Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-LIGA-ESP-BARCELONA-REAL SOCIEDADAFP
Diterjemahkan oleh

Apakah Laporta Mengkhianati Messi Dua Kali? Xavi Ungkap Kejutan Besar

Xavi Hernandez adalah salah satu legenda Barcelona dalam arti kata sepenuhnya, namun periodenya sebagai pelatih tim meninggalkan perasaan beragam bagi semua pihak.

Pelatih asal Spanyol itu mengambil alih kepemimpinan klub Katalan tersebut dalam periode yang sulit, dan meraih kesuksesan pada awalnya setelah mengembalikan gelar La Liga ke Barcelona. Namun musim terakhirnya diwarnai hasil-hasil yang sulit, di samping ketidakmampuannya menangani kepergian sejumlah bintang tim, serta memuncaknya perselisihan antara dirinya dan manajemen Joan Laporta.

Kemungkinan kembalinya Lionel Messi ke Barcelona, setelah berakhirnya kontraknya dengan Paris Saint-Germain, menjadi salah satu isu paling menonjol yang menyita perhatian kalangan Katalan selama periode Xavi.

Menurut Xavi, Messi sangat ingin kembali ke Barcelona setelah dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina, dan mantan pelatih itu kini mengungkap detail mengejutkan tentang alasan tidak terwujudnya kepulangan tersebut.

  • Messi Ingin Kembali: "Presiden Membatalkan Segalanya Secara Tiba-Tiba!"

    Dalam perbincangannya di podcast "Prakhar Gupta" melalui "YouTube", pelatih Barcelona itu mengatakan bahwa dia tetap menjalin kontak pribadi dengan Messi selama empat bulan, dan sangat mendukung ide untuk mengembalikan bintang asal Argentina tersebut ke klub.

    Xavi berkata: "Kami menjalin kontak selama empat bulan. Messi sangat ingin kembali ke Barcelona, dan saya mendukung itu 100%".

    Mantan pemain Barcelona itu menuturkan bahwa tim kepelatihan juga antusias dengan kemungkinan untuk bekerja sama lagi dengan Messi.

    Dia menambahkan: "Messi sendiri memiliki begitu banyak harapan, dan saya bersama seluruh tim kepelatihan menantikan hal itu dengan ekspektasi yang besar," sebagaimana dikutip situs Barcelona Universal.

    Namun, menurut cerita Xavi, keadaan berubah karena keputusan yang diambil presiden klub, Joan Laporta.

    Dia berkata: "Tetapi pada akhirnya, Presiden Laporta memutuskan bahwa dia tidak ingin mengontrak Messi lagi. Tiba-tiba, sang presiden membatalkan segalanya".

    Baca juga: Kemarahan dan kekecewaan, apakah Newcastle sengaja memprovokasi Al Ahly setelah kejutan Sundowns?

  • Iklan
  • Sulit untuk memberitahu Messi soal keputusan itu

    Xavi menggambarkan perubahan sikap klub yang mendadak itu sebagai sesuatu yang tak terduga dan memalukan baginya, terutama setelah ia melakukan beberapa pembicaraan dengan mantan rekan setimnya.

    Ia berkata: "Itu benar, dan hal itu sangat aneh. Sangat sulit bagi saya untuk mengatakan kepada Messi bahwa kepulangannya tidak akan terlaksana."

    Kepergian Messi dari Barcelona pada 2021 memang menyakitkan bagi para pendukung klub, sehingga kemungkinan kembalinya ia setelah menjuarai Piala Dunia memicu antusiasme yang besar. Penegasan Xavi bahwa Messi sendiri sangat berharap untuk kembali juga membuat batalnya kesepakatan tersebut semakin menyakitkan bagi para pendukung Barcelona, menurut situs yang sama.

    Baca juga: Video: Kegembiraan meluap: Putri Erdogan dan suaminya merayakan hat-trick Salah

  • Kejutan lainnya

    Pernyataan Xavi kembali menghadirkan hubungan rumit antara Messi dan Laporta ke permukaan, karena mengungkap bagaimana bintang Argentina itu menerima kejutan lain dari presiden Barcelona bertahun-tahun setelah kepergiannya dari klub. Sebelum itu, pada 2021, upaya mempertahankan Messi di Barcelona berakhir meski ada janji dan jaminan sebelumnya, karena klub kemudian mengumumkan bahwa keterbatasan finansial dan aturan La Liga menghalangi pendaftaran kontrak barunya.

    Baca juga: Legenda Turki: Inilah "Leo" Salah bagi yang memahami

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Kepergian yang menyakitkan membuka pintu kejayaan bersama Argentina

    Selama bertahun-tahun, ketika Messi bersinar bersama Barcelona, sang bintang Argentina tak mampu menampilkan level yang sama bersama tim nasional negaranya. Namun setelah kepergiannya dari klub Catalan itu, ia berhasil meraih kesuksesan bersama Argentina. Barangkali memang sudah ditakdirkan bahwa Barcelona dan Messi tak akan bersatu kembali, sebab sang bintang Argentina menghabiskan tahun-tahun terakhir kariernya jauh dari klub yang namanya melekat sepanjang perjalanan kariernya.

    Messi kemudian bergabung dengan Inter Miami, tempat ia mencetak rekor-rekor baru di liga Amerika, serta menampilkan kampanye rekor pada Piala Dunia terakhir di usia 39 tahun.

    Baca juga: Ke Madrid atau Barcelona? Legenda Inggris: Mourinho akan Bertindak seperti Carrick terhadap Permata United