Arsenal v Chelsea - Premier LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Arsenal dan Manchester City dikatakan 'tidak pantas' mendapatkan gelar Premier League, sementara legenda Manchester United mengatakan trofi tidak seharusnya diberikan musim ini

  • Kedua belah pihak tidak meyakinkan bagi Scholes.

    Perburuan gelar Premier League semakin memanas, dengan Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan 64 poin, unggul lima poin dari Manchester City yang masih memiliki satu pertandingan tersisa. Sementara itu, United tertinggal jauh di posisi ketiga dengan 51 poin.

    Di musim ini, Manchester City asuhan Pep Guardiola kesulitan mempertahankan konsistensi yang biasanya mereka tunjukkan, sementara Arsenal asuhan Mikel Arteta sesekali tergelincir di bawah tekanan ekspektasi. Scholes percaya standar musim ini belum mencapai tolok ukur historis untuk meraih gelar juara. The Gunners baru-baru ini kehilangan poin dalam hasil imbang 2-2 yang frustrasi melawan Wolves yang sedang terpuruk, sementara City menghabiskan sebagian besar musim ini mengejar ketinggalan setelah awal musim yang mengecewakan. Bagi Scholes, kurangnya kualitas begitu jelas sehingga ia mengusulkan solusi drastis dan belum pernah terjadi sebelumnya terkait penyerahan trofi pada bulan Mei.

  • Iklan
  • Trofi harus tetap disimpan di lemari.

    Berbicara dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi saat ini di kasta tertinggi, dengan argumen bahwa kurangnya nilai hiburan seharusnya membuat kedua tim tidak layak meraih gelar juara. "Siapa pun yang memenangkan liga, pada akhirnya mereka pantas mendapatkannya. Tidak ada yang meyakinkan saya bahwa mereka layak menjadi juara Premier League. Saya tidak berpikir trofi seharusnya diberikan tahun ini. Tidak ada yang pantas mendapatkannya. Jujur saja, ini tidak menyenangkan untuk ditonton," kata Scholes.

  • Arsenal di bawah sorotan

    Salah satu poin yang menjadi perdebatan bagi Scholes adalah cara tim-tim saat ini mencetak gol, dengan ketergantungan Arsenal yang berlebihan pada rutinitas tendangan bebas yang membuatnya kesal. Legenda United ini percaya bahwa tekanan yang luar biasa dari persaingan gelar juara sedang menghalangi insting kreatif para pemain, terutama mereka yang bermain di Emirates Stadium yang sangat ingin mengakhiri penantian dua dekade untuk gelar liga. "Ada tekanan besar pada mereka [Arsenal], bukan? Itu karena mereka telah berada dalam posisi yang sangat baik selama bertahun-tahun dan tidak mampu melewati garis finis," tambah Scholes saat menganalisis hambatan psikologis yang dihadapi oleh pemimpin klasemen.

  • arteta guardiola(C)Getty images

    Sepak bola yang mengalir bebas sudah menjadi masa lalu.

    Seiring mendekati akhir musim, Scholes memperingatkan para pendukung agar tidak mengharapkan kembalinya tiba-tiba ke "Beautiful Game," menyarankan bahwa kedua manajer kini akan memprioritaskan hasil daripada estetika. Ia menyimpulkan analisanya dengan menyatakan: "Sekarang mereka berada dalam posisi yang luar biasa. Lihatlah, kalian tidak akan melihat sepak bola yang mengalir bebas. Kalian tidak akan. Seperti yang saya katakan terus-menerus, saya rasa kita belum melihatnya sepanjang musim dari tim mana pun, tapi terutama pada titik ini, yang paling penting adalah bagaimana mereka melewati garis finis." Dengan pertandingan penentu gelar yang dijadwalkan di Etihad pada 18 April, dunia akan melihat apakah penilaian keras Scholes terbukti benar.

0