RCD Mallorca v Real Madrid CF - LaLiga EA SportsGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Arbeloa dalam kondisi genting... Peluang terakhir bagi pelatih Real Madrid

Álvaro Arbeloa, pelatih Real Madrid, menghadapi situasi yang rumit terkait posisinya di bangku cadangan tim Los Blancos pada musim depan.

  • Kesempatan terakhir

    Menurut surat kabar AS Spanyol, Liga Champions kini menjadi kesempatan terakhir untuk menyelamatkan masa depan Arbeloa, setelah selisih poin dengan Barcelona di La Liga semakin melebar pasca kekalahan mengejutkan dari Real Mallorca.

    Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa harapan untuk bersaing memperebutkan gelar liga kini semakin tipis, yang membuat Arbeloa berada di bawah tekanan besar di kompetisi Eropa karena masa depannya sangat bergantung pada apa yang bisa diraih timnya saat menghadapi Bayern Munich di babak awal, kemudian melawan Paris Saint-Germain atau Liverpool di babak yang lebih sulit selanjutnya.

    "AS" menjelaskan bahwa situasinya akan sangat berbeda jika Arbeloa mampu terus berjuang memperebutkan gelar liga hingga detik-detik terakhir.

    Pertandingan melawan Mallorca menjadi pukulan telak bagi momentum positif yang dibangun Arbeloa di proyek Real Madrid, di mana manajemen melihat tim yang kekurangan semangat dan ketegangan yang dibutuhkan pada saat yang tidak memperbolehkan adanya kegagalan, dan pihak atas di klub mulai menganalisis keputusan pelatih, baik dalam menempatkan Vinícius Júnior di bangku cadangan maupun memasukkan pemain muda ke dalam susunan pemain utama secara tiba-tiba, meskipun penampilan baik yang ditunjukkan oleh pemain muda Manuel Ángel mengingat sensitivitas situasi tersebut.

  • Iklan
  • Angka negatif

    Angka-angka tersebut tidak mendukung perjalanan Arbeloa bersama tim utama, karena kekalahan dari Mallorca merupakan kekalahan kelimanya dalam 18 pertandingan, dengan catatan 13 kemenangan. Jika dibandingkan dengan Xabi Alonso, yang terakhir juga mengalami 5 kekalahan, namun dalam 28 pertandingan ia meraih 20 kemenangan dan 3 hasil imbang.

    Dengan catatan negatif ini, Arbeloa masuk dalam sejarah klub sebagai salah satu pelatih yang paling sering mengalami kekalahan di awal masa jabatannya. Kabing dan Moloni memimpin daftar tersebut dengan 8 kekalahan, diikuti oleh Del Bosque dengan 7 kekalahan, lalu masing-masing 6 kekalahan untuk Albinés, Scaroni, Hiddink, Amancio, dan Arsenio, sementara Arbeloa sejajar dengan 5 kekalahan bersama Kinkie dan Ibina.

    Statistik tersebut menyoroti data lain terkait lemahnya pengaruh keputusan Arbeloa selama pertandingan terhadap hasil, terutama saat tim tertinggal, karena Real Madrid di bawah kepemimpinannya hanya mampu membalikkan keadaan dalam dua dari tujuh pertandingan yang dimulainya dengan tertinggal, yaitu saat melawan Benfica 2-1 dan Atlético Madrid 3-2, sementara mereka kalah dalam lima pertandingan lainnya di mana mereka kebobolan gol pertama, yaitu melawan Albacete 3-2, Benfica 4-2, Osasuna 2-1, Getafe 0-1, dan Mallorca 2-1.

    Baca juga: Arbeloa dalam masalah karena bintang Real Madrid

  • Bertanggung jawab

    Pelatih bersikeras untuk bertanggung jawab penuh atas setiap kekalahan, hal yang terulang kembali di Stadion Son Moix, saat ia menyatakan, "Saya yang mengambil keputusan, menentukan susunan pemain, melakukan pergantian, dan memilih taktik permainan. Kekalahan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelatih Real Madrid."

    Namun, kali ini terdapat isyarat tidak langsung kepada pemain Camavinga saat membahas gol lawan, di mana ia mengatakan, "Karena kurangnya disiplin, mereka mencetak gol ke gawang kami... Jika kamu kehilangan fokus sejenak di sini atau tidak menjalankan tugas bertahan dengan benar, hal itu akan berakibat pada kebobolan gol."

    Ada suasana kepercayaan di dalam klub terhadap pekerjaan yang dilakukan Arbeloa, dengan apresiasi besar atas upayanya dalam mengelola ruang ganti dan menciptakan stabilitas bersama bintang-bintang seperti Vinícius, Bellingham, dan Valverde, serta memajukan talenta muda seperti Tiago Petarich, Namun, kekalahan dari Son Moix menghentikan momentum positif yang dibangun pelatih setelah menyingkirkan Manchester City dari perempat final Liga Champions, sehingga kompetisi Eropa sekali lagi menjadi kunci yang akan menentukan apakah Arbeloa akan bertahan atau hengkang dari Real Madrid.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google