, ia mampu mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak sopan dan tidak menghormati ini. Ia telah melewati garis merah yang sama sekali tidak saya pahami. Ini adalah pernyataan-pernyataan yang membuat saya marah dan tidak saya setujui."

    Yuste membela langkah-langkah Barcelona, menegaskan bahwa klub tidak merasa telah melakukan pelanggaran apa pun dalam ketertarikannya untuk merekrut Julian Alvarez.

    Ia menjelaskan, "Kami adalah klub yang menghormati lawan, menghormati Atletico Madrid dan para pemain. Jika seorang pemain ingin datang ke sebuah klub, kami akan berusaha merekrutnya."

    Yuste juga berbicara tentang pertemuan yang sempat mempertemukannya dengan Enrique Cerezo dan anggota keluarga Gil.

    Ia berkata, "Kami saling menyapa, karena seseorang harus bersikap sopan dalam hidup. Kami bertukar beberapa kata dengan keluarga Gil dan Presiden Cerezo, dan saya katakan kepada mereka apa yang telah saya katakan sebelumnya: kami tenang dan hati nurani kami lega."

    Beberapa hari sebelum penutupan bursa transfer, Barcelona masih menolak menganggap kesepakatan Julian Alvarez telah berakhir, sementara Atletico Madrid berpegang pada sikapnya bahwa mereka tidak akan pernah bernegosiasi dengan klub Catalan itu terkait kepindahan sang pemain.

    Anda dapat membahas topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum Kooora

  • Iklan

    SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google