Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

TOPSHOT-FBL-WC-2026-MATCH07-BRA-MARAFP

Diterjemahkan oleh

Apa yang terjadi saat melawan Maroko? Ancelotti bersiap menghadirkan kejutan dari Raphinha

Tim nasional Brasil terus mempersiapkan diri menjelang pertandingan penentu melawan Haiti di Piala Dunia 2026, di tengah prediksi akan adanya perubahan besar-besaran dalam susunan pemain. 

Tampaknya pelatih Carlo Ancelotti cenderung mencoret Raphinha dari susunan pemain inti, dalam upaya untuk mengembalikan keseimbangan dan memperbaiki performa tim setelah tersandung di pertandingan pembuka.

  • Hari-hari sulit di Piala Dunia bagi Rafeina

    Rafinha sedang mengalami masa-masa sulit, karena ia tidak mendapatkan peran yang diimpikannya di awal turnamen. Hasil imbang melawan Maroko (1-1) semakin menyoroti performa kolektif Seleção yang kurang memuaskan, yang memicu gelombang kritik tajam yang menimpa sebagian besar pemain, terutama Rafinha.

    Media Brasil dan sebagian besar pendukung menuntut agar ia dicoret dari susunan pemain inti. Oleh karena itu, tim Brasil—yang tidak boleh lagi mengalami kegagalan—akan menghadapi tim Haiti (yang terlemah di Grup C) pada hari Sabtu di Philadelphia, sementara Ancelotti berupaya meraih kemenangan meyakinkan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dan memperbaiki citra mereka di mata para pendukung.

  • Iklan
  • Hingga lima perubahan dalam susunan pemain

    Dalam sesi latihan terakhir hari ini, Rabu, menurut surat kabar Spanyol "Sport", pelatih asal Italia tersebut mencoba susunan pemain baru yang mencakup lima pemain berbeda dibandingkan dengan pertandingan pembuka, sementara data menunjukkan bahwa susunan pemain yang paling mungkin untuk pertandingan mendatang adalah sebagai berikut:

    Penjaga gawang: Alisson.

    Pertahanan: Danilo - Marquinhos - Leo Pereira - Douglas Santos.

    Lini tengah: Fabinho - Bruno Guimarães.

    Penyerang: Gabriel Martinelli - Vinícius Júnior - Igor Thiago - Luiz Henrique

    Perubahan ini dilakukan dengan mengorbankan beberapa pemain inti yang tampil di bawah ekspektasi saat melawan Maroko, terutama Casemiro yang diganti pada babak kedua, dan Raphinha yang tidak memberikan kontribusi yang diharapkan. Selain itu, Lucas Paquetá tidak akan bermain di lini tengah, sementara Leo Pereira akan menggantikan Gabriel Magalhães di jantung pertahanan.

  • Kembali ke formasi 4-2-4 yang menyerang

    Ancelotti menerapkan perubahan ini sebagai bagian dari filosofi menyerang yang ia terapkan di awal masa jabatannya bersama tim nasional (4-2-4), dengan memanfaatkan kekuatan serangan yang dimilikinya. Meskipun Rodrigo dan Estevão absen karena cedera, sang pelatih mengandalkan Vinícius, Martinelli, dan Luiz Henrique untuk membentuk trio penyerang yang cepat dan langsung.

    Namun demikian, timnas Brasil masih mencari identitas taktis yang jelas. Berbeda dengan timnas Argentina, Prancis, dan Spanyol yang memiliki gaya permainan yang stabil, Seleção tampaknya masih dalam proses pembangunan bertahap selama turnamen ini, dengan harapan dapat mencapai level yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google