FBL-FIFA-AWARDSAFP

Diterjemahkan oleh

Artan dan Balojun... Dentuman perang kembali berkumandang antara FIFA dan UEFA

Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) memasuki babak baru dalam perselisihannya dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), kali ini terkait penangguhan sanksi skorsing terhadap pemain Amerika Serikat, Folarin Balugun.

FIFA mengejutkan semua pihak dengan menangguhkan pelaksanaan sanksi skorsing otomatis terhadap Folarin selama satu pertandingan, menjelang laga melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia.

Keputusan FIFA tersebut memicu kontroversi luas, setelah beredar kabar bahwa Presiden AS Donald Trump menghubungi Gianni Infantino, Presiden FIFA, untuk meninjau kembali skorsing Balogun.

Uni Eropa mengeluarkan pernyataan melalui situs resminya, yang mengkritik keputusan FIFA tersebut, dengan menyatakan, “Keputusan Federasi Sepak Bola Internasional itu telah melampaui semua batas yang dapat diterima.”

UEFA menambahkan bahwa skorsing otomatis wajib setidaknya satu pertandingan setelah menerima kartu merah bukanlah pilihan diskresioner, dan tidak memerlukan keputusan dari badan berwenang mana pun untuk diberlakukan. 

UEFA menjelaskan bahwa keputusan FIFA tersebut mengancam integritas sepak bola dan merusak kredibilitas Piala Dunia, sekaligus mengungkapkan keterkejutannya atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini.

  • TOPSHOT-FBL-WC-2026-SOM-REFEREE-IMMIGRATION-DIPLOMACYAFP

    Krisis Pemerintahan Somalia: Omar Artan

    Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mencoret wasit asal Somalia, Omar Artan, dari daftar wasit Piala Dunia, setelah ia dilarang masuk ke Amerika Serikat.

    BBC Sport melaporkan, mengutip seorang pejabat Amerika, bahwa Artan dilarang masuk ke Amerika karena hubungannya dengan orang-orang yang diduga terkait dengan organisasi teroris, sehingga ia tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan.

    Sebelumnya, Artan mengatakan kepada surat kabar The New York Times bahwa ia telah diinterogasi oleh petugas perbatasan terkait dugaan hubungannya dengan kelompok bersenjata Al-Shabaab di Somalia, sambil menegaskan bahwa ia telah memberitahu mereka bahwa ia tidak mengetahui apa pun tentang kelompok tersebut.

    Setelah Gianni Infantino, Presiden FIFA, menegaskan bahwa ia tidak memiliki kewenangan untuk mengabaikan keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Uni Eropa memutuskan untuk menunjuk Artan sebagai wasit untuk pertandingan Super Eropa.

  • Iklan
  • Aleksander Ceferin UEFAGetty

    Uni Eropa Menyerang FIFA

    Uni Eropa mengumumkan bahwa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dilarang memimpin pertandingan Piala Dunia, akan memimpin pertandingan Super Eropa pada Agustus mendatang antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa.

    UEFA menjelaskan bahwa penunjukan ini dilakukan setelah berkonsultasi dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

    Surat kabar The Guardian memuat pernyataan Alexander Cheferin, Presiden UEFA, yang mengatakan, “Sepak bola diciptakan untuk menyatukan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan penghormatannya kepada Omar Artan, serta kepada keterampilan wasitnya yang luar biasa, yang membuatnya layak mendapatkan penunjukan bergengsi ini.”

    Sementara itu, Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika, Patrice Motsepe, mengatakan bahwa Artan telah membuat Afrika “sangat bangga”.

    Ia menambahkan, “Ini merupakan kehormatan besar bagi Omar Artan dan para wasit Afrika, sekaligus contoh yang luar biasa tentang kemampuan sepak bola untuk menyatukan dan mempersatukan orang-orang dari Afrika, Eropa, dan berbagai penjuru dunia.”

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google