"Melewati tribun yang hancur, melewati lorong-lorong yang dipenuhi pecahan kaca dan beton, aku melangkah masuk ke lapangan. Anak-anak berlari mengelilingi kawah besar berwarna hitam; mereka sedang bermain sepak bola. Pemandangan itu menyedihkan, tetapi di sisi lain juga mengharukan bagiku. Musuh memang menghancurkan lapangan, tetapi tidak menghancurkan semangat anak-anak terhadap permainan favorit mereka."
Sebuah kisah yang mengharukan dan menginspirasi dari Andriy Shevchenko, salah satu pemain sepak bola Ukraina terbesar sepanjang masa. Penyerang yang selama bertahun-tahun membuat heboh di rumput legendaris San Siro, membuat para bek gila, dan menjadi bagian dari mungkin AC Milan terbaik sepanjang masa, di tempat itulah ia mengambil langkah pertamanya dalam apa yang pada akhirnya akan menjadi karier yang luar biasa. Bahkan sebelum ribuan penggemar, trofi besar, dan ketenaran internasional, di situlah dia berlari-lari: mungkin dengan kaus yang terlalu besar, celana pendek yang menjuntai jauh di bawah lutut, tapi dengan mimpi sebesar anak-anak zaman sekarang.
"Kiper menjaga gawang, tapi bagaimana cara melindungi mereka dari tembakan keras?" - Oleksandr Shovkovskyi, legenda klub Dinamo Kyiv.
Inilah kisah Stadion Chempion "Kampion" di Irpin, sebuah pinggiran kota ibu kota Ukraina, Kyiv. Sebuah kisah tentang stadion yang bukan sekadar stadion, tetapi juga telah menjadi simbol ketangguhan dan harapan.






